07.07.09
Kram betis yang nyaris bikin saya tenggelam di laut
Pernah ga sih kalian berenang di laut terus tiba-tiba betis kram? Apa yang kamu lakukan? Panik? Teriak-teriak?
Kalau ditolongin sih ga papa. Tapi gimana ceritanya kalau betis atau pahamu kram di tengah laut dan tidak ada yang menolong? Waduh bisa jadi malapetaka itu.
Dari pengalaman saya sendiri sih.. Memang menyakitkan sekali ketika kram terjadi ketika berenang. Apalagi kalau sedang berenang di tempat yang dalam.
Seperti yang terjadi sama saya hari minggu (05/07) lalu. Saya diajak Kak Ninuk, pelatih Silat juga teman kuliah saya, berenang di laut Blower.
Saya pikir dengan bersepeda ke pantai yang jaraknya sekitar 3 km sudah cukup sebagai pemanasan. Saya langsung loncat setelah goyang-goyangin kaki sebentar. Kaki-kaki saya masih aman-aman saja hingga saya berenang ke puing-puing pelabuhan yang berjarak ±150 meter dari pantai. Sudah pasti perairan di situ dalam. Saya dengan dua orang kawan, Wahyu dan Eko, istirahat sebentar di atas sisa-sisa pelabuhan.
Setelah dua puluh menit kemudian, kami nyebur lagi ke laut. Ketika tubuh saya masuk ke air, tiba-tiba otot betis kiri saya kram! Saya berteriak menahan sakit pada betis yang menegang. Syukurlah saya segera bisa menenangkan diri dan tidak panik. Sekalipun sakitnya minta ampun saya paksakan tangan saya mengayuh. Kaki kiri sudah tidak bisa digerakkan lagi. Tegang hingga ke paha.
Susah payah berenang tanpa kayuhan kaki akhirnya saya berhasil juga naik ke atas setelah nyaris terseret arus ke bawah kolong pelabuhan. Saya melakukan beberapa peregangan agar otot yang kram bisa normal kembali. Tapi efeknya tidak bertahan lama. Saya kembali mengalami kram pada paha kanan lalu kram pada betis kiri berganti-gantian. Saya jadi bingung sendiri, kok ini otot-otot kok pada kompak bikin kramnya… Sebentar di paha kanan trus ganti lagi kram di betis kiri terus ganti lagi ke sebelah kanan.
Akhirnya saya memutuskan untuk bermain polo air saja sama kawan-kawan silat di dekat dermaga yang airnya cuma seperut. Kapok berenang jauh-jauh.
07.03.09
Ate Fulawan
Melewati enam hari yang totally fun di kabupaten Simeulue, menghabiskan banyak jam kerja buat social networking, downloading, ketemu dengan orang-orang baru, belajar beberapa kosa kata bahasa daerah, menghabiskan berkotak-kotak jus dan susu, berbotol-botol You C1000 dan Chunky Bar.
Alhamdulillah saya sempat juga melakukan beberapa sesi dalam enam hari untuk hunting-hunting foto. Yah, alakadarnya sih. Tapi hasil-hasilnya lumayan bagus dan mendapat apresiasi menyenangkan dari beberapa teman yang melihat satu foto yang saya upload di facebook.
Cerita lainnya adalah saya puas-puasin menikmati makanan-makanan lezat di sini. Yang paling khas adalah masakan ikannya yang masih segar. Setiap kali makan saya pasti disuguhi ikan karang yang enak itu. Jarang-jarang saya bisa makan ikan mahal seperti itu di Meulaboh.
Malam kemarin, akhirnya saya berkesempatan juga makan nasi uduk. Nama warungnya Nasi Uduk Djakarta. Eko, teman saya dari Meulaboh bilang kalau nasi uduk itu enak. Seperti nasi gurih dan lauknya ikan bakar. Saya pun jadi penasaran dan malam itu juga saya membeli sebungkus. Ternyata lauknya cuma ada dua. Ikan lele sama ayam bakar dan ayam goreng.
Ketika membuka bungkusannya, saya mendapati ayam bakarnya berlumuran kecap dan ukurannya kecil. Untuk nasi uduk seharga 20.ooo rupiah menurut saya tergolong mahal. Ukuran ayam bakar yang kecil dan sama sekali tak terasa rasa ‘ayam bakar’nya di lidah. Untuk nasi gurihnya satu acungi jempol deh. Karena memang rasanya gurih dan lembut.
Beberapa hal yang menjadi perhatian saya selama di Sinabang adalah kondisi jalan di pusat kota yang masih sama seperti dua bulan lalu. Tetap berdebu. Pengerukan dan pengerasan masih berlangsung hingga sekarang. Untungnya saya selalu melewati jalan-jalan berpotensi ISPA itu dengan menaiki mobil. Jadi saya terhindar dari debu-debu yang dapat memperparah radang tenggorokan saya yang tak kunjung sembuh. Ketika naik motor ke beberapa lokasi tempat saya hunting foto, saya selalu menggunakan masker khusus. Jadi tetap aman.
Pengalaman yang membuat saya terus berdecak kagum adalah ketika saya berkunjung ke Labuhan Bajau. Menempuh lama perjalanan lebih kurang satu jam ini, saya disuguhi pemandangan yang luar biasa cantik! Pantai dengan pasir putih dan laut biru. Pulau-pulau kecil yang bertebaran membuat pemandangan menjadi sangat indah. Malah saya bilang kalau pantai disini sama indahnya dengan pantai Iboih di Sabang. Walah…
Malam ini, saya akan kembali ke Meulaboh. Beberapa jam lagi saya akan berlayar menuju Labuhan Haji-Aceh Selatan dengan KMP Teluk Sinabang. Semoga saja cuaca malam ini bagus dan tidak ada badai seperti pelayaran ketika kami ke Sinabang.
06.26.09
Sudah lebih baikkah kita dari orang lain?
