Bulan ini bener-bener Wow!!!

Wow pertama : Seorang teman mengajak saya liburan ke Sabang minggu kedua ini! Udah kebayang tuh nyeburin diri di pantai Gapang atau Iboih! Argh!!! Bakal seru abis!!

Wow Kedua : Seorang kenalan saya ngajakin tracking ke Leuser! Woaahhh….

Tracking satu-satunya kegiatan urutan nomor satu dalam daftar To Do saya yang ingin saya lakukan. Tapi sampai saat ini belum kesampaian. Karena tracking bukan kegiatan asal pergi saja, ini butuh persiapan yang matang. Mulai dari fisik, mental sampai dengan peralatan-peralatan yang wajib bawa!

Wow Ketiga : Saya ingin sekali pergi jauh dengan motor kesayangan saya ke Langsa dan Kuta Cane. Sudah ada keinginan ini sejak lama. Saya ingin mengunjungi kabupaten-kabupaten yang belum pernah saya lihat. Saya mau melihat Nanggroe Aceh Darussalam dengan mata kepala saya sendiri. Dan dengan kendaraan saya sendiri. Dengan Supra X 125 R ku tercinta. Hhhhh…

Tapi… Lagi-lagi saya terjebak dalam kelanjutan kata “tapi”. Tapi bulan ini (mungkin) saya mengikuti bursa ke kantor wilayah di Banda Aceh dan kemungkinannya adalah saya akan menghabiskan tujuh hari saya disana dan selama tujuh hari itu pula saya terpuruk lemah tak berdaya (halah, hiperbola!) menyaksikan kepergian teman-teman pergi berlibur.

Tapi tak apa lah.. <<menghibur diri>> Bulan-bulan lalu saya sudah berlibur panjang ke berbagai kabupaten di Aceh. Haha… Aku hanya bisa menghibur diri karena memang kemungkinan mengikuti dua rombongan di atas memang tidak mungkin terwujud. Tapi tetap berharap datangnya keajaiban untuk bisa ikut! Huhu…

Ketika pesta pernikahan Abangku di Binjai (Sumatera Utara) pertengahan bulan Maret lalu, aku, kakak dan adikku jalan-jalan di mal, aku lupa mal mana. Jadi, ketika lagi asyik-asyik jalan-jalan, kita nemu toko kaset. Nah, kebetulan juga aku memang sedang mencari album Colbie Coillat dan Overload Romance. Aku langsung masuk aja dan sibuk baca-baca nama yang tertulis di album.

Tapi kok nama-nama penyanyinya tidak ada yang aku kenal ya? Asing semua namanya. Kelihatan bingung gitu, yang punya toko datang nanyain mau nyari album apa. “Ada album Colbie Coillat?” tanyaku. Eheh, pelayan tokonya juga bingung dengar nama asing itu. Terus dia nambahin, “Maaf, ini toko kaset rohani…”

Walah, selesai mbak itu ngomong itu, mataku ngeliat ada salib tergantung di dinding. Aku segera minta maaf dan buru-buru keluarr. Ketika melangkah keluar aku membaca tulisan di kaca etalase “Christian’s bla bla bla…” (maksudnya ada kata-kata lain yang aku lupa).

Kejadian (yang malu-maluin) ini sempat terulang lagi di sebuah mal yang lain. Dasar pelupa, aku ga ingat namanya. Karena melihat ada banyak kaset-kaset di dalam sebuah toko, aku langsung nyelonong masuk dan celingak-celinguk mencari CD album Overload Romance.

Lagi-lagi kakak dan adikku mentertawakanku. Uhhh, diketawain sama saudara-saudara sih gak bikin malu, tapi dipelototin semua pengunjung toko yang bikin malu bener…

Hari ini, sore nanti aku berangkat ke Pulau Simeulue bersama dengan Bang Mukhlis dan Bang Reza.

Ada beberapa tips yang mau aku sampaikan untuk ke Pulau itu jika menaiki kapal feri.

