Natal di Kolkata

Aku tiba di Kolkata pada dini hari. Disambut dengan udara dingin serta diiringi perasaan cemas dan debar jantung ketika mengantre di bagian imigrasi. Aku bersama Juki, kawan seperjalanan yang berangkat dengan penerbangan yang sama dari Kuala Lumpur, memasang wajah penuh harap. Semoga lembaran e-visa yang salah cetak ini, yang sebelumnya nyaris ditolak sesaat sebelum boarding di KLIA, bisa diterima. Syukurnya, petugas imigrasi yang terlihat bengis bak pemeran antagonis itu mempersilakan kami masuk India dengan senyum semanis gula.

Tantangan berikutnya adalah mencari taksi menuju hostel yang berjarak 17,5 km dari Netaji Subhas Chandra Bose Internation Airport. Ada beberapa konter taksi resmi yang bisa ditemukan di luar bandara. Jika kamu punya aplikasi Uber, ini akan lebih membantumu selama berjalan-jalan di India. Taksi kuning yang kami pesan, sudah menanti di Lanjutkan membaca “Natal di Kolkata”

Dusty Pink of Jaipur

Sindhi Camp Bus Station masih gelap ketika bus yang kutumpangi tiba di sana pada pukul 6 pagi. Rasanya enggan sekali aku beranjak dari kursi bus yang sudah menjadi tempat tidurku selama enam jam itu. Bisa kupastikan udara dingin akan segera menyergap jika keluar dari bus yang memiliki pemanas ini. Sayang sekali tak ada pilihan lain, Juki, Friska, dan aku harus segera turun dan mencari penginapan yang sudah dipesan jauh hari.

Penginapan itu tak begitu jauh dari terminal bus, tapi perjalanan ke sana terasa begitu panjang karena rasa kantuk yang begitu kuat, udara dingin yang membekukan, dan ditambah pula dengan segala keasingan di kota orang. Rasanya benar-benar berada di Lanjutkan membaca “Dusty Pink of Jaipur”