Krucukan di Salur (Lasikin)

Mendadak hujan!

Sabtu, 27 Desember 2008

Sarapan sebentar di warung nasi di samping kompleks pelabuhan, terus kita bermobil ke kantor dan bertemu dengan manajer ranting. Setelah bersalam-salaman kita dibawa ke penginapan-Losmen Simeulue namanya. Untuk kamar ekonomi dikenakan biaya 65.000 rupiah permalam. Two beds dan saya minta sekamar saja dengan Bang Mukhlis dan Bang Andi-karena sama-sama tidak merokok dan kita bertiga adalah yang paling muda diantara bertujuh. Hehe…dan saya tetap yang termuda lah pastinya.

Sampai di losmen kita tidur lagi dan begitu nyenyak tapi tiba-tiba dibangunkan pada jam makan siang. Kepala jadi pusing karena masih pengen tidur. Terus kita sama-sama ke kantor dan makan. Nasi bungkus dan lauknya ikan kukus yang rasanya bener-bener maknyuuuuss…Enyak enyak enyak enyak…

Cuaca siang ini cerah, udara panas. Langit berawan. Ketika sedang makan, tiba-tiba hujan turun. Padahal tidak ada awan mendung. Dua menit kemudian hujan berhenti dan udara kembali panas lagi. Hm…cuaca yang sudah menjadi biasa di pulau Sinabang, tapi perubahan cuaca yang tiba-tiba berubah begini bisa berbahaya bagi pendatang jika daya tahan tubuhnya lemah.

Setelah kenyang, saya jadi ngantuk dan pengen tidur tapi Bang Acon mengajak kami berjalan-jalan ke Lasikin, sekitar 20 KM. Ada salah satu kantor kami di sana. Di tengah perjalanan ke sana, hujan pun tiba-tiba turun lagi ketika udara sedang panas-panasnya dan segera pula hujan berhenti dan panas lagi. Uffff…cuaca yang aneh…saya pun jadi aneh. Buka tutup-buka tutup kaca mobil gara-gara hujan dan panas.

Kita tiba di Desa Salur. Daerah pesisir ini rencanya akan jadilokasi kita bisa berwisata kuliner. Ada beberapa warung di tepi pantai yang menyediakan masakan-masakan ikan segar yang rasanya…emmm…top lah! Ough…menulis ini membuat saya membayangkan ikan-ikan itu tersedia di depan saya dan segera menjadi lapar! Tapi sayangnya di lokasi ini tidak menyediakan lobster. Padahal kami sudah ingin sekali menikmati lobster…

Foto itu saya ambil ketika kami kembali pulang ke kota Sinabang, tidak ada makan-makan karena rencananya cuma untuk jalan-jalan dan melihat lokasi wisata kuliner kami besok. Hehe… Lapar beneran jadinya! Krucuuukk…

blog6

Kelihatan kan pelanginya? Pelanginya muncul setelah hujan selama 1 menit tadi. Keren!

Iklan

Thanks, Mal..

Oke oke..saya sudah kembali ke kehidupan rutin saya lagi sekarang. Tujuh hari saya di Banda Aceh, begitu banyak kejadian-kejadian unik dan lucu yang saya alami. Ada hari yang buruk dan ada hari yang menyenangkan.

Satu hari, yang mampu saya ingat tentu saja satu hari yang penuh dengan hal-hal menyenangkan. Sehari bersama Kemal di pantai Lampuuk.

Hahahahaha…gila ni anak! Pintar sekali mereka-reka percakapan orang lain hingga membuat saya terbahak sampai sakit perut dan tak mampu berjalan. Juga kenarsisannya ketika difoto. Juga ketika dia tak berani menuruni tebing dari gua yang kita panjat. Mengingat semuanya kembali saya tertawa dan senyum-senyum geli. Hihi…untung tidak ada yang melihat saya ketawa-ketiwi sendirian di kantor. Bisa gawat kan?

img_5724

So, thanks to Kemal so much deh!

%d blogger menyukai ini: