Jamuan mewah di Meukek

17 November 2009 at 12:04 pm | In Indonesia, backpacking, enjoY, foto, inmymindthatican'tcontrol, liburan | 4 Comments
Tags: , , , , , , , , , ,

Sebelumnya aku mau cerita dulu nih tentang enaknya warga Desa Seuleukat di Bakongan. Sebuah kampung tempat kami melewati dua malam yang penuh damai. Kampung dengan keasriannya. Gunung yang hijau, suara siamang bersahut-sahutan pada pagi hari, udara segar yang selalu tersedia.

Alhamdulillah, hutan di daerah ini masih alami. Tidak begitu rusak oleh penebang-penebang liar. Buktinya, siamang masih terus bersuara setiap pagi. Lagi, air yang tak pernah berhenti mengalir. Sebuah mata air yang ga pernah kering terus memasok kebutuhan air bersih warga. Mereka ga perlu pompa air. Jadi sekalipun listrik padam, mereka tetap bisa mandi dengan air yang sejuk dan bersih. Aku paling senang mandi di sini. Airnya dingin dan kalo selesai mandi, badan betul-betul terasa sangat segar.

Selesai shalat subuh, aku dan Iwan berjalan-jalan sebentar. Kami melewati sebuah jembatan yang dibawahnya mengalir sungai yang berbatu-batu. Lalu kolam-kolam ikan yang permukaannya dihiasi teratai. Di pinggir jalan beraspal, terhampar buah pinang yang sedang dijemur. Dalam perjalanan kembali ke rumah aku menyempatkan diri melihat kolam ikan mas di depan kompleks SD.

Gunung Kapur

Gunung Kapur

Foto di atas adalah gunung Kapur. Jalannya yang mendaki tinggi dan sangat ekstrim sering menjadi momok bagi para sopir angkutan yang berangkat dari arah Subulusalam. Banyak yang mengalami kecelakaan di sini. Pak Guru bilang, kalo ada pengendara motor yang jatuh disitu, ga bakalan selamat. Uniknya, warga disekitar situ malah sudah terbiasa dengan keadaan jalan yang sangat berbahaya itu. Malah ada yang berani membonceng dua orang di belakang motor. Ckckck…

Sekitar jam sembilan, kami melaju dengan Suzuki Arashi menuju Tapaktuan. Kami berhenti sebentar di Puncak Panorama Hatta dan mengambil beberapa foto.

Pemandangan dari atas Puncak Panorama Hatta

 

Sampai di Tapaktuan, satu-satunya tempat yang paling pengen aku datangi cuma kolam yang di Lhok Bengkuang itu. Kami pun ke sana dan berenang sepuasnya. Sejam kemudian kami jalan lagi dan singgah di Meukek. Kampungnya Iwan.

Di rumah Iwan, lagi-lagi aku dijamu dengan cara yang sangat khas. Aku jadi malu sendiri karena merasa hal ini terlalu berlebihan. Tapi begitulah cara orang-orang di kampung menghargai tamu mereka.

Jamuan spesial itu terjadi ketika makan siang, mereka sudah menyiapkan nasi beserta lauk dan sayurnya di atas sebuah talam besar. Biasanya jamuan makan siang seperti ini cuma untuk tamu-tamu yang datang dari jauh dan saudara dekat atau orang yang dianggap istimewa/penting.

Makanannya sederhana saja tapi rasanya dijamin maknyus-top markotop! Cuma gulai ikan, sayur daun kates (pepaya) yang sudah tidak begitu pahit lagi. Ada sambal terong, ikan goreng balado dan yang paling istimewa itu adalah sambal kelapa. Itu yang piringnya diantara gulai ikan dan ikan goreng balado. Cobalah kawan rasakan sedikit, pedas, asin dan segar kelapanya benar-benar menyusup sampai ke dalam lidah dan ingin tambah lagi dan lagi. Hmm…ckckck…

Another part of susahnya jadi PNS!

17 November 2009 at 9:39 am | In inmymindthatican'tcontrol | Leave a Comment
Tags: , , , , , , , , , , ,

11 November 2009

Kami tiba di Bakongan-di kompleks rumah SD di rumahnya saudara Iwan setelah Isya. Istirahat sebentar lalu mandi dan shalat. Makan kemudian ngobrol ngalur-ngidul lagi seperti malam kemarin. Kali ini kami lebih banyak membicarakan tentang luar biasanya suasana pendaftaran cpns di kantor walikota dari pagi sampai sore tadi.

Saudara Iwan-yang lalu kita sebut saja beliau Pak Guru karena ga tau namanya siapa(LOL)-bercerita betapa sulitnya menjadi PNS setelah sekian lama honor menjadi guru di daerahnya. Setelah mendapat kesempatan menjadi PNS melalui jalur pemutihan tapi untuk menjadi PNS 100% harus melalui proses yang amat lama dan sangat sulit.

Persis sama dengan pengakuan seorang pendaftar cpns asal Singkil yang aku temui tadi sore di kantor walikota. Kata abang itu, “kalo lewat pemutihan itu kita dibuatnya seperti pengemis!”. Begitu juga dengan Pak Guru Bakongan ini, beliau mengalami pemeriksaan berkas selama sebulan dan setiap hari berkas yang diajukan selalu salah. Padahal berkas yang beliau serahkan ukuranya setebal kamus bahasa inggris. Ada saja yang dipersalahkan oleh petugas di kantor dinas itu.

Dan apa yang kami rasakan ternyata masih belum seberapa rupanya. Tapi bagi yang merasakan, hal ini sungguh amat melelahkan. Untuk mendaftar saja kami harus bertahan berjam-jam melewati berbagai macam rintangan selama perjalanan ke tempat tujuan. Kami harus bertahan berjam-jam kemudian untuk menanti selembar kartu pendaftaran yang terasa begitu mewah ketika sampai di tangan.

Ini baru awal dari perjuangan kecil kami, tanggal 23 nanti kami harus kembali lagi ke Subulusalam untuk mendapatkan kartu ujian dan tanggal 25 kami harus berjuang lagi menguras semua pikiran kami untuk melewati tes cpns. Berbagai persiapan sudah aku persiapkan. Mulai dari mendownload berbagai macam contoh soal cpns dan mempelajarinya. Lalu mengasah terus rasa optimis di dalam dada.

Sumber : hinamagazine

Dari pengalamanku sebelumnya, menjawab soal-soal itu bukanlah perkara gampang. Berbagai pertanyaan sulit yang ga pernah aku pelajari ada di situ. Seperti soal-soal skolastik yang memang sedikitpun ga bisa aku jawab. Hanya menebak-nebak. Memilih pilihan mana yang menurutku paling benar. Menjawab 150 soal lalu membulatkan jawaban pada lembar jawaban dalam waktu 90 menit bukanlah waktu yang lama. Itu terasa sangat singkat, tapi duduk selama 90 menit itu terasa seperti sudah duduk seharian. Membuat pantat pegal, leher sakit dan pinggang ngilu.

Cuma semangat aja yang ga boleh susut. Mundur selangkah bakalan terdepak semakin jauh di belakang. Menjadi PNS memang bukan cita-citaku, tapi karena kondisi yang memungkinkan untuk ke arah sana dan mumpung sedang ada kesempatan. Jika memang bukan rejekiku di situ ya harus gimana lagi. Usaha yang lain pasti akan menyusul jika usaha yang sekarang ga berhasil.

Man jadda wajada!

Sakitnya Mendaftar CPNS! (Part 3)

16 November 2009 at 4:30 pm | In inmymindthatican'tcontrol, jangan menyerah, perjalanan | 2 Comments
Tags: , , , , , , , , ,

Bangun subuh, shalat dan mandi. Manasin motor sebentar dan berangkat ke warung untuk membeli kue-kue. Sudah kebiasaan di kampung kalau sebelum sarapan dihidangkan kue-kue. Tapi ternyata disini cuma ada donat dan energen. Tidak ada warung kopi dan penjual bermacam-macam kue seperti di Meulaboh.

Sudah agak terangan sedikit, kami berkemas lalu pamit ke sodaranya Iwan (anehnya Iwan sendiri ga tau nama abang itu) LOL.

Perjalanan kali ini benar-benar melelahkan, kami harus berputar-putar, naik-turun, meliuk-liuk mengikuti jalan beraspal yang menyusuri pegunungan yang gundul. Ratusan hektar pegunungan tidak lagi ditumbuhi pohon tropis. Semuanya teratur rapi pohon kelapa sawit. Pemandangan yang mengenaskan buatku.