Pertama tentu saja jangan lupa packing dan sesuaikan barang-barang apa saja yang perlu dibawa kesana. Selain pakaian, obat-obatan ringan adalah wajib dibawa. Mengingat daerah kepulauan itu cuacanya berubah setiap saat. Kadang-kadang bisa tiba-tiba hujan ketika matahari bersinar terik.

Peralatan mandi. Ada baiknya kamu membawa perlatan mandi pribadi dari daerah asal. Soalnya semua barang di Sinabang tergolong mahal. Kamu gak akan menemukan mini market di daerah ini.

Satu-satunya pelabuhan penyeberangan terdekat dari Meulaboh adalah di Labuhan Haji. Sekitar 4 jam perjalanan. Kami rencananya akan berangkat agak sorean karena kapal baru berangkat sekitar jam 10-11 malam.

Kalau mau lebih nyaman berada di kapal, kamu bisa menyewa ranjang ABK dengan tarif 100ribu/ranjang. Tapi tetap harus beli tiket dulu. Kalau kamu sering kelaparan tengah malam, di kapal juga tersedia snack ringat seperti Pop Mie dan snack lainnya. Tapi jangan kaget, karena harganya jadi dua kali lipat dari harga di darat.

Beberapa pantangan yang sering saya dengar dari teman-teman yang harus dihindari ketika sampai di pulau. Jangan mandi, jangan tidur dan jangan minum. Kalau itu dilanggar, kata mereka bisa kena malaria. Hm, tapi masa sih hanya karena makan minum dan mandi kena malaria? Bukannya malaria itu gara-gara gigitan nyamuk malaria?

Namun ada baiknya pantangan di atas dipatuhi karena memang ada banyak cerita yang aku dengar dari warga tentang para pendatang yang terpaksa dibawa ke rumah sakit karena sakit seperti penderita malaria.

Bagi yang suka mancing. Sinabang adalah lokasi paling pas buat hobi kamu. Silahkan menumpang dengan boat-boat nelayan yang akan melaut untuk memancing. Tapi aku gak tau prosedurnya gimana. Soalnya aku gak suka mancing dan gak pernah ikut teman-teman mancing. Hehehe…Cuma menikmati hasilnya aja.

Em..cuma itu aja nih yang bisa aku bagi. Kalau ada informasi berguna lainnya akan aku posting disini, pastinya.

I gotta go nih…Mau makan siang dulu dan sekalian packing untuk sore nanti…

Terima kasih untuk “penguasa” ABC…Aku sangat senang sekali ketika pertama kali buka blog ABC, aku melihat beberapa judul dalam blogku muncul di dalamnya. Tapi yang membuat aku ngakak adalah beberapa blog yang judulnya Korea Oh Korea yang kemarin terposting 3 kali juga muncul di sana. Jadi malu hati melihatnya.

Tapi ya sudahlah…Itu kan bukan hal yang aku sengaja. Lebih karena ketololanku sendiri karena mengira postingan pertama, kedua dan ketiga dari judul tadi gagal posting. Tapi ternyata sudah masuk tiga-tiganya.

Hal menggembirakan (juga menggelikan) lainnya, aku bergabung dalam sebuah forum yang dibuat oleh pihak kantor. Namanya Forum KM. Tadinya aku berpikir itu forum bisa diikuti oleh semua karyawan. Baik itu karyawan tetap maupun karyawan kontrak seperti saya. Tapi lihat saja nanti, apakah moderatornya membolehkan saya untuk tetap boleh bergabung dan berbagi informasi di sana atau tidak. Hehe…Jelas dong saya senang karena bisa gabung di forum ini karena saya juga bisa membaca informasi-informasi menarik di seputar perusahaan dan informasi umum lainnya. Dan tentu saja, supaya saya lebih dikenal! Hahaha…

Walah…Kenapa aku jadi berubah begini? Gara-gara keasyikan posting komentar di forum KM tadi aku jadi terbawa-bawa cara penulisan. Yang biasanya cuma pakai “aku” kalau di blog dan menggunakan “saya” di forum. Supaya lebih sopan saja. Kan masih belum ketahuan kalau aku ini member legal atau ilegal.