Ada sekumpulan orang yang ingin melihat kebaikan pada orang lain yang mereka anggap sesat atau tidak baik. Mereka adalah orang-orang yang memiliki opini cerdas atau sepertinya merasa seperti itu untuk membawa kebaikan bagi kemaslahatan umat.
Saya membaca beberapa kekhawatiran mereka terhadap gaya hidup orang lain yang melenceng dari norma-norma agama dan juga tentang perpolitikan negara yang dalam pandangan mereka mulai mengikis nilai-nilai demokrasi.
Anyway, saya buta politik tapi beberapa penjelasan yang dikemukakan mereka agak kurang berkenan di hati saya. Bukannya saya tidak senang atau tidak setuju dengan suara perubahan. Tapi jika hanya suara saja yang didengar dan tulisan saja yang dibaca, apalah artinya jika tidak ada realisasi. Tidak ada tindakan real untuk mengubah. Ingat slogan salah satu iklan : ‘TALK LESS DO MORE’. Saya hanya melihat bendera dengan slogan ‘NATO : NO ACTION TALKS ONLY’ pada tangan mereka. Bukankah itu kelihatan seperti omong kosong? Berbicara saja tapi tidak mampu berbuat.
Saya turut senang jika ada orang yang bisa melakukan perubahan real kea rah yang lebih baik. Bicaralah setinggi langit tapi buktikan juga semua omongan kalian bukan hanya sebagai bukti keesistan diri saja atau untuk pamer bahwa diri sendiri lebih mengerti dan berotak!
Akhir-akhir ini ada beberapa orang yang begitu bersemangat berbicara tentang kelompok-kelompok tertentu dan ingin perubahan agar orang-orang sesat itu; orang yang sudah melenceng dari hukum tersebut bisa kembali ke ‘jalan’ yang benar.
Dalam hati saya bilang : mereka baik ya…?
Tapi, ada pertanyaan yang membuat saya agak underestimate sama kelompok mereka baik ya ini. Apa mereka sudah lebih baik dari orang-orang yang mereka bilang sesat itu? Maksud saya, hanya karena satu sisi ketidakbaikan orang lain bukan berarti semua prilaku mereka tidak baik kan?
Dan seperti biasa, saya dipaksa untuk menerima kenyataan bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Kita semua melakukan kesalahan. Tidak semua dari kita terlahir dengan kemampuan super untuk mengubah dunia menjadi lebih baik dan indah. Tapi saya yakin…kita semua terlahir dengan super untuk mampu mengubah diri sendiri menjadi lebih baik…atau menjadi buruk.
Dan saya lebih memilih melakukan perbaikan diri sendiri sebelum berusaha memperbaiki orang lain.
Bukankah munafik jika kita berbicara tentang keburukan orang lain sedangkan diri kita sendiri juga belum tentu lebih baik dari orang yang kita omongin
06.25.09
Next : Sinabang dan Lhokseumawe
Juni lagi ini. Artinya laporan triwulan lagi dan inventarisasi lagi.
Ini pengen senyum selebar-lebarnya. Padahal ga senyum saja udah lebar gini.
Skedul pertama adalah inventarisasi ke kantor ranting di Kabupaten Simeulue nun jauh di sana. Sudah pernah dengar kan kabupaten ini? Atau pulau Simeulue? Kebangetan juga kalau ga tau Pulau Sinabang! Googling gih!
Rencananya, insya Allah kami berangkat hari Sabtu depan (27/06) dan seperti biasanya kita merapat dulu di Labuhan Haji dan sekitar jam 10 malam berangkat naik ferry ke Sinabang.
Selama lebih kurang seminggu di pulau, balik lagi ke Meulaboh dan bergiat menyiapkan laporan triwulan yang akan dilaksanakan di kantor Cabang Lhokseumawe bulan Juli depan.
Euforia keberangkatan ke dua daerah ini mulai terasa. Bawaannya saya semangat terus. Semua pekerjaan selama dua minggu yang lalu menumpuk karena saya dinas ke Banda Aceh mampu saya kerjakan dalam waktu tiga hari saja!
Well, terlebih lagi karena si big boss ga ada di kantor dan saya bisa ngenet tanpa perlu ketahuan. Haha…
06.24.09
Saya, hari ini dan selanjutnya
Saya, hari ini dan selanjutnya adalah bukan orang yang sama lagi.
Untuk banyak perubahan. Untuk ku yang lebih baik.
Postingan dini hari yang tak berarti tak punya arti
Sudah jam 1.00 am!
Mata masih terbuka dengan gagahnya menatap monitor.
Jari menari-nari di atas keyboard mengetik candaan di yahoo messenger dan facebook dan plurk dan twitter.
Mulut berkomat-kamit. Mencong ke kiri dan kanan. Tertawa melihat balasan di tiap threat!
Hati kadang ngedumel karena situs ini dan itu tidak bisa dibuka. Kesal lagu yang itu tidak bisa di download.
Histeris ketika jaringan pada dini hari yang bising ini mulai ngadat!
Facebook macet dibuatnya dan downloadan CS4 tak kunjung berakhir, tertulis :
1 day, 4 hours remaining -7.8 MB of 1.2 GB (9.8 KB/sec)
Tertawa garing mendengar Online dari Saykoji.
Berkacak pinggang sebentar ngeliatin tumpukan kertas-kertas yang penuh harap untuk kembali kuperhatikan dan kembali dikerjakan.
Tapi apa daya…ga selera diketpun lagi aku kerja!
HAHAHAHAHAHAHA…
06.23.09
Andakah yang beruntung ini?
Kami melewati rute Meulaboh – Calang – Banda Aceh ketika saya dinas minggu lalu. Memasuki daerah pesisir Lampuuk, saya melihat iring-iringan pesepeda di sebelah kiri. Sepertinya baru pulang dari pantai gitu.
Dan ini beberapa foto yang sempat saya ambil ketika berpapasan dengan mereka.
Mungkin ada beberapa yang anda kenali dari foto-foto biker keren di bawah ini.