Dua jam perjalanan membawa kami memasuki kota Subulusalam. Setelah berpenat-penat melintasi pegunungan dan sekarang kami berjuang untuk mendaftar cpns. Aku ketemu Dewi dan mencari seseorang yang bisa dibayar untuk menuliskan surat lamaran. Ternyata kami masih harus menunggu berjam-jam lagi untuk dapat giliran. Akhirnya inisiatif sendiri, aku meminta Dewi untuk menuliskan surat-suratnya. Bermodalkan kertas bergaris dan kerta HVS akhirnya Dewi yang menuliskan surat-surat kita semua. Iwan sudah siap dengan sogokan sepiring lontong untuk Dewi dan aku dengan sabar menunggu di samping.

Beberapa kali salah tapi Dewi terus moved on menuliskan empat lembar surat untuk aku, Iwan dan Dika dan untuk dia sendiri tentunya. Setelah selesai semuanya, aku masukkan ke masing-masing map berikut berkas-berkas pendukung lainnya dan aku masuk ke dalam arus puluhan pendaftar di depan loket pendafataran di kantor walikota.

3

Suasana loket pendaftaran cpns di kantor walikota Subulusalam

Aku berdesak-desakan menanti nama kami dipanggil jika surat lamaran kami ada yang salah dan harus dikoreksi. Sejam, dua jam, tiga jam aku berdiri di tengah-tengah desakan manusia dengan berbagai aroma dan tingkah. Ada yang meneriakan setiap nama yang dipanggil dari dalam kantor dan para peserta lainnya pun menyahut dengan teriakan nama lalu mengoper map yang berkasnya salah ke pemiliknya di belakang.

Keringat mengucur di punggung dan tangan, betis terasa sangat pegal dan kerongkongan kering. Aku menyerah dan memilih menunggu di belakang saja. Aku membeli tiga botol air dan membagikannya ke kawan-kawan. Tak ada tempat duduk selain teras kantor yang kotor.

Nama kami tetap tak kunjung dipanggil bahkan hingga jam makan siang tiba. Loket pun ditutup. Kami ke warung di dekat rumah tempat Dewi menginap. Di depan warung terpampang pamflet besar berwarna coklat yang bertuliskan CV Mentari Tour dan beberapa mobil L300 diparkir menutupi jalan masuk warung. Setelah makan pun, rasa pegal di betis dan di pinggang tetap tak mau berkurang. Hanya shalat zuhur yang mengobatinya. Dan hujan pun turun dengan anggun mendinginkan semua persendian kami.

Ngilangin penat dengan memfoto orang

Jam dua lewat, pendaftaran pun ditutup. Sekarang petugas masih terus meneriakan nama-nama peserta yang surat lamarannya salah. Kesalahan kecil seperti penulisan “foto copy” yang seharusnya tidak ada spasi antara foto dan copy. Atau peserta lupa menuliskan nama di belakang cetakan foto. Ada juga yang peserta yang tidak mengerti menuliskan surat lamaran. Beberapa kali petugas mengembalikan surat lamaran yang tidak dituliskan formasi apa yg dilamar.

Seluruh kaki kembali mengalami pegal yang hebat, pinggang benar-benar sakit sekali sekarang. Entah kesabaran darimana pula sehingga aku betul-betul sungguh sekali menanti nama kami dipanggil. Sedangkan Iwan dan Dewi menunggu dengan bosan di luar lingkaran peserta yang berdesak-desakkan. Kemudian nama Iwan dipanggil. Ternyata surat lamarannya ada yang salah. Tempat lahirnya tidak sesuai dengan ijazah. Di ijazah dituliskan Rotteungoh, tapi di surat dituliskan Rotteungoh, Meukek. Iwan kembali meminta bantuan Dewi untuk menulis ulang suratnya di depan kantor Wakil Walikota.

5

Jenuh

Jam setengah empat sore, kami terus menunggu dengan harapan tidak ada surat kami yang harus dikoreksi. Seorang peserta asal Medan sudah memasukkan berkasnya pada jam 9 pagi tadi tapi hingga sekarang belum juga dipanggil. Alhamdulillah, namaku dan Dika dipanggil dan petugas menyorongkan dua lembar kartu pendaftaran. Dewi semakin ga sabar karena namanya belum juga dipanggil. Padahal berkas-berkas kami sudah aku masukin sekalian jam 11 tadi. Sekitar jam empat, nama Dewi pun dipanggil dan menerima kartu pendaftaran.

Lalu kemana Iwan? Hapeku bergetar, Iwan is calling. DOH!!! Ternyata dia sedang santai duduk di sebuah kios voucher pulsa di samping kantor. WT*! Perasaan aku sedari jam sebelas tadi nungguin semuanya tapi kok dia yang tumbang duluan? Huhh…pengen kesal tapi entah kenapa kok saat itu aku ga bisa kesal. Yah, sabar emang ga ada batasnya. Aku menunggu lagi di sana bersama dengan puluhan pendaftar yang mulai kecapean. Alfian, anak Medan yang tadi aku ajak ngobrol bernasib sama dengan Iwan, suratnya harus diperbaiki lagi. Lalu nama Iwan pun dipanggil, aku menerima kartu pendaftarannya.

Kami berdua istirahat sebentar di kios voucher yang rupanya pemiliknya adalah mantan pacarnya Iwan waktu di Meukek. Dan berkat suami mantan pacarnya itu pula berkas Iwan bisa diterima lagi, padahal berkas-berkas pendaftaran sudah tidak bisa lagi dimasukkan jika sudah lewat jam 3 sore.

Kami shalat di mesjid yang ga jauh dari kantor walikota, lalu tancap gas kembali pulang ke Bakongan.

Sakitnya Mendaftar CPNS! (Part 2)

16 November 2009 at 3:24 pm | In backpacking, foto, inmymindthatican'tcontrol, kerja oh kerja, perjalanan | Leave a Comment
Tags: , , , , , , , , , , , , ,

09 November 2009

Doh! Sudah ke Part 2 pula nih! Iya, kawan. Ternyata ga cukup satu postingan untuk menulis betapa beratnya perjuangan mendaftar CPNS.

Kali ini aku akan menceritakan bagaimana aku dan Iwan mencoba keberuntungan kami dengan mengikuti CPNS di Pemko Subulussalam. Seharusnya membutuhkan 7-8  jam perjalanan dengan mengendarai motor. Tapi kami butuh lebih dari 8 jam untuk sampai ke sana. Ya, karena kami memutuskan menginap saja di desa Seuleukat-Bakongan-di rumah sodaranya Iwan.

Perjalanan dari Meulaboh ke Aceh Selatan berjalan dengan selamat. Kami melewati ‘jalan bawah’, yaitu jalan yang ga perlu melintasi pegunungan Trans yang terkenal dengan kelokannya yang mengocok perut jika naik mobil. Memasuki Langkak dan tembus di Lamie. Di jalan bawah itu kami beberapa kali dihadang air sungai yang meluap hingga ke jalan raya. Tapi untungnya masih bisa dilalui Suzuki Arashi tangguh berwarna biru milik Iwan itu.

Kali ini, perjalanan tidak begitu terasa merana karena jalan yang kami lalui tergolong gampang. Sekali-kali aku dan Iwan bergantian untuk menyetir motor. Sampai di Labuhan Haji, kami berhenti sebentar di rumah kakak. Lalu berhenti lagi di kampungnya Iwan, Meukek. Disana saya disambut oleh keluarga besar Iwan.

Sebuah rumah sederhana di dalam perkampungan yang sangat akrab sekali. Sebuah kampung yang terletak di bawah gunung ini terasa sangat sejuk tapi menghangatkan dengan lingkungan yang sangat dekat satu sama lain. Sepertinya semua tetangga Iwan adalah sodara-sodara dekatnya. Sama seperti di kampung ayah di Labuhan Haji. Tetangga disekitar adalah sodara-sodara dekat kami juga.

Setelah makan siang (lagi) dan shalat zuhur kami berangkat lagi. Melewati kota Tapaktuan, aku terperangah melihat pemandangan laut yang luar biasa indahnya. Cantik. Sungguh menawan. Pelan-pelan kami meliuk-liuk di sepanjang lereng gunung yang disamping kanannya jurang dan pemandangan menakjubkan itu tersaji begitu sempurna. Jurang pun tak terlihat mengerikan lagi. Kami melewati Jambo panorama Hatta. Sebuah jambo atau pondok yang dulunya pernah dijadikan tempat singgah oleh Bung Hatta setelah berkeliling Aceh pada tahun 1953.