Nobody Knows adalah film Jepang yang dirilis tahun 2004. Film ini mengisahkan tentang empat orang kakak adik yang tinggal di sebuah apartemen.

Cerita berawal dari seorang ibu yang menyewa sebuah apartemen dengan seorang anaknya. Akira, berumur 12 tahun. Ternyata ibunya juga ikut menyelundupkan dua orang anaknya ke kamar dengan cara memasukkan kedua anaknya ke dalam masing-masing koper besar. Dan yang terakhir anaknya yang nomor dua (cewek) dijemput Akira di stasion kereta.

Mereka berempat menjalani kehidupan yang tidak normal seperti anak-anak lainnya. Mereka tidak boleh keluar kamar, kecuali Akira. Tidak bersekolah dan hanya bermain di dalam kamar saja selama empat musim!
Uniknya, masing-masing dari mereka memiliki ayah yang berbeda tapi satu ibu kandung.

Suatu hari Keiko (ibu) meninggalkan mereka selama sebulan lalu kembali lagi. Tak berapa lama kemudian Keiko pergi dan tidak kembali pada saat natal. Dan Akira sebagai yang tertua meyakinkan adik-adiknya bahwa ibunya akan kembali dengan memberikan angpau sebagai hadiah natal yang seolah-olah dikirim oleh Keiko.

Musim terus berganti, Keiko juga belum kembali. Padahal uang yang ditinggalkannya sudah sangat menipis. Ketika akhirnya keuangan mereka benar-benar habis. Bahkan untuk makan pun mereka harus meminta jatah makan siang para pramusaji di sebuah toko langganan Akira dulu.

Sesuai dengan judulnya. Tidak ada yang tahu apa yang terjadi dengan mereka. Tidak ada yang tahu apa yang terjadi dengan adik-adik Akira. Hemmmphh…Jujur aja, aku menangis menyaksikan kesulitan-kesulitan mereka. Tapi ikut tersenyum bahagia ketika melihat mereka tertawa bahagia.

Dan yang lebih perihnya, ternyata film ini diangkat dari kisah nyata yang terjadi di tahun 1988.
Dan salut untuk pemeran Akira. Yuya Yagira memenangkan The Best Actor untuk film Asing Berbahasa Asing Terbaik di Oscar tahun 2004.

Hhhhh…semoga Peristiwa Empat Anak-anak Terlantar Nishi-Sugamo ini tidak terulang lagi..

Saat mengetik ini, aku lagi bisulan di lengan kiriku. Tidak begitu besar sih. Cuma sebesar jerawat tapi perihnya bikin bete! Awalnya cuma bengkak merah kecil saja yang muncul, namun sehari kemudian mulai timbul bintik putih yang kemudian sedikit membesar dan terasa perih dan berdenyut nyeri. Kegesek dikit saja jadi sakit. Ehhhh…gak nyaman lah pokoknya.

Bulan ini kulitku memang dalam masalah terus. Mulai dari jerawat batu di pipi atas yang sudah 10 hari tidak hilang-hilang. Terus tiap pagi, bangun tidur, selalu ada saja jerawat nasi (begitu kata teman-teman cewekku) yang ukurannya kecil-kecil dan berwarna putih tumbuh menjamur di dagu dan di sekitar area mulut. Sumpah, mereka sangat menyebalkan sekali. Padahal sebelum tidur aku selalu rajin mencuci muka dengan pembersih Pond’s Facial Foam Anti Bacterial yang ada Oil Controlnya itu. Memang sih membantu membersihkan kulit dan minyak tapi tiap kali aku bangun pagi tetap aja jerawat-jerawat sialan itu betah nangkring dimukaku.
Area wajah memang penuh problema (halah!) Aku sendiri juga sudah gak tau harus membersihkannya pakai apa. Kebersihan wajah gak bisa bertahan dalam 3 jam sudah berminyak lagi. Belum lagi masalah komedo yang merajalela kayak kompeni jaman perang dulu. Susah memberantasnya.

