Saat mengetik ini, aku lagi bisulan di lengan kiriku. Tidak begitu besar sih. Cuma sebesar jerawat tapi perihnya bikin bete! Awalnya cuma bengkak merah kecil saja yang muncul, namun sehari kemudian mulai timbul bintik putih yang kemudian sedikit membesar dan terasa perih dan berdenyut nyeri. Kegesek dikit saja jadi sakit. Ehhhh…gak nyaman lah pokoknya.
Bulan ini kulitku memang dalam masalah terus. Mulai dari jerawat batu di pipi atas yang sudah 10 hari tidak hilang-hilang. Terus tiap pagi, bangun tidur, selalu ada saja jerawat nasi (begitu kata teman-teman cewekku) yang ukurannya kecil-kecil dan berwarna putih tumbuh menjamur di dagu dan di sekitar area mulut. Sumpah, mereka sangat menyebalkan sekali. Padahal sebelum tidur aku selalu rajin mencuci muka dengan pembersih Pond’s Facial Foam Anti Bacterial yang ada Oil Controlnya itu. Memang sih membantu membersihkan kulit dan minyak tapi tiap kali aku bangun pagi tetap aja jerawat-jerawat sialan itu betah nangkring dimukaku.
Area wajah memang penuh problema (halah!) Aku sendiri juga sudah gak tau harus membersihkannya pakai apa. Kebersihan wajah gak bisa bertahan dalam 3 jam sudah berminyak lagi. Belum lagi masalah komedo yang merajalela kayak kompeni jaman perang dulu. Susah memberantasnya.
Okeh..mukaku memang sudah hancur dan gak perlu diceritakan lagi. Hanya menambah penderitaan saja. Tapi ada bagian kulit lain yang gak kalah bikin sebal. Kulit bagian punggung! Ternyata di bagian situ jerawat dan komedi eh komedo juga bertumbuh kembang dengan suburnya. Belum cukup penyiksaan sampai disitu. Ada “sesuatu” yang juga ikut meramaikan suasana perkulitpunggung-an ku. Kutil!!! Oh God….Kutil??? It’s shocking me..dan teteup…aku masih shock menerima kenyataan di tubuhku ada kutil!
Aku pikir, dulunya itu cuma tahi lalat atau jerawat tapi kok makin lama makin besar dan tidak terasa perih. Dan warnanya..hmm…warnanya apa ya..sebentar, aku liat di cermin dulu..wait a minute…oh..oke..warnanya hampir sama dengan warna kulit. Coklat tapi lebih terang/muda/pucat atau apa? Ya seperti itulah..
Kutil, menurut aku. Itu sama saja dengan tumor. Dia keliatan kan dan bentuknya juga aneh gitu. Hii… aku jadi ngeri sendiri teringat dengan bocah yang ada tumor di matanya dan membesar yang aku lihat di koran seminggu yang lalu (semoga ada dermawan yang mau membantunya) Ya Tuhan, jauhkanlah aku dari hal-hal seperti itu.
Aku menganggap, orang yang berkutil di tubuhnya adalah orang yang jorok, jarang mandi dan menjaga kebersihan kulit. Tapi aku? Aku sangat care sama kebersihan kulitku. Oh well, aku jadi care karena sedang memberantas jerawat-jerawat itu. So, mengapa kutil itu bisa tumbuh di sana? Memang aku jarang mandi sore tapi kadang-kadang “terpaksa” mandi malamnya karena berasa lengket. Hehehehe.. Yah, mungkin itulah penyebabnya. Dasar! Aku baru sadar kalau jadi jorok gini.
3 hari yang lalu. Ketika bisul ini belum keliatan seperti bisul, tenggorokkanku sepertinya menunjukkan gejala-gejala meradang. Terasa perih setiap saat dan berdahak. Hal ini terjadi karena aku terlalu lelah dan jarang minum air putih ketika aku sampai di Banda Aceh untuk urusan dinas. 5 hari yang lalu tepatnya hari selasa aku menginap di hotel Aceh Barat. Sebenarnya ada yang lebih murah lagi tapi berhubung lokasi hotel itu lumayan jauh dari lokasi aku hunting dvd, terpaksalah aku menginap di hotel Aceh Barat itu dengan tarif 100.000 permalam. Kamarnya yang paling murah seharga 65.000/malam sudah penuh. Aku menginap selama dua hari di hotel itu dan selama itu aku mengonsumsi makanan yang bisa dikatakan harus aku jauhi selama radang tenggorokkan ini. Seperti lontong ketika sarapan dan nasi goreng untuk makan malam di rex Peunayong. Huhu…
Bayar hotel, beli dvd dan vcd, novel-novel dan snack untuk di kamar lalu voucher pulsa membuat keuanganku menipis. Aku jadi khawatir jika pekerjaanku belum selesai dalam dua hari itu maka aku harus pindah hotel untuk menghemat biaya.
Ternyata pekerjaan itu selesai juga di hari kedua. Awalnya aku harap begitu. Hari kamis aku check out dan kembali ke kantor untuk memastikan semuanya benar-benar sudah selesai. Sekitar jam 2 aku sudah dalam perjalanan ke Meulaboh dan sampai di Sibreh aku menerima telpon dari kantor Meulaboh dan menyuruhku kembali ke Banda Aceh untuk belajar program ABC! Dan inilah yang terjadi. Aku turun di Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar dan menumpang naik mobil L300 dan supir setuju menerima 10.000 untuk ongkos balik ke Banda Aceh.
Sisa uang di dompet sekitar tujuh ribuan lagi setelah bayar mobil dan aku harus jalan kaki ke rumah bos ku di Keutapang. Sekitar 4 atau 5 kilometer dari tempat aku diturunkan. Aku gak berani naik becak atau labi-labi karena dompet yang sekarat. Hitung-hitung pengen ngerasain kayak bacpacker gitu. Jalan kaki demi penghematan. Tapi ternyata seru juga jalan kaki dengan backpack sebesar hantu di punggung dan tangan menjinjing tas berisi laptop. Sialnya, talinya putus jadi aku harus menentengnya sepanjang jalan.
Keringat dan peluh (sama aja!) bercucuran dari kepala dan membasahi mukaku. Cuaca pada waktu itu sangat cerah (I love it!) dan panas (I love it too). Dengan rambut kusut masai dan celana kedodoran tanpa belt aku tetap pede berjalan menyaingi para pengendara kendaraan di jalan raya menuju Keutapang.
Ah, ternyata Keutapang itu gak jauh-jauh amat kok. Hehe.. Akhirnya aku sampai juga ke rumah si bos dan langsung tidur di kamar anaknya.
Jumat, 20 Juni 2008
Paginya, aku ngantar anak si bos yang masih kelas 2 SD dan kemudian mengambil paket di terminal L300 di Stui. Agak lama sampai istri bos menelponku karena kelamaan. Jam 10 baru deh aku ke kantor dan ketemu lagi sama Bapak-bapak yang kemarin dan nanyain masalah program yang harus aku pelajari itu. Ternyata oh ternyata, sang ahli program itu belum pulang dari Riau dan aku ke dibawa ke kantor cabang lain untuk belajar.
Jam 3. Aku langsung cabut ke Meulaboh setelah dikasih bekal 200.000 yang diberikan sama istri bosku tadi. Thanks Ma’am…
Sampai di Meulaboh, radang menghilang tapi bisul menyerang!
Pesan =
Tetap minum air yang banyak dimanapun kalian berada. Kecuali ga punya dana yang cukup untuk membeli air mineral dalam botol. Hehe…peace man…