Puncak Panorama HattaKemudian pemandangan tak begitu menggairahkan untuk diperhatikan. Hanya alang-alang, rumah-rumah, kios-kios lusuh. Memasuki Bakongan, kami memperlambat laju motor. Iwan menelepon saudaranya dan beberapa menit kemudian tiba juga di rumahnya. Berada dalam kompleks perumahan SD. Sambutan hangat khas pedesaan. Senyum lebar dan kopi kampung panas yang nikmat. Semua penat pun hilang.

Setelah Azhar kami memutuskan untuk berkeliling sebentar melihat daerah sini. Mencoba menjajaki Gunung Kapur yang terkenal sangat berbahaya di kalangan para sopir L300. Aku yang bawa motornya. Sudah mulai senja dan beberapa truk melintas dan menerbangkan debu-debu dari tanah merah di sepanjang jalan beraspal itu. Awalnya pasang gigi empat lalu turunin lagi ke gigi tiga dan ganti lagi ke gigi dua. Tapi masih terlalu berat, aku oper lagi ke gigi satu hingga akhirnya kami sampai juga ke puncaknya. Sebuah rumah makan masih buka dan kami berhenti untuk membeli keripik ubi. Buat bekal nanti malam.

2

Salah satu pemandangan dari atas bukit di bawah Gunung Kapur

Bermalam di Bakongan adalah salah satu pengalamanku yang seru. Berada di perkampungan yang dibelah oleh sebuah jalan raya yang sepanjang malam terus dideru dengan motor, mobil dan truk. Malam itu kami membeli empat bungkus Supermi, dapat bonus pula dari yang punya kios berupa cabe rawit, tomat dan bawang. Nah, aku pula yang didaulat untuk memasak mie. Akhirnya jadilah mie racikanku yang super pedas dan ckckck…enak gilaaa!!!

Sedikitpun kami tak terpikir kalo besoknya kami akan didera habis-habisan ketika mendaftar CPNS di kantor walikota Subulusalam. Malam ini kami lewati dengan menikmati mie goreng basah super pedas dan sebungkus keripik ubi yang gurih. Gelak tawa kami menyaingi suara rintik hujan yang menderu di atap seng sekolah. Udara semakin dingin dan kami pergi tidur. Hanya beralaskan tikar pandan di ruang tamu. Aku dan Iwan tidur dengan damai.

Hidup memang akan selalu lebih indah jika dilewati bersama-sama.

Sakitnya mendaftar CPNS! (Part 1)

16 November 2009 at 1:46 pm | In inmymindthatican'tcontrol, jangan menyerah, kerja oh kerja | 1 Comment
Tags: , , , , , , , , ,

Alhamdulillah, akhirnya setelah resmi bergelar Sarjana Ekonomi, aku memberanikan diri untuk melongok ke setiap kolom iklan lowongan kerja di koran dan situs/blog penyedia lowongan kerja.

Dan beruntungnya lagi, bulan ini sedang musimnya penerimaan CPNS. Ini adalah kali pertama buat aku mendaftar CPNS. Setelah kuliahku selesai dan kopian ijazah sudah di tangan, keberanian untuk mencari kerja semakin besar. Semakin percaya diri dengan gelar di belakang nama itu. Sekalipun ijazah keluaran dari sekolah tinggi biasa yang saat ini belum juga terakreditasi tapi semangat untuk mengubah nilai penghasilan terus bertambah. :D

Grasak-grusuk melegalisir semua berkas yang dibutuhkan, cetak foto, ngurus SKCK dan AK1. Selesai juga dalam 2 hari. Nulis lamarannya sama seorang kawan trus besok langsung kirim via pos.

Udah. Segitu saja kah? No man! Baru ngurus hal seperti itu saja sudah menguras banyak energi dan uang dan waktu. Harus mondar-mandir ke sana-ke mari. Oke, satu step udah selesai. Sekarang nunggu pengumuman lulus tes administratif.

Aku, Jaya dan Iwan mencoba keberuntungan kami di KPU. Beberapa hari kemudian, aku buru-buru berangkat ke Banda Aceh setelah mendapat kabar dari adik kalau namaku lulus tes adm. Kedua kawanku belum beruntung rupanya. Jadilah aku mengendarai motor sendirian dengan harapan cemas. Karena seharusnya hari itu adalah hari terakhir pembagian kartu ujian tertulis. Aku terus berdoa semoga besok masih bisa mendapatkan kartu ujian itu.

Jam 11 malam, aku sampai dengan selamat di Banda Aceh. Sebelumnya aku melewati cuaca yang buruk selama perjalanan. Aku kehujanan di atas pegunungan. Mulai dari gunung Aneuk Manyak sampai di Tangse hujan pun reda. Tapi udara dingin tetap menyelimuti.

Memasuki pegunungan yang di sisi kirinya jurang terjal dan dalam menanti jika tak hati-hati mengendarai motor. Udara dingin mulai menyergap, jemariku mulai terasa perih karena dingin dan terasa kaku. Gerimis mulai turun dan suasana semakin gelap. Kabut mulai membatasi pandangan mata. Lalu hujan pun turun dengan lebat. Lengkap sudah penderitaanku.

Tak pernah terbayangkan jika akan mengalami hal ini di tengah-tengah pegunungan lebat ini. Sendiri dan kedinginan-menggigil hebat! Hati mulai merasa, beginilah sakitnya mencari kerja. Jarak ratusan kilometer ditempuh. Cuaca seburuk apapun yang menghadang harus dilewati. Jalan mendaki gunung dan jurang menganga di banyak kelokan dijajali. Semua aku lakuin hanya untuk mengambil sebuah kartu keramat. Kartu ujian mengikuti tes CPNS!

Dalam perjalanan panjang dan melelahkan itu, aku merasakan betapa susahnya para sarjana pengangguran mencari kerja. Paling tidak, aku sudah mengalaminya sendiri -walaupun mungkin belum seberapa-dan akan terus mengalaminya selama dua bulan ke depan ini. Ini membuatku semakin menghargai para pekerja-pekerja keras yang kulihat selama ini. Para buruh yang membanting tulang-memeras keringat. Karena mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan yang kita inginkan itu ga gampang! Butuh pengorbanan dan perjuangan yang luar biasa besar! Dan yang ga berhasil harus bersedia menjadi pekerja kelas bawah sampai mereka menemukan pekerjaan yang sesuai atau mereka akan terjebak selamanya pada pekerjaan itu.

Di Banda Aceh, aku singgah di Peunayong. Berhenti sebentar melepas penat karena hanya sempat beristirahat dua kali ketika menunaikan shalat Ashar di tengah pegunungan menuju Tangse dan Magrib di kota Tangse. Tiba-tiba saja aku kelaparan lagi dan berhenti di gerobaknya Kebab Turki. Setelah kenyang melahap kebab, aku menuju radionya Husni dan baru pulang ke rumahnya jam satu dini hari.

Pagi jumat (entah tanggal berapa) sekitar jam 9-an aku berangkat ke kantor KPU dengan hati yang lapang. Pengambilan nomor selesai. Ternyata hari itu masih banyak sekali para peserta yang belum mengambil nomor ujiannya. Pulangnya aku menyelesaikan beberapa urusan dengan adik dan beberapa pesanan kawan-kawan. Nginap semalam lagi di rumah Husni dan besok paginya aku pulang ke Meulaboh-dengan penderitaan yang ga jauh beda saat aku berangkat dari Meulaboh ke Banda Aceh.

Ngeramein ulang tahun Aceh Blogger yang kedua di Ujong Batee

6 November 2009 at 3:18 pm | In blog, enjoY, foto, liburan, love, perjalanan | Leave a Comment
Tags: , , , , , , , , , , , , , , ,

Alhamdulillah… Setelah penat yang menyerang setelah ikut ujian cpns di stadion Lampineung, nungguin hujan reda selama setengah jam sambil mondar-mandir dan ngebiarin darah mengalir ke seluruh tubuh setelah sempat terhambat karena duduk terus selama 2 jam lebih-akhirnya aku bisa menghirup udara segar. Aroma udara setelah hujan bikin segar sampai ke dalam kepala.

Hujan lebat berganti dengan gerimis tipis. Ga peduli lagi deh dengan basah, yang penting keluar dari stadion yang ‘mengancam’ itu. Pulang ke rumah sebentar, keluarin alat-alat ‘perang’ dari dalam ransel, masukin handuk dan kolor (ga kepake juga).