Okeh..mukaku memang sudah hancur dan gak perlu diceritakan lagi. Hanya menambah penderitaan saja. Tapi ada bagian kulit lain yang gak kalah bikin sebal. Kulit bagian punggung! Ternyata di bagian situ jerawat dan komedi eh komedo juga bertumbuh kembang dengan suburnya. Belum cukup penyiksaan sampai disitu. Ada “sesuatu” yang juga ikut meramaikan suasana perkulitpunggung-an ku. Kutil!!! Oh God….Kutil??? It’s shocking me..dan teteup…aku masih shock menerima kenyataan di tubuhku ada kutil!

Aku pikir, dulunya itu cuma tahi lalat atau jerawat tapi kok makin lama makin besar dan tidak terasa perih. Dan warnanya..hmm…warnanya apa ya..sebentar, aku liat di cermin dulu..wait a minute…oh..oke..warnanya hampir sama dengan warna kulit. Coklat tapi lebih terang/muda/pucat atau apa? Ya seperti itulah..
Kutil, menurut aku. Itu sama saja dengan tumor. Dia keliatan kan dan bentuknya juga aneh gitu. Hii… aku jadi ngeri sendiri teringat dengan bocah yang ada tumor di matanya dan membesar yang aku lihat di koran seminggu yang lalu (semoga ada dermawan yang mau membantunya) Ya Tuhan, jauhkanlah aku dari hal-hal seperti itu.

Aku menganggap, orang yang berkutil di tubuhnya adalah orang yang jorok, jarang mandi dan menjaga kebersihan kulit. Tapi aku? Aku sangat care sama kebersihan kulitku. Oh well, aku jadi care karena sedang memberantas jerawat-jerawat itu. So, mengapa kutil itu bisa tumbuh di sana? Memang aku jarang mandi sore tapi kadang-kadang “terpaksa” mandi malamnya karena berasa lengket. Hehehehe.. Yah, mungkin itulah penyebabnya. Dasar! Aku baru sadar kalau jadi jorok gini.

3 hari yang lalu. Ketika bisul ini belum keliatan seperti bisul, tenggorokkanku sepertinya menunjukkan gejala-gejala meradang. Terasa perih setiap saat dan berdahak. Hal ini terjadi karena aku terlalu lelah dan jarang minum air putih ketika aku sampai di Banda Aceh untuk urusan dinas. 5 hari yang lalu tepatnya hari selasa aku menginap di hotel Aceh Barat. Sebenarnya ada yang lebih murah lagi tapi berhubung lokasi hotel itu lumayan jauh dari lokasi aku hunting dvd, terpaksalah aku menginap di hotel Aceh Barat itu dengan tarif 100.000 permalam. Kamarnya yang paling murah seharga 65.000/malam sudah penuh. Aku menginap selama dua hari di hotel itu dan selama itu aku mengonsumsi makanan yang bisa dikatakan harus aku jauhi selama radang tenggorokkan ini. Seperti lontong ketika sarapan dan nasi goreng untuk makan malam di rex Peunayong. Huhu…

Bayar hotel, beli dvd dan vcd, novel-novel dan snack untuk di kamar lalu voucher pulsa membuat keuanganku menipis. Aku jadi khawatir jika pekerjaanku belum selesai dalam dua hari itu maka aku harus pindah hotel untuk menghemat biaya.
Ternyata pekerjaan itu selesai juga di hari kedua. Awalnya aku harap begitu. Hari kamis aku check out dan kembali ke kantor untuk memastikan semuanya benar-benar sudah selesai. Sekitar jam 2 aku sudah dalam perjalanan ke Meulaboh dan sampai di Sibreh aku menerima telpon dari kantor Meulaboh dan menyuruhku kembali ke Banda Aceh untuk belajar program ABC! Dan inilah yang terjadi. Aku turun di Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar dan menumpang naik mobil L300 dan supir setuju menerima 10.000 untuk ongkos balik ke Banda Aceh.