Yang angkat tangan : THE BIKER OF THE WEEK!

Evangelion 1.0 You Are (Not) Alone
Yap! Nyaris seminggu penuh saya menghabiskan waktu buat nonton film. Ada puluhan dvd bajakan film asing dan tiga vcd original film Indonesia yang saya beli. Dari sekian banyak film yang saya punya. Saya menarik dua film favorit saya yaitu Perempuan Berkalung Sorban dan Evangelion 1.0 You are (not) alone. Yang terakhir adalah film animasi Jepang yang pernah ikutan di Inafff – Indonesia International Fantastic Film Festival 2008 lalu.
Film animasi Jepang yang bercerita tentang seorang pilot sebuah robot ini tidak sengaja saya lihat di sebuah review pada televisi dan ketika melihatnya di etalase toko langsung saja saya tertarik.
Animasi Jepang memang ga perlu diragukan lagi kualitasnya. Detail untuk setiap gambar di film ini tergambar detil sedetil-detilnya. Efek visualnya bener-bener keren!
Dari segi ceritanya, saya bingung dengan asal datangnya robot Angel yang mengganggu kota Jepang. Setelah dikalahkan oleh Eva, datang lagi robot Angel yang lain dengan perlawanan yang semakin berat untuk dikalahkan Eva yang dipiloti oleh Shinji Ikari yang masih sangat muda sekali. Mungkinkah ada Evangelion seri 1.1 dan seterusnya?
Ceritanya bukan melulu tentang perkelahian antara dua robot. Tapi juga bercerita tentang konflik yang terjadi di diri Shinji ini. Mulai dari konflik batin yang terjadi akibat ditinggal oleh ayahnya yang kemudian dengan tiba-tiba memintanya menjadi pilot Evangelion. Hingga konflik Shinji dengan lingkungannya dan tugas barunya.
Udah deh! Anda pecinta animasi wajib tonton film ini!
Perempuan Berkalung Sorban