Langsung saya tancap gas ke Krueng Raya. Lumayan jauh juga sih pantainya tapi kapan pernah jarak jadi masalah buat saya? Hoho… Kalo buat ke pantai, sejauh apapun, pasti saya datangi kalo emang ada kesempatan. Berhenti sebentar di mesjid, zuhur trus lanjut lagi. Ga nyampe tiga puluh menit akhirnya saya nyampe juga di lokasi rekreasi pantai Ujong Batee.

(doh) sebelumnya saya nyasar! Saya salah masuk jalan yang ternyata itu lokasi perumahan pelabuhan sepertinya. Haha…

Bayar tiga ribu deh buat masuk ke lokasi. Jalan pelan-pelan dengan motor meutuah saya sambil celingak-celinguk liatin keramaian. Di kepala sih udah ngebayangin beberapa wajah yang dikenal. Tapi kok ga ketemu-ketemu juga ya?Ini jalannya saja sudah 500 meter. Eh ternyata mereka ngumpulnya di paling ujung.

Saya nemuin Baiquni dan kawan-kawan sedang lesehan di atas tikar. Bang Husni sedang makan nasi bungkus dan ngeliat saya langsung nawarin makan dalam bahasa aceh. Saya yang aslinya tidak begitu paseh (pasih) berbahasa Aceh cuma bisa menjawab seadanya : Jeut bang… :p

Sejam kemudian, Muda Bentara datang, wajah baru bangun tidur, persis seperti muka saya 4 jam yang lalu.  Haha…

Acara khususnya sendiri kita mulai sekitar setengah jam kemudian. Karena acaranya dari kita untuk kita jadi kesannya agak terbengkalai. Tapi acaranya malah gila seru!

Padahal nih ya, acaranya sederhana sekali. Idenya persis seperti acara tujuh belas agustusan! Lomba makan kerupuk dan tarik tambang! Tapi bagi saya acara ini sudah ngilangin semua beban di pikiran dan di badan setelah 2 jam lebih ngikutin ujian tadi pagi.

1Nah, saya ikut lomba makan kerupuk. Anginnya kencang dan kerupuk di depan muka melayang-layang. Gimana mau makannya coba? Ga akan bisa kalo ga dipegangin dulu. Haha..Emang dasar otak saya curang, tanpa merasa bersalah, saya pegangin talinya dan saya makan. Hahaha… Kawan di samping saya, Bang Fadli dan Liza juga berjuang. Tapi perjuangan Bang Fadli lah yang pantas diberikan penghargaan. Karena Liza juga tak tahan untuk tidak bermain curang. LMAO.

Nah, karena kadar kecurangan saya lebih berat maka saya dinobatkan sebagai juara ketiga, Liza juara kedua dan Bang Fadli lah yang jadi anak mudanya. Juara pertama!

2Next!

Tarik tambang!

Jumlahnya sih ga banyak. Masing-masing tim punya 6 orang anggota. Di tim kami, semua anggotanya kurus-kurus. Tapi sebelah lawan, postur tubuh mereka pada berisi semua.

Hmm…ronde pertama. Kami pasang formasi. Bang Fadli sebagai wasit garis, blogger cewek sebagai fotografer. Tarikan pertama (selama bertahun-tahun ga pernah) narik tambang terasa menyiksa kulit telapak tangan. Tapi semuanya jadi ga terasa karena kekompakan tim kitalah yang membawa keberhasilan tim. Walaupun postur tubuh kami yang tidak seberapa dibandingkan lawan, tapi semangat mampu membawa kami menjuarai lomba tarik tambang ini. Ronde kedua pun kami menangi lagi setelah mendapatkan perlawanan yang lumayan berat juga dari lawan. Check this out.

3

4Liat saja ekspresi kita di saat detik-detik terakhir sebelum kita diputusin menang oleh Wasit Fadli…

Setelah bagi-bagi hadiah, kita lesehan di atas pasir buat ngomongin beberapa hal untuk kemajuan Aceh Blogger yang pada hari itu menggenapi dua tahun usianya.

Emang sih belum banyak hal yang sudah kita lakuin, tapi tetap pada tujuan awal kita yaitu menyampaikan ilmu, memberikan pendidikan kepada masyarakat Aceh khususnya untuk mengenal dunia internet. Berharap masyarakat di lingkungan kita melek dengan dunia teknologi.

Dari diskusi singkat kita kemudian diputuskan beberapa poin yang dapat kawan-kawan adain nantinya. Yaitu :

  • ngadain pertemuan rutin berkala untuk sharing atau silaturahmi, rapat or something like that lah…
  • trus ngebedah tulisan-tulisan orang. Mungkin seperti review atau semacam itu.
  • kepikiran juga tuh dari Liza untuk ngasih award untuk bloggers  terhadap postingan atau yang berhubungan dengan aktivitas ngeblognya.
  • dan yang terakhir kita akan terus ngelakuin sosialiasi blog dan acehpedia, pelatihan blog dan kegiatan-kegiatan amal lainnya.

1Selesai diskusi, kita main-main lagi di pantai. Ada yang nendang bola, menulis di atas pasir, ada yang demo yoga, ada yang ngelanjutin diskusi dan ada yang berenang.

Nah, saya, Bang Husni dan (Bang) Adik Cilak berendam di dalam laut. Lumayan juga nih lautnya cuma sedalam dada dan masih bisa buat berenang. Saya yang ga bawa baju ganti nekad aja nyebur dengan pakaian lengkap. Celana panjang karet dan kaos.

Sungguh liburan yang menyenangkan.

Hahhh… Berada di antara kawan-kawan blogger membuat rasa kebersamaan semakin terasa. Jumlah kita yang memang ga seberapa yang hadir pada hari itu membuat saya seperti berada dalam sebuah keluarga yang utuh. Rumah tangga yang baru berusia dua tahun membuat kita lebih dekat. Sekalipun ada beberapa dari mereka yang belum saya kenal dekat. :)

Semoga Aceh Blogger terus aktif memberikan ilmu dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

BannerABChijau

Maju terus Aceh Blogger… Tebarkan perdamaian ke seluruh dunia…:)

Ga mandi pagi, semoga hoki.

5 November 2009 at 10:03 pm | In inmymindthatican'tcontrol, kebodohanku | Leave a Comment
Tags: , , , , ,

ujian-nasional-240408Hujan turun dengan lebatnya ketika jari-jari saya ngebut menghitamkan bulatan jawaban pada soal cpns yang sedang saya ikuti di Stadion Lampineung siang itu. Suaranya bergemuruh tapi saya tidak peduli sama sekali. Padahal waktu yang diberikan panitia untuk menjawab soal-soal itu sudah lewat 10 menit. Dan di depan saya sudah menunggu seorang petugas memasang wajah tidak sabarnya.

Tiga menit kemudian, akhirnya saya menyelesaikan juga menjawab keseratuslimapuluh soal tersebut. Beberapa detik kemudian saya merasakan seluruh tubuh saya pegal bukan main! Leher serasa kaku, pantat terasa kebas, pinggang terasa sakit, jari-jari pegal, tenggorokan kering-haus, bibir pecah-pecah, perut terasa lapar!

Benar-benar komplikasi yang menyedihkan saya alami pagi minggu (01/11) itu. Bangun jam 7.25 pagi. Langsung panik buru-buru ke kamar mandi dan nemuin bak mandi kosong dan mesin pompa air rusak. Saya berlari ke samping rumah dan menyikat gigi di samping sumur. Cuci muka. Trus masuk lagi ke dalam rumah dan sembarangan mengambil keperluan untuk ujian.

Starter motor dan tancap gas ke lokasi ujian. Nyampe di sana ternyata ujian baru mulai jam 9! Saya nahan lapar sampai jam 12.30! Bayangkan, sodara-sodara. Ikut ujian dengan perut lapar dan kepala terus berpikir nyari jawaban yang bener.

Tapi…(ya, selalu ada hal positifnya) yang bikin senang dan sedikit ngilangin ketegangan saya adalah dapat ketemu dengan beberapa kawan kuliah di sana. Jadi bisa ngobrol-ngobrol dulu sebelum ujian. Untungnya lagi saya dapat tempat duduk yang ga kena panas. Saya dapat tempat di tengah-tengah tempat duduk stadion. Kasian juga sih yg paling bawah, mereka kepanasan terus sampai ujian selesai.