Sisa uang di dompet sekitar tujuh ribuan lagi setelah bayar mobil dan aku harus jalan kaki ke rumah bos ku di Keutapang. Sekitar 4 atau 5 kilometer dari tempat aku diturunkan. Aku gak berani naik becak atau labi-labi karena dompet yang sekarat. Hitung-hitung pengen ngerasain kayak bacpacker gitu. Jalan kaki demi penghematan. Tapi ternyata seru juga jalan kaki dengan backpack sebesar hantu di punggung dan tangan menjinjing tas berisi laptop. Sialnya, talinya putus jadi aku harus menentengnya sepanjang jalan.

Keringat dan peluh (sama aja!) bercucuran dari kepala dan membasahi mukaku. Cuaca pada waktu itu sangat cerah (I love it!) dan panas (I love it too). Dengan rambut kusut masai dan celana kedodoran tanpa belt aku tetap pede berjalan menyaingi para pengendara kendaraan di jalan raya menuju Keutapang.

Ah, ternyata Keutapang itu gak jauh-jauh amat kok. Hehe.. Akhirnya aku sampai juga ke rumah si bos dan langsung tidur di kamar anaknya.

Jumat, 20 Juni 2008

Paginya, aku ngantar anak si bos yang masih kelas 2 SD dan kemudian mengambil paket di terminal L300 di Stui. Agak lama sampai istri bos menelponku karena kelamaan. Jam 10 baru deh aku ke kantor dan ketemu lagi sama Bapak-bapak yang kemarin dan nanyain masalah program yang harus aku pelajari itu. Ternyata oh ternyata, sang ahli program itu belum pulang dari Riau dan aku ke dibawa ke kantor cabang lain untuk belajar.

Jam 3. Aku langsung cabut ke Meulaboh setelah dikasih bekal 200.000 yang diberikan sama istri bosku tadi. Thanks Ma’am…
Sampai di Meulaboh, radang menghilang tapi bisul menyerang!

Pesan =

Tetap minum air yang banyak dimanapun kalian berada. Kecuali ga punya dana yang cukup untuk membeli air mineral dalam botol. Hehe…peace man…

Ini terjadi di hari Minggu tanggal 22 Juni 2008. Pulang kuliah aku langsung ke Kuala Baro di Kabupaten Nagan Raya. Hanya sekitar 15 menit dari Meulaboh. Tiba di sana aku berhenti di rumah Cecek dan meminjam celana pendek punya sepupuku. Tadinya mau pulang ke rumah dulu dari kampus. Tapi takut telat dan pantainya sudah sepi.

Yup. Pantai. Pantai di sini lumayan ramah dengan gelombangnya yang aman untuk berenang dan surfing. Kedalaman lautnya di dekat garis pantai juga dangkal. Cuma sebatas lututku di tempat gelombang memecah. Dan sebatas leher di lokasi gelombangnya naik. Aman kan?

Pantai ini (aku lupa menanyakan namanya) sedang dalam proses penghijauan. Di pantainya, pohon cemara sudah tumbuh setinggi sekitar 4 meter. Dan para pengujung sudah mulai berdatangan mulai dari pukul 4 sore setiap hari minggu.

Di lokasi ini belum terdapat café atau warung atau kios untuk membeli makanan atau sekedar snack. Kalau kios sih di kampung dekat situ ada kok. Kiosnya Cecekku adalah kios terdekat dari situ. Hehehe..promosi!

Setelah sekian lama tidak pernah berenang membuat semangatku meninggi dan sangat exciting. Ah, yang berhubungan dengan laut memang membuatku semangat!