Cast : Revalina S. Temat, Oka Antara, Widyawati. Sutradara : Hanung Bramantyo
Film ini saya nobatkan sebagai salah satu film Indonesia terbagus tahun 2009 ini di antara Laskar Pelangi dan Fiksi. Padahal agak-agak gimana gitu waktu pertama kali melihat trailernya di tivi. Soalnya kan berbau agama-agama gitu. Saya ngerasa filmnya ga jauh-jauh beda sama Ayat-ayat Cinta.
Tapi saya salah total! Ini filmnya asli di Indonesia dan bener-bener dah ceritanya kuat sekali dengan akting yang keren abis dari semua pemerannya. Huff…ga nyangka saya akan disuguhkan sebuah tayangan yang benar-benar baguuuuus…mulai dari dialog yang wajar karena banyak penggunaan bahasa arab juga gambarnya, wardrobe, make up, suasana pesantren dan totalitas aktingnya! Huff…saya puas menonton film ini! Pantas sekali film ini masuk dalam banyak nominasi di Indonesian Movie Award!
Decak kagum saya kepada Revalina yang berakting luar biasa sekali di film ini. Bukan Revalina saja yang patut dipuji tapi menurut saya keseluruhan pemeran dalam film ini juga pantas menerima pujian. Mereka mampu bermain dengan wajar dan dialog yang diucapkan tidak terasa garing atau kaku. Hmm…ini film bagus! Hebat!
Rugi deh kalau ada perempuan Indonesia yang ga nonton film ini. Inspiratif sekali! Sosok Nisa yang diperankan Revalina adalah salah satu tokoh yang penting dikaji oleh banyak perempuan yang terus-terusan menuntut emansipasi. Semuanya mampu dijawab komplit lewat film ini.
06.04.09
My big dirty secret!
Bingung nih… Ini perasaan sedih atau gimana sih? Bingung nentuin judulnya. Hoalah apa pula ini? Macam tulisan saja yang perlu judul!
Semalam, sebuah kesalahan besar saya hampir saja terungkap. Sesuatu yang saya ingin hanya saya saja yang tahu, dan Tuhan pastinya-tapi malah nyaris ketahuan. Sedih sih awal-awalnya. Mengapa pula hal seperti itu, yang seharusnya saya jaga tapi karena kecerobohan saya sendiri hampir terbongkar. Damn! Konsekuensinya memunculkan kebohongan-kebohongan lainnya.
06.02.09
The biggest Tokek i’ve ever seen!