Yah, semoga saja saya lulus ya, semoga ga mandi pagi bisa bikin saya hoki. Hehe…doain Citra ya…:)

19 Oktober, motor, sepeda dan tanggal keberuntunganku

28 Oktober 2009 at 10:07 pm | In backpacking, inmymindthatican'tcontrol, liburan, perjalanan, sepeda | 4 Comments
Tags: , , , , , , ,

Setahun yang lalu sejak saya memutuskan untuk memiliki sepeda dan mengambil keputusan berat yaitu menjual sepeda motor yang dibeli pada ulang tahun saya yang ke 21. Begitu juga sepeda ini. Saya membelinya ketika saya berusia 22 tahun. Semuanya begitu tepat pada saat saya menggenapi usia yang terus berkurang.

Bang Yos 075

Red Horse

Tanpa disengaja sebenarnya. Ga tau juga kenapa harus membeli kendaraan itu justru bertepatan pada tanggal 19 Oktober. Tiba-tiba ada aja rejeki buat ngebeli motor dan kemudian sepeda pada tanggal itu. Alhamdulillah. Artinya tanggal itu memang berkah. Dan semoga selalu diberikan berkah itu, ga cuma ke saya tapi ke setiap orang. Amiiiin… Hehe..

Semenjak motor terjual dan sepeda inilah yang terus menemani. Ke kantor, olahraga, belanja dan apa aja deh pasti dengannya terus.

biking 026

Masih baru, masih kinclong!

Konsekuensinya adalah saya ga bisa lagi ngelakuin perjalanan jauh. Ga  ada traveling dengan motor lagi. Cita-cita keliling Aceh naik motor pun harus saya gantung dulu dan berharap akan datang kesempatan untuk ngelakuin itu lagi. Amin…

Setiap bulan, setiap kali akan ke Banda Aceh selalu saja kesempatan untuk traveling yang bisa saja saya lakukan harus disimpan lagi dalam-dalam. Gantinya have fun aja  deh di Banda Aceh. Hunting dvd atau ke Lampuuk. *sigh*

Btw, nyesal ga sih motorku dijual dan ga bisa traveling lagi? Hmm…ya…nyesal… Ga bisa lagi pulang kampung dan ngelakuin hal-hal gila yang mungkin ga pernah dipikirin orang. Hal gila yang tiap kali ketemu sungai pasti nyebur di tempat sepi. DOH!

Ga bisa lagi ngebut 100KM/jam. Kebut-kebutan dengan truk! Ga bisa lagi ngerasain adrenalin rush ketika nyaris menabrak dan atau ditabrak kenderaan lain. Ga ada lagi deh kehujanan di tengah jalan. Ga bisa lagi ngeliat pemandangan-pemandangan indah (dan mengerikan) selama perjalanan.

Yah, andalanku sekarang adalah kalo motor yang aku jual ke abang sedang nganggur selama seminggu. Baru deh bisa aku bawa buat traveling. Alhamdulillah, kesempatan itu pun datang! Gila aja..seperti ngedapatin durian runtuh aku minta pinjam dan aku bawa ke Banda Aceh. Syukurnya bertepatan sekali pas di jadwalnya Laporan Keuangan di kantor wilayah Banda Aceh.

Well, tunggu cerita pengalaman saya yang bagian ini di tulisan selanjutnya ya… :)

Aceh Youth Forum. Berbeda Kita Bisa!

17 Oktober 2009 at 1:30 am | In Indonesia, blog, inmymindthatican'tcontrol | 7 Comments
Tags: , , , , , , , , , , ,

blog

Youth Forum. Kalo diartiin jadinya forum buat anak-anak muda ya. Nah, kenapa saya ada di sini? Karena saya masih ngerasa muda dan juga dianggap muda oleh yang ngundang untuk ikut berpartisipasi di acara ini (sok muda). Haha!

Aceh Youth Forum yang diadakan oleh Search For Common Ground ini temanya adalah gimana anak-anak muda terlibat dalam perdamaian dan pembangunan Aceh yang mandiri.

Dapat undangan ini saya sih ayok aja. Mumpung lagi ada waktu yang pas buat acara lain. Setelah laporan keuangan di kantor cabang Banda Aceh selesai saya langsung ngelanjutin ke Youth Forum ini.

Anyway, nginapnya di The Pade Hotel. Sungguh my lucky days lah minggu ini. Hehe!

Beberapa hal yang menyebalkan yang terjadi. Dan yang ga enaknya itu malah dari saya sendiri! Yaitu penyakit ngaret yang ga pernah bisa kompromi. Dua kali ngaret! Yang terparah saya sampai melewatkan satu sesi diskusi yang ingin sekali saya ikuti. Tapi…yeah…you know…ngaret never compromise!

Oke, kita tinggalin dulu deh karet-karet itu. Saya masih ngerasain serunya diskusi-diskusi lainnya yang sempat saya ikuti. Tentang pemekaran wilayah aceh menjadi kepingan-kepingan tak berarti yang dicetus oleh pejabat-pejabat haus kekuasaan itu, tentang Syariat Islam, Kekerasan, Seni dan Budaya dan Kecacatan. Tapi tetap saja diskusi yang menarik adalah diskusi yang saya bangun sendiri (so pastilah). Forum tentang mengusung pesan-pesan perdamaian lewat blog atau social networking.

Lebih tepatnya, forum yang saya buat lebih menyerupai sosialiasi ketimbang forum diskusi. Saya malah menyemangati peserta forum yang mengikuti diskusi saya untuk berbicara lewat blog. Juga bantuan dari Ocxie yang membuat suasana lebih hidup. Btw,  ini forum pertama saya dan saya merasa materi yang saya sampaikan masih sangat dangkal. Cuma modal nekad doang buat nulisin judul diksusi di dinding agenda.Tapi surpisingly, ada lima partisipan juga! :D

Lalu hal positif apa yang saya dapatkan di forum ini?

Hal positif yang saya dapatkan adalah : keantusiasan mereka membangunkan saya, nyadarin saya kalo masih banyak hal menarik yang bisa saya lakuin di blog ini. Ga cuma nulis tentang diri sendiri dan cerita-cerita ga jelas lainnya. Tapi juga bisa memberikan informasi yang lebih dibutuhkan orang lain tentang perjalanan perdamaian di Aceh, pembangunan daerah, seni, sosial dan budaya. Mungkin beberapa sudah dapat saya lakuin. Tapi sekarang jadi pengen nulis sesuatu yang lebih bermakna buat orang lain. Tepatnya lebih memaksimalkan semua informasi yang tersebar luas di masyarakat untuk kemudian saya rangkum menjadi semacam berita atau apa sih tepatnya? Yeaa..something like that lah…

Banyak pencerahan juga terjadi di dalam setiap diskusi di sana. Saya merasa ini bener-bener ngagetin. Berada di antara begitu banyak orang yang baru saya kenal. Di tengah-tengah perbedaan. Melihat begitu banyak emosi, opini, saling berinteraksi dengan penuh semangat. Itu semua menyisihkan segala perbedaan yang terlihat dan seperti sebuah kesatuan yang kokoh dan….aku mikir….”wow! ini nih Aceh yang aku liat sekarang. Ini nih, anak-anak mudanya lagi ngomong, berpendapat, memberikan pandangan mereka untuk kemajuan Aceh!”

Seperti sentilan kecil di kulit. Kecil tapi tetap mengernyit karenanya. Sentilan itu seolah bilangin ke saya kalo “begini lho Cit anak-anak muda Aceh sekarang ini. Ada juga kok yang peduli, ada juga tuh yang sangat kritis dengan perkembangan pembangunan untuk kemajuan Aceh.”

Nah lho…sebelum ini aku cuma ngeliat anak-anak muda yang nongkrong sana-sini, ngopi sambil ngomongin motor, pacar, dan hal-hal remeh lainnya. Tapi di Youth Forum ini aku ngeliat sesuatu yang beda. Yap! Semua ini mengubah sudut pandang saya. Menggerakkan setiap angle-angle mata dan pikiran saya ke arah yang lebih luas-ke setiap sudut-jauh ke pelosok.

Intinya, karena perbedaan itu yang membuat kita bersatu dalam forum ini. Cita-cita kita pun sama. Yaitu menyatukan perbedaan demi perdamaian. Memang sulit tapi bukan berarti kita ga bisa ngelakuin apa-apa!

Sampah Blog!

