The Real Escapade to Pulau Bunta

Desember tahun lalu aku menaikkan sebuah tulisan berjudul An Escapade to Pulau Bunta di blog ini. Sebenarnya aku sendiri, sebelum tulisan itu terbit, belum pernah menginjakkan kaki ke pulau itu. Sudah dua kali ajakan ke sana terpaksa aku tolak karena ada saja keperluan lain yang tak bisa ditinggalkