Pesona Alam Tersembunyi di Langkat

Pesona alam di Indonesia sepertinya masih begitu banyak yang tersembunyi dan belum terjamah tangan dan kaki manusia. Letaknya nun jauh di dalam pelosok perkampungan yang untuk ke sananya saja mungkin harus melewati ladang dan rimba, menuruni tebing dan tangga yang curam dan berjalan melawan arus sungai.

Lau Balis adalah salah satu pesona alam yang tersembunyi itu. Letaknya di Desa Rumah Galo, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara. Untuk menuju Desa Rumah Galo ini harus ditempuh selama lebih kurang 3 jam menaiki sepeda motor. Jika dari kota Medan akan melewati kota Binjai lalu berbelok ke kiri dari samping Binjai Supermall. Perjalanan akan terus menanjak selama lebih kurang 1 jam. Lanjutkan membaca “Pesona Alam Tersembunyi di Langkat”

Iklan

Nuansa Dua Negara di Taman Alam Lumbini

Hari minggu pagi di Medan (0909) cuaca lumayan cerah. Langit sepenuhnya ditutup awan putih. Namun tidak ada tanda-tanda akan datang awan mendung. Suasana di jalan Pembangunan di kompleks USU pun tak terlalu ramai seperti hari biasa. Selain beberapa sepeda motor yang lewat, dua orang perempuan dengan rambut dikucir dan memakai rok selutut berjalan menuju sebuah gereja kecil di ujung sebuah gang. Masing-masing memegang Injil di tangan kanan. Aku dan Kemal bergegas melangkahkan kaki menuju persimpangan dan menyetop angkot menuju Simpang Kampus.

Di sana sudah menunggu Riza dan Aiko, Erna menyusul setengah jam kemudian. Meski molor dari waktu yang sudah ditentukan kami tetap berangkat menaiki angkot ke arah Berastagi dari Simpang Pos, tempat yang sudah kami sepakati semalam ketika menyusun itinerary yang diberikan Kak Anti, seorang kenalan dari Backpacker Medan. Ongkos angkot dari Simpang Kampus ke Simpang Pos hanya 2.500 rupiah. Dari sini kami kembali menaiki angkot ke arah Berastagi.

Tujuan kami adalah Taman Alam Lumbini di Desa Tongkoh, Kabupaten Tanah Karo. Aku dan keempat kawan menaiki angkot Sutra ke Berastagi dengan ongkos Rp.10.000 saja. Bilang saja turun di Tahura atau Simpang Tongkoh. Simpang Tongkoh dapat dikenali dengan tugu buah jeruk di tengah pertigaan. Ikuti saja tanda panahnya dan boleh berjalan kaki sekitar 20 menit. Sepanjang perjalanan singkat ini, kita akan disuguhi kebun stroberi, kebun jagung dan kebun bunga di kiri-kanan jalan.

Simpang Tongkoh. Ikuti arah panah pada papan petunjuk untuk menuju Taman Alam Lumbini.

Lanjutkan membaca “Nuansa Dua Negara di Taman Alam Lumbini”