11 September 2009 at 10:15 am | In blog, kebodohanku | 4 Comments
Tags: , , , ,

Baru saja saya membaca blognya Raditya Dika yang tulisannya tentang Tiga Elemen Penulisan Kreatif dalam Blog. Dan Dika bikin saya sadar kalau ternyata banyak sekali entrian dalam blog saya ini adalah sampah! Mungkin ini juga yang membuat banyak pengunjung yang ga mau komentar.

Boro-boro komentar dibaca sampai habis pun mungkin saja enggak karena saking jelek atau ga ada kalimat yang bikin orang pengen ngelanjutin membaca sampai akhir tulisan.

Setelah dibaca-baca ulang, ternyata memang betul seperti apa yang dia tulis di paragraf pertama dari elemen kedua yang isinya begini :

Robert McKee, seorang lecturer dalam bidang penulisan, pernah berkata “90% of first drafts is shit”. Ini berarti, kebanyakan, tulisan yang pertama Anda buat pertama kali adalah jelek. Tulisan dalam sebuah first draft adalah tulisan yang tidak terstruktur, patah-patah, dan lepas dari otak Anda begitu saja. Kemungkinan besar, tulisan di draft pertama Anda juga adalah tulisan yang verbosal, yaitu tulisan yang terlalu boros kata-kata dan tidak ekonomis.

Benar juga, banyak sekali tulisan saya yang ga ada strukturnya. Lepas gitu aja. Ga bikin greget dan ga berisi.

For the first time, saya sadar untuk jadi penulis blog itu ga asal jadi aja. Ga gampang. Perlu banyak latihan dan membaca. Skill menulis yang harus terus diasah dan dipraktekin. Sekian banyak tulisan yang saya tulis merupakan cetusan otak tentang kejadian yang saya lalui atau perasaan-perasaan yang ingin saya sampaikan.

Dan dengan skill yang seadanya, jadilah tulisan itu tanpa peduli apakah tulisan-tulisan itu bagus atau tidak, menarik atau tidak menarik. Karena kurang membaca dan kurangnya ilmu akhirnya tulisan-tulisan itu menyampah di blog ini.

Sekarang jadi kepikiran untuk lebih giat blog walking dan belajar nulis lagi.

I Love Pocong Fuuuulll….Hahh hahh haaaahhh…

30 Agustus 2009 at 2:45 pm | In enjoY, film, foto, inmymindthatican'tcontrol | 11 Comments
Tags: , , , , , , ,

3011228317_6db9033d4fEntah sampai kapan dunia perfilman di Indonesia akan terus disemarakkan dengan perpocongan. Entah apa pula yang hinggap di kepala para sineas-sineas itu yang masih saja mau memproduksi film yang bertemakan Pocong.

Saya sendiri pun pertamanya begitu antusias ketika menyaksikan film Kuntilanak 1-3 dan Pocong 2. Tapi kemudian saya STOP ketika Pocong 3 dirilis!

Tahun 2008 lalu sepertinya memang menjadi surganya film horor Indonesia. Puluhan film horor menggentayangi bioskop-bioskop. Objeknya adalah Pocong, Kuntilanak, Wewe Gombe dan Hantu.

Setiap kali ke toko kaset, saya selalu disuguhkan dengan pemandangan mengerikan! Judul-judul film yang ada kata “pocong”nya! Berikut hasil investigasi saya :

  1. Pocong 2
  2. Pocong 3 (Pocong belajar berhitung)
  3. The Real Pocong (maksudnya Pocong yang laen palsu gitu?)
  4. Sumpah Ini Pocong
  5. Tali Pocong Perawan (Uow uow…Dewi Persik cui!)
  6. Pocong Setan Jompo (yang jompo pun ga mau kalah!)
  7. 40 Hari Bangkitnya Pocong
  8. Pocong vs Kuntilanak (Siapa yang menang?)
  9. Susuk Pocong
  10. Pocong Kamar Sebelah
  11. Pocong Jalan Blora

the real pocongSaya heran, begitu banyak film dengan kata kunci POCONG dan begitu banyak pula yang menontonnya.

Hahhhh… Pocong memang menjadi legenda di Indonesia. Pocong juga terus-menerus dieksploitasi dan dijadikan sumber inspirasi para film maker.

Lalu muncul pertanyaan, Pocong itu ada ga sih? Mereka begitu eksis di dunia perfilman tapi jika mereka memang ada, mengapa mereka diam saja? Apakah mereka tidak tersinggung dan terlanggar hak-haknya dengan penampilan-penampilan mereka yang semakin direkayasa?

kinarpocong

Atau mereka mungkin saja sedang membangun semacam Laskar Pocong untuk menuntut para pelanggar HAP (Hak Asasi Pocong). Atau mereka malah senang dengan hadirnya pocong-pocongan di film dan membuat bangsa pocong terangkat derajatnya di mata para makhluk-makhluk halus lainnya?

Entahlah…Hanya pocong yang tahu…

>>maaf kepada Pocong yang asli jika penulisan ini dan penampilan foto di sini tidak sesuai dengan kaidah dan aturan Dunia Pocong yang berlaku.

Malaysial mengklaim!

30 Agustus 2009 at 1:11 pm | In inmymindthatican'tcontrol | 5 Comments
Tags: , , , , , , , , ,

menarikan-tarian-pendetSekarang lagi heboh-hebohnya tentang klaim-klaim Malaysia untuk beberapa budaya Indonesia yang diakui sebagai kebudayaannya.

Awalnya dari iklan parawisata mereka yang menggubah lagu Rasa Sayange, terus ada batik yang juga diklaim berasal dari negara itu. Ada Reog Ponorogo, rendang dan sekarang tari Pendet.

Geram, kesal, marah!

Iya! Sangat menyebalkan sekali ketika mereka terus-terusan mengklaim kebudayaan negeri kita sebagai milik mereka. Yang bikin saya tambah sakit hati adalah ketika ada wawancara di Metro TV dengan satu utusan pemerintah Malaysia yang bilang kalau iklan itu dibuat oleh pihak swasta.

Lah…lalu pemerintah mereka tidak mengawasi setiap iklan parawisata itu? Betol-betol kali lah pemerintah Malaysial itu. Sudah pulau-pulau kita mau dicuri, eh kebudayaan kita juga diembat! Kenapa tidak sekalian saja budaya korupsi pemerintah kita yang mereka klaim dan mereka budidayakan di negara mereka sana! Kalau bisa dipatenkan sekalian!

Benar-benar mereka itu tidak kreatif sedikit pun. Kenapa sih mereka tidak menciptakan beberapa tarian baru kemudian mereka perkenalkan ke seluruh dunia, “ini lho tarian asli dari Malaysia. Baru seminggu kami ciptakan.”

Atau artis-artis sana bikin beberapa lagu dengan bahasa daerah mereka. Terus dijadiin deh jingle iklan pariwisata mereka. Tapi..bahasa daerah mereka kan cuma satu ya? Mereka adanya cuma bahasa Melayu kan? Huwff…pantes mereka iri sama kita karena negeri kita ini lebih kaya dari mereka.

Hm…sebenarnya ada berapa kebudayaan Indonesia sih yang sekarang kita ketahui? Cuma beberapa saja kan? Padahal ada ribuan kebudayaan Indonesia yang terpendam dan belum kita kenal. Setiap provinsi, setiap kabupaten bahkan kecamatan memiliki keberanekaragaman budaya. Kita sendiri saja susah menghitungnya.

Pemerintah kita memang harus bekerja keras untuk mendaftarkan semuanya dalam satu daftar supaya negara lain tahu dan jangan main comot saja terus mengklaim milik mereka.

Sekalipun tindakan pemerintah sekarang masih terus melakukan komunikasi yang…hehe…agak lamban tapi tentu usaha positif ini harus terus kita dukung.

Ayo Indonesia…kita pasti bisa! Dan kita tidak takut!

LANJUTKAN!

Hapus dosa

30 Agustus 2009 at 12:19 pm | In inmymindthatican'tcontrol, kebodohanku, renungan | Leave a Comment
Tags:

Seringkali, saya disadarkan setelah mengalami berbagai macam peringatan. Beberapa peringatan itu bahkan tidak juga membuat saya sadar hingga akhirnya sebuah peringatan terakhir yang kemudian bisa saya anggap sebuah bencana. Bencana paling berpengaruh dalam hidup. Yang mampu mengubah saya luar dan dalam.

Setelah itu yang saya rasakan hanyalah penyesalan, penyesalan, penyesalan dan terus dalam penyesalan setiap kali saya mengingatnya. Penyesalan yang kemudian diikuti dengan rasa marah, benci, rendah diri, merasa bodoh, kesal pada diri sendiri. Muak!

Mengapa begitu banyak peringatan yang sebelum ini terabaikan? Disadarkan tapi tidak juga mau sadar-sadar.

Saya pikir, saya sudah begitu kuat. Ternyata saya begitu lemah. Lemah menghadapi segala hal yang menimpa saya. Saya juga tak mampu melawan perbuatan bodoh yang selama ini saya lakukan.

Saya terus berada dalam satu lubang dangkal dan begitu dungu melihat begitu banyak tangan terulur untuk membantu saya naik. Tak satupun tangan-tangan itu yang saya gapai. Hingga tebing-tebing lubang itu mulai runtuh dan menanam kaki saya dan saat itu juga kepanikan datang dan merangkak naik ke atas dengan susah payah. Dengan tubuh penuh lumpur dan tanah.

Dan hingga sekarang pun masih terus berusaha untuk membersihkan semua kotoran itu.

Ya, sebagian dari kita baru akan sadar jika suatu tragedi yang mengingatkan atau membangunkan kita dari buaian mimpi yang membuat kita lupa siapa diri kita sebenarnya.

Saat itulah penyesalan yang tak kunjung hilang akan terus menggelayut di kepala sampai ada jawaban akan dosa-dosa itu terhapus. Akankah?

#uniteonkoprol vs #indonesiaunite, kerenan mana?

23 Agustus 2009 at 4:52 pm | In koprol, twitter | 1 Comment
Tags: , , ,

b53e18db04b71c906bfb03adf578edea#indonesiaunite. Beberapa minggu yang lalu sempat heboh di twitter. Seluruh tweople Indonesia bikin topic ini dan mengganti avatar mereka seperti gambar di atas.

Saya sendiri baru hari ini mengupload avatar bertemakan merah putih seperti ini. Yah, sedang di warnet ini makanya sempat deh buat upload avatar ke indonesiaunite.com. Haha…

koprolunite3Koprol pun sekarang mulai mengenalkan #uniteonkoprol. Tapi agak kurang bergema seperti di Twitter yang sampai menarik perhatian televisi dan beberapa media masa lainnya.

Mulai dengan yang baru

23 Agustus 2009 at 3:59 pm | In jangan menyerah, ramadhan | Leave a Comment
Tags: , , , , ,

82671185Bulan puasa ini, alhamdulillah, saya memulai tarawih pertama setelah bertahun-tahun tak pernah melaksanakannya.

Sungguh, ini pengakuan yang sangat memalukan, tapi tahun ini-Ramadhan ini, tak boleh ada yang terlewatkan lagi! Saya buktikan dengan tarawih pertama, sekalipun cuaca yang mulai mendingin, hujan rintik-rintik, saya meneguhkan hati untuk menggunakan kain sarung terbaru dan kaos putih dan meluncur ke Mesjid Agung!

Plong!

Hujan deras mengguyur Bumoe Teuku Umar dengan sejuknya. Kami menyebut ini dengan anugrah. Hujan yang penuh cinta Allah. Sekalipun tenggorokan masih meradang, tapi kesejukannya benar-benar terasa sampai ke rongga dada. Bikin lega…

Saya sulit percaya bisa sampai pada hari paling dinanti oleh milyaran umat Muslim seluruh dunia kali ini. Di  malam tarawihan pertama ini. Berjamaah! Sungguh suatu kemajuan yang sangat berarti bagi diri saya sendiri.

Saya boleh bilang kalau saya berhasil melawan rasa malas ini! That’s mean, saya berhasil mengalahkan bujukan-bujukan setan! Bagus! Mereka di rantai dan sepertinya tidak bisa dekat-dekat dengan saya. Semoga terus begini. Amin!

Puasa pertama-alhamdulillah-berjalan dengan lancar. Ditambah lagi dengan cuaca yang sangat bersahabat. Langit berawan dan udara pun sejuk.

Puasa di hari kedua pun sama, sekali-kali hujan turun rintik-rintik.

Yang jelas, harapan pada bulan puasa kali ini adalah perbaikan diri. Menaikan level diri ke arah yang lebih baik.

Traveling tanpa henti

26 Juli 2009 at 11:12 pm | In perjalanan | 1 Comment
Tags: , , , ,

Capek! Sumpah capek kali sekarang ni. Tapi yah pengennya lepas dari pekerjaan dan rutinitas tiap hari. Dan di sinilah aku sekarang. Banda Aceh!

Kalau dulu itu rasanya kok susaaaaah sekali untuk datang ke ibukota provinsi ini. Tapi alhamdulillah, sekarang jadi malah keseringan datangnya. Berkat kantorku yang baik budi itu yang membuat saya sering bertandang ke sini. Urusan dinas sih, tapi tentunya saya mengambil kesempatan juga untuk berleha-leha setelah kedinasan selesai.

Baru saja seminggu yang lalu saya meninggalkan Banda Aceh, eh sekarang sudah ada di sini lagi. Dinas lagi. Begadang lagi dan jalan-jalan lagi. Tapi ini kok malah menyibukkan diri sampai capeknya jadi berlipat-lipat. Pas nyampe ke Meulaboh seluruh badan jadi pegal-pegal. Hahaha… Whatever deh..yang penting enjoy!

Pagi tadi saya berangkat dari Meulaboh menaiki L300 via Calang ke Banda Aceh dengan Bang Mul. Perjalanan yang menyenangkan kali ini. Saya hanya tertidur kurang dari dua jam. Terbangun ketika berhenti makan siang di Calang.Udara sangat panas. Cuaca cerah sekali. Langit biru dan awan-awan tipis putih berserakan di bawahnya. Awsome!

Sampai di Patek, saya membeli boh drien (durian) seharga Rp. 50.000 sebanyak 6 buah dengan ukuran besar-besar. Beuh… Di Meulaboh saja ga dapat boh drien seukuran itu dengan harga segitu.

Jam setengah tujuh saya tiba di Banda Aceh dengan rambut mengeras, kulit berdebu-berminyak dan leher yang penuh daki. Ck ck ck…

Nyantai pasca bursa

26 Juli 2009 at 10:30 pm | In enjoY, inmymindthatican'tcontrol, liburan | Leave a Comment
Tags: , , , , , , , ,

Bursa semesteran selesai! Alhamdulillah…sekalipun ada beberapa hal yang membuat tim kami kesal yang membuat laporan kami terhambat dan mengacaukan mood anggota tim yang lain, tapi bursa dari tim Meulaboh pun selesai di hari kedua.

Hari selasa (14/07)pagi kami bertolak dari Lhokseumawe ke Meulaboh. Menyisakan tiga hari dinas yang sebenarnya sih bisa saya manfaatkan untuk  liburan ke Medan misalnya. Tapi karena ada ujian final di kampus-di Meulaboh, dengan amat sangat terpaksa saya harus kembali ke Meulaboh. Hmm..coba saja kalau tidak ada final, mungkin saya sudah bergabung dengan Oji atau Ryan di Medan menonton Transformers : The Revenge of the Fallen, Terminator Salvation dan Harry Potter! Beuh..gila bener tuh film-filmnya…

Setelah mengikuti ujian final hari jumat (17/07) jam setengah lima sore di kampus. Saya packing dan memesan tiket untuk ke Banda Aceh. Berangkat malam via Calang dan tiba di Banda Aceh pukul setengah enam. Karena rumah si Husni itu sudah pindah ke Gano, saya ditelantarkan sama si supir gendut itu di Lamdingin. Alhamdulillah waktu itu sudah waktunya shalat subuh dan saya diturunkan tepat di depan mesjid. Yah, Allah Maha Penolong. Saya ditampung di rumahNya.

Selesai shalat (dan sebelumnya juga) jaringan Telkomsel (saya memakai Simpati) NGADAT!! Ga bisa dipakai buat nelpon! Anehnya kok bisa buat internetan! Saya bikin status di FB dengan nanyain : “Gano itu dimana sih?”.

Alhamdulillah. Husni pun bangun subuh itu dan menjawab pertanyaan saya di fb dan selang beberapa menit kemudian saya sudah terkapar di rumah barunya itu.

Selanjutnya saya lupa ngapain. Tidur kali ya… Ha ha ha ha…

Lhokseumawe lagi

11 Juli 2009 at 10:29 pm | In inmymindthatican'tcontrol, kerja oh kerja | Leave a Comment
Tags: , , , , , , , ,

Alhamdulillah. Akhirnya saya tiba juga di kota Lhokseumawe dengan selamat. Kami menginap di penginapan yang disediakan oleh kantor di kantor! Haha… Yah, penginapannya memang di kantor kok. Jadi kami langsung diturunkan dari mobil L300 tepat di depan gedung bursa.