Nih! Pernah liat ga ada tokek sebesar ini? Pas pertama kali liat saya nyaris jejeritan dan pengen ngelemparnya pakai hape yang sedang saya pegang.
Kalau saya bandingkan ini tokek sama besarnya dengan anak biawak!! Kulitnya kasar-kasar dan berduri-duri seperti lapisan tanduk. Sekujur tubuhnya bertotol-totol merah tua dan putih.
Biasanya tokek adalah binatang yang selalu bersembunyi dan jarang sekali terlihat di dalam rumah. Kalaupun sempat terlihat pasti segera berlarian dengan kencang ke balik lemari. Entah karena mereka melihat saya hingga ketakutan atau memang malu dilihat saya. Tapi tokek yang ini kok malah dengan santainya seperti sedang berjemur dengan sinar lampu neon. Didekati juga diam saja. Gerakannya juga lamban sekali. Apa tokek ini betina dan mau melahirkan? Atau tokek ini supermodel di dunia pertokekan? Entahlah…
Penampakan tokek yang seumur-umur baru pertama kali saya liat seukuran raksasa ini terjadi ketika saya sedang dinas ke Banda Aceh. Selama beberapa kali saya ke sana, sering kali saya mendengar suara tokek. Terlebih lagi kalau sedang jalan kaki menuju kosan kawan di Jambo Tapee. Suara tokek bersahut-sahutan. Tapi kalau di Meulaboh saya sama sekali tidak pernah mendengar suara tokek dan jarang pula melihat tokek berkeliaran!
Dari beberapa informasi ternyata tokek cukup mahal harganya. Sering dijual ke toke-toke cina. Kurang tau juga sih berapa nominalnya. Tapi yang jelas mahaaal! Katanya sih buat obat kuat ya…
Ga ada helm, tempeleng melayang!
Menghadapi razia lalu lintas memang membuat hati ketar-ketir, sekalipun kita memakai helm, membawa STNK dan SIM, punya kaca spion dan plat polisi yang benar, tetap saja bawaannya ga enak. Tapi kalau pemeriksaan selesai barulah hati merasa lega. Dalam hati mencibir juga ke polantas yang tadi memeriksa sambil bilang : weeek…kasian ga dapat duit!!
Beda dengan pengalaman salah seorang peserta on the job training di kantor saya. Dia tidak memakai helm dan melewati gardu lantas di jalan Nasional. Dan entah sejak kapan pula polantas-polantas sekarang ini jadi lebih rajin berdiri di depan atau samping gardu yang bersebelahan dengan jalan dan di depan kantor BRI Cabang Meulaboh.
Joko (nama samaran), diberhentikan oleh seorang polantas yang ngepos di depan kantor BRI dan melayangkan tempeleng ke pipinya karena tidak memakai helm. Plak! Doh, kok main tampar si bapak polisi ini? Salah ya salah tapi ga perlu pakai kekerasan gitu dong!
Tempeleng juga belum cukup eh dimintain duit. Joko yang merasa mendapatkan perlakuan yang tidak senonoh dari polantas tadi menolak untuk membayar. Parahnya lagi ternyata polantas tadi tidak memakai seragam dan STNKnya ditahan.
Cerita ini juga bukan yang pertama kali saya dengar. Pernah juga saya melihat seorang sales rokok yang membawa motor dan menggunakan helm ditahan oleh seorang polantas yang pernah juga memeriksa saya ketika ada razia dulu. Entah bagaimana kelanjutan cerita antara manusia-manusia pencari rejeki tersebut. Semoga berakhir dengan damai tanpa ada yang tersakiti. Loh, kok jadi drama gini!
Cerita punya cerita, banyaaaaaak sekali kawan-kawan saya bernasib serupa dengan Joko dan sales rokok tadi. Ga ngerti mau menyebutnya apa. Pemalakan? Pemerasan? Pungli? atau apa ya namanya? yeah, something like that-lah! Hmm…bagi yang ga mau ribet dan biar urusan cepat selesai di pinggir jalan itu ya cepat-cepat keluarin duit lima ribu atau sepuluh ribu dan sorongin dah ke tangannya si pelaku!
Terserah ga pakai helm atau ga ada SIM/STNK semua urusan lewat dengan duit sepuluh ribu!
(Mohon maaf bagi yang tidak berkenan dengan tulisan ini dimuat. Pengalaman yang saya tuliskan benar pernah terjadi. Terima kasih.)
Pulau Simeulue dari luar dan dalam
Keindahan pulau Simeulue memang akan membuat decak kagum siapa saja yang melihatnya. Terlebih lagi kalau kita melihatnya dari atas kapal ferry yang memasuki teluk Sinabang. Pulau-pulau yang mengelilingi pulau Simeulue semakin cantik dengan sunrise yang menyinarinya.

Saat-saat sunrise inilah pesona pulau Simeulue begitu menakjubkan.