Nah, celana pendek sudah punya. Aku berenang bergabung dengan yang lainnya. Eits..aku warming up dulu sebelum nyebur ke laut. Supaya otot-otot tubuhku ga kaget dengan gerakan tiba-tiba begitu.

Yang paling penting jangan sampai kakiku kram lagi seperti yang sudah-sudah karena ga pemanasan dulu. Ini pernah terjadi ketika aku lagi asyik-asyiknya berenang di Pantai Ganting di Sinabang (Pulau Simeulue). Di lokasi aku berenang waktu itu lumayan dalam. Jadi ketika aku berenang-renang gitu, tiba-tiba kaki kiriku kram dan gak bisa digerakkan. Aku jadi susah berenang tapi berusaha gak panik. Aku berenang ke tempat yang lebih dangkal dengan kaki kiri kaku. Ampun…Sakit sekali. Sempat terminum air laut juga karena susah mengontrol keseimbangan ketika berenang ke tepi.

Syukurlah, selama berenang di pantai Kuala Baro aku tidak mengalami hal-hal yang tidak diinginkan.
Yang paling aku suka di pantai ini adalah gelombangnya yang aman untuk pengunjung yang sedang berenang. Dan ternyata di sini juga ada yang melakukan surfing dengan papan yang badan kita menempel di atasnya atau dengan posisi tidur tengkurap di atas papan. Papannya biasa saja. Cuma papan bangunan sepanjang 1 meter maka sudah jadi untuk berselancar.

Dulu, waktu aku masih SD di Labuhan Haji (Aceh Selatan) aku dan kawan-kawan juga sangat suka bersurfing dengan cara seperti itu. Cukup dengan sebilah papan atau dengan pelepah nipah dan acara mandi-mandi laut pun jadi seru! Di sana, di kampungku itu, tentu saja bukan surfing namanya. Tapi “basilalu”. Yang artinya “sambil lalu”. Maksudnya kita dengan gelombang bergerak sama-sama ke pantai. Ya, sambil lalu. Ngerti kan?

Keasyikan lainnya yang aku dapatkan di Pantai Kuala Baro antara lain adalah permainan sepak bola di pantai. Ternyata dua orang sepupuku (anak-anak Cecek) sangat lihai bermain bola kaki. I’m so proud of them. Hehe… semoga kalian menjadi pesepak bola seperti orang-orang Eropa itu, adik-adikku…

Hey hey…kenapa jadi melow gini…back to topic!
Sampah. Sayangnya di pantai ini banyak sekali sampah yang terbawa gelombang sehingga memenuhi pantai dan agak mengganggu pemandangan dan keindahan pantai yang mulai hijau. Kebanyakan sampah yang bertebaran disini adalah kayu-kayu dan tumbuhan ecek gondok yang sudah mengering. But don’t you worry ‘bout it. Sampah-sampah itu tidak mengeluarkan bau. Yang ada cuma bau asin. Ya iyalah. Namanya juga laut!

Kayaknya asyik juga mandi-mandi sambil mengapung di atas ban dan dibawa arus. Tapi kalau naik itu aku gak bisa berenang kan? Hehe, next time deh. Cari ban dulu. Punya sendiri lebih asyik.

Setelah puas berenang (dan minum air asin) aku naik ke darat dan nonton sepupu-sepupuku main bola sebentar dan kemudian aku pulang. Sepertinya sudah jam 6 lewat. Setelah bersihin badan dengan air tawar di kamar mandi Cecek, aku pamit pulang dan dititipi sekarung kotoran sapi untuk pupuk pohon mangga Ayah.

Minggu depan, aku akan kesini lagi.

Wait..!!!!
Hari selasa kan aku akan ke Sinabang??!! Oh…semoga aja bisa pulang sebelum hari minggu. Atau kalau gak bisa juga ya aku harus bisa merayu teman satu tim untuk mandi-mandi di Pantai Ganting lagi. Hoah…semoga…