Meulaboh – Lhokseumawe merupakan salah satu perjalanan yang melelahkan kali ini.

Ya, saya duduk paling depan dan diapit sopir dan Kak Ati-salah satu staf yang ikut bursa. Sepanjang jalan saya harus menundukkan kepala karena kaca mobilnya menjadi terasa rendah. Atau kepala saya yang terlalu tinggi kali ya? Yang paling mengganggu kenyamanan adalah kursi busanya yang sudah penyet sebelah kiri. Jadi badan saya pun jadi miring ke kiri. Tidurpun miring-miring.

Kami melintasi pegunungan yang hampir sepanjang jalan terus diguyur hujan. Jam satu siang kami berhenti di Geumpang untuk shalat dan makan siang. Udara di atas puncak gunung Geumpang pada saat itu naudzubillah dinginnya…

Tangan saya rasanya seperti membeku ketika mengambil wudhu. Waktu shalat pun dinginnya terasa sampai ke tulang… Brrrr…

Hujan perlahan-lahan berhenti ketika kami memasuki Beureunuen. Sepertinya daerah ini memang selalu panas. Tapi syukurnya hari ini tidak seberapa panas seperti dulu sewaktu saya singgah di terminalnya.

Dari Meulaboh saya berharap sekali sopirnya akan berhenti di Matang di Kabupaten Pidie Jaya. Yaitu daerah yang sangat terkenal dengan Sate Matangnya. Seumur-umur saya baru sekali makan di sana. Sate kambingnya benar-benar maknyus! Enak tiada banding!

Sebuah kerinduan menyeliputi hati saya ketika mobil kami melewati Bireun. Persimpangan empat di pusat kota membuat saya ingin lagi ke tempat ini dan berbelok ke kanan dan menyaksikan keindahan Danau Lot Tawar di Takengon. Saya juga mendapati losmen tempat saya menginap dulu yang sekarang sudah berubah menjadi rumah sakit swasta.

Sekitar satu dan setengah jam kemudian kami tiba di Lhokseumawe. Kembali teringat waktu dulu saya masih punya motor. Kebetulan ada dinas ke Lhokseumawe, saya nekat ke Lhok dengan motor itu. Jadi pengen punya motor lagi dan bisa jalan-jalan keliling Aceh!

Kram betis yang nyaris bikin saya tenggelam di laut

7 Juli 2009 at 5:45 pm | In berenang, inmymindthatican'tcontrol, kebodohanku | Leave a Comment
Tags: , , , , , , , ,

anatomy+tubuhPernah ga sih kalian berenang di laut terus tiba-tiba betis kram? Apa yang kamu lakukan? Panik? Teriak-teriak?

Kalau ditolongin sih ga papa. Tapi gimana ceritanya kalau betis atau pahamu kram di tengah laut dan tidak ada yang menolong? Waduh bisa jadi malapetaka itu.

Dari pengalaman saya sendiri sih.. Memang menyakitkan sekali ketika kram terjadi ketika berenang. Apalagi kalau sedang berenang di tempat yang dalam.

Seperti yang terjadi sama saya hari minggu (05/07) lalu. Saya diajak Kak Ninuk, pelatih Silat juga teman kuliah saya, berenang di laut Blower.

Saya pikir dengan bersepeda ke pantai yang jaraknya sekitar 3 km sudah cukup sebagai pemanasan. Saya langsung loncat setelah goyang-goyangin kaki sebentar. Kaki-kaki saya masih aman-aman saja hingga saya berenang ke puing-puing pelabuhan yang berjarak ±150 meter dari pantai. Sudah pasti perairan di situ dalam. Saya dengan dua orang kawan, Wahyu dan Eko, istirahat sebentar di atas sisa-sisa pelabuhan.

Setelah dua puluh menit kemudian, kami nyebur lagi ke laut. Ketika tubuh saya masuk ke air, tiba-tiba otot betis kiri saya kram! Saya berteriak menahan sakit pada betis yang menegang. Syukurlah saya segera bisa menenangkan diri dan tidak panik. Sekalipun sakitnya minta ampun saya paksakan tangan saya mengayuh. Kaki kiri sudah tidak bisa digerakkan lagi. Tegang hingga ke paha.

Susah payah berenang tanpa kayuhan kaki akhirnya saya berhasil juga naik ke atas setelah nyaris terseret arus ke bawah kolong pelabuhan. Saya melakukan beberapa peregangan agar otot yang kram bisa normal kembali. Tapi efeknya tidak bertahan lama. Saya kembali mengalami kram pada paha kanan lalu kram pada betis kiri berganti-gantian. Saya jadi bingung sendiri, kok ini otot-otot kok pada kompak bikin kramnya… Sebentar di paha kanan trus ganti lagi kram di betis kiri terus ganti lagi ke sebelah kanan.

Akhirnya saya memutuskan untuk bermain polo air saja sama kawan-kawan silat di dekat dermaga yang airnya cuma seperut. Kapok berenang jauh-jauh.

Ate Fulawan

3 Juli 2009 at 7:11 pm | In Indonesia, perjalanan | Leave a Comment
Tags: , , , , , ,

Melewati enam hari yang totally fun di kabupaten Simeulue, menghabiskan banyak jam kerja buat social networking, downloading, ketemu dengan orang-orang baru, belajar beberapa kosa kata bahasa daerah, menghabiskan berkotak-kotak jus dan susu, berbotol-botol You C1000 dan Chunky Bar. :D

Alhamdulillah saya sempat juga melakukan beberapa sesi dalam enam hari untuk hunting-hunting foto. Yah, alakadarnya sih. Tapi hasil-hasilnya lumayan bagus dan mendapat apresiasi menyenangkan dari beberapa teman yang melihat satu foto yang saya upload di facebook.

Cerita lainnya adalah saya puas-puasin menikmati makanan-makanan lezat di sini. Yang paling khas adalah masakan ikannya yang masih segar. Setiap kali makan saya pasti disuguhi ikan karang yang enak itu. Jarang-jarang saya bisa makan ikan mahal seperti itu di Meulaboh.

Malam kemarin, akhirnya saya berkesempatan juga makan nasi uduk. Nama warungnya Nasi Uduk Djakarta. Eko, teman saya dari Meulaboh bilang kalau nasi uduk itu enak. Seperti nasi gurih dan lauknya ikan bakar. Saya pun jadi penasaran dan malam itu juga saya membeli sebungkus. Ternyata lauknya cuma ada dua. Ikan lele sama ayam bakar dan ayam goreng.

Ketika membuka bungkusannya, saya mendapati ayam bakarnya berlumuran kecap dan ukurannya kecil. Untuk nasi uduk seharga 20.ooo rupiah menurut saya tergolong mahal. Ukuran ayam bakar yang kecil dan sama sekali tak terasa rasa ‘ayam bakar’nya di lidah. Untuk nasi gurihnya satu acungi jempol deh. Karena memang rasanya gurih dan lembut.

Beberapa hal yang menjadi perhatian saya selama di Sinabang adalah kondisi jalan di pusat kota yang masih sama seperti dua bulan lalu. Tetap berdebu. Pengerukan dan pengerasan masih berlangsung hingga sekarang. Untungnya saya selalu melewati jalan-jalan berpotensi ISPA itu dengan menaiki mobil. Jadi saya terhindar dari debu-debu yang dapat memperparah radang tenggorokan saya yang tak kunjung sembuh. Ketika naik motor ke beberapa lokasi tempat saya hunting foto, saya selalu menggunakan masker khusus. Jadi tetap aman.

Pengalaman yang membuat saya terus berdecak kagum adalah ketika saya berkunjung ke Labuhan Bajau. Menempuh lama perjalanan lebih kurang satu jam ini, saya disuguhi pemandangan yang luar biasa cantik! Pantai dengan pasir putih dan laut biru. Pulau-pulau kecil yang bertebaran membuat pemandangan menjadi sangat indah. Malah saya bilang kalau pantai disini sama indahnya dengan pantai Iboih di Sabang. Walah…

Malam ini, saya akan kembali ke Meulaboh. Beberapa jam lagi saya akan berlayar menuju Labuhan Haji-Aceh Selatan dengan KMP Teluk Sinabang. Semoga saja cuaca malam ini bagus dan tidak ada badai seperti pelayaran ketika kami ke Sinabang.

Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.