Keindahan ini yang membuat saya begitu semangat jika harus dinas ke kabupaten Simeulue. Tapi jika sudah sampai ke pulaunya, perasaan malas pun datang. Bagaimana tidak, jalanan kota Sinabang dipenuhi lubang dan jika cuaca sedang panas terik, debu beterbangan setiap kali ada kenderaan lewat.
Mari sekilas kita melihat keadaan kota Sinabang yang sekian tahun belum juga mengalami perubahan yang berarti sejak pertama kali saya datangi sekitar dua tahun silam. Beberapa foto di bawah ini berhasil saya rekam sebelum batere kamera saya habis. Hehe…

Pasar Baru
Dulunya, sebelum bangunan ini dibangun tempat ini adalah pasar tradisional yang kemudian digusur karena pembangunan. Sampai sekarang bangunan baru tersebut belum juga digunakan.

Mesjid Agung
Adalah mesjid tertua di Sinabang. Bangunannya masih terbuat dari papan dan sangat sederhana sekali. Letaknya berdekatan dengan pelabuhan penyeberangan ferry dan berhadapan dengan Polsek Simeulue Timur.

Polsek Simeulue Timur
Mengapa saya juga mengupload foto kantor Polsek ini? Karena beberapa hari yang lalu saya menerima sms dari salah satu pembaca blog ini dan bertanya tentang keamanan di kota ini. Saya menjawab ga perlu khawatir deh di sini. Keamanan terjamin. Cuma kesehatan yang harus dijaga sendiri. Ga mungkin orang lain yang menjaga kita.

1

2
Dua foto di atas merupakan pusat pertokoan dan warung di kota Sinabang. Pada foto nomor 2 ada bangunan berkubah yang belum selesai. Katanya bangunan itu bakal gedung Islamic Center di daerah ini. Aceh Barat aja belum punya tuh..

Bekas kebakaran
Terjadi pada bulan Februari 2009 lalu. Hingga kini sudah beberapa toko yang kembali dibangun. Kebakaran terjadi diduga dari ledakan tabung gas.
Begini nih suasana di salah satu bekas pertokoan bekas tsunami yang ditempati oleh pedagang kaki lima.
Pemukiman penduduk yang masih bersebelahan dengan pusat pertokoan. Di sini rumah-rumahnya rapat-rapat sekali dan hampir semua bangunannya terbuat dari bahan papan.

Zona Debu
Kita memasuki daerah paling berdebu se-Sinabang! Bagi pengendara motor siapkan helm dan masker penutup hidup karena debu yang beterbangan bisa menyebabkan ISPA! Pada sisi kanan ini jalanannya beraspal sampai 200 meter ke depan dan jalan selanjutnya kembali berlubang dan penuh debu jika dilewati. Pada sisi kiri memang sudah hancur lebur, penuh lubang dan debu.
Padahal jalan ini merupakan jalan utama menuju pusat perkantoran dan bandara Lasikin.
Ada banyak potret-potret Sinabang lainnya yang ga sempat saya foto gara-gara lupa ngecharge baterai kamera. Ini pun saya ngambilnya pas di hari terakhir saya di sana.
05.21.09
Sinabang dalam debu
Sekarang saya sedang di Pulau Sinabang. Hari senin lalu (18/05) saya bertolak dari pelabuhan ferry Labuhan Haji dari jam 10 malam dan tiba jam 7 pagi di Sinabang.
Pengalaman baru bagi saya berlayar dengan KMP Teluk Sinabang yang saya dengar dari banyak orang adalah bantuan BRR. Alhamdulillah saya dapat menyewa dua buah ranjang untuk kami beristirahat selama perlayaran ke Sinabang.
Uniknya, kamar ABK yang disewakan ini letaknya paling bawah. berdekatan dengan kamar mesin dan tepat di bawah muatan truk. Sekali-sekali sering terdengar seperti suara gesekan atau benturan dari sisi kapal. Sedap-sedap ngeri lah…Untungnya saya dapat tidur dengan lelap sampai subuh.
Hari pertama di Sinabang lumayan menyenangkan. Pekerjaan yang saya kerjakan bersama tim juga tidak mengalami hambatan. Tapi yang menjengkelkan adalah debu yang beterbangan di sepanjang jalan Sinabang. Akibatnya saya harus ekstra membersihkan wajah saya yang kembali berjerawat.
Semenjak pertama kali saya datang ke pulau ini pada tahun 2007 silam, satu hal yang menjadi masalah besar bagi saya (dan juga masyarakat di sini) adalah kondisi jalan yang rusak parah. Kemanapun saya pergi pasti jalanan beraspal penuh lubang dan berdebu.
Enam bulan kemudian, saya kembali lagi ke Simeulue dan terpana melihat kondisi yang jalanan kota yang katanya baru sebulan diaspal tapi sudah kembali rusak. Parah! Siapa yang bisa disalahkan? Di pulau ini tidak ada kerikil atau bahan dasar untuk mengaspal yang bagus. Jika diangkut dari luar pasti biayanya sangat mahal sekali.
Sudah tahun 2009 sekarang ini dan jalanan di kota hingga ke daerah-daerah lainnya masih terus dalam tahap pengerasan. Beberapa ruas harus ditambal-tambal karena rusak. Dan debu terus menebal pada rumah-rumah di pinggir jalan, kendaraan dan muka saya!
05.12.09
Televisi
Kejenuhan saya pada acara tv ternyata ada baiknya juga. Yah, ada banyak waktu untuk melakukan hal berguna lainnya kan? Pun saya rasa cukuplah saja menyimak berita-berita. Atau acara traveling seperti Koper dan Ransel, Backpacker, Wisata Kuliner dan sesekali acara musik dan penghargaan sebagai hiburan.
Dulu kok rasanya penting sekali mengikuti infotainment untuk tahu kapan rilis album ini dan ini. Atau ingin tahu bagaimana kelanjutan si artis ini yang berantam sama si artis itu. Bah! Kok ga penting ya? Ga ada gunanya juga tahu apa yang mereka lakukan! Wasting time!
Terus ada reality show yang menayangkan orang-orang yang mencari saudara-saudaranya yang hilang, mengekori pacarnya yang selingkuh dan urusan-urusan pribadi lainnya yang sengaja dipublish lewat acara tv.
Yang paling memuakkan, sinetron striping tiap malam! Seorang teman menyebutnya shit-netron! Acara yang disinyalir sebagai bentuk pembodohan masyarakat ini malah mendapat rating paling tinggi. Entah rating dari mana pula ini. Gara-gara tayangan celaka ini saya tak bisa menonton Extravaganza. lol…
Akhirnya, tiap malam saya keluar dan mencari hiburan sendiri. Kalau bukan ke warnet pasti nongkrong di stand burger atau ke kantor atau tidur-tiduran sambil ngeplurk via handphone. Lebih seringnya bersepeda keliling Meulaboh sampai berkeringat.
Jam 11 malam, giliran saya yang menguasai tv dan menghidupkan dvd player. Movie times!
05.11.09
Keabnormalan hari
Minggu yang acak-acakan, amburadul, berantakan! dan entah apa pula namanya untuk menyebutkan ketidakjelasan minggu yang saya lewati selama satu minggu lalu.
Keabnormalan kondisi tubuh yang membuat semua sistem yang sudah teratur rapi menjadi acak dan mengacak pula isi kepala saya. Ditambah pula dengan pekerjaan kantor yang seperti tak selesai-selesai dikerjakan. Yang data ini belum lengkap lah, data yang sudah diinput ke program harus dikoreksi lah, laptop induk rusak lah, dan lah-lah lainnya yang mengesalkan! Pening dibuatnya!
Ternyata perubahan pola makan saya yang semakin tidak teratur sepertinya juga penyebab dari melemahnya tubuh saya. Asupannya tidak seimbang dengan kegiatan saya yang bejibun. Kerja dari pagi sampai sore hingga tengah malam. Dan bangun subuh dilanjutkan dengan olahraga. Biasanya sepedaan, tapi beberapa hari lalu, saya mencoba joging.
Hasilnya, seluruh tubuh saya sakit! Pegal-pegal semuanya! Hari ini saya ke kantor dengan badan panas dan lemas. Huff…
Makan malam saya cuma roti dan jus. Besoknya, sarapan juga dengan roti dan jus kotak yang saya beli kemarin. Badan sudah sangat panas dan kepala pusing sekali. Digoyangin dikit saja terasa bergoyang isi kepala ini. Huff…
Saya sempat terbengong beberapa detik lalu terkakak sendiri melihat gayanya yang meniru habis-habisan presiden Amerika itu. Kocak dan unik!
Tentang Manohara yang baru saja dibebaskan dari salah satu kerajaan di Malayasia itu. Saya malah ga peduli dengan pemberitaannya yang sebelum-sebelumnya. Tentang KDRT yang diberitakan terjadi pada Manohara. Tapi saya terpesona dengan kecantikannya. (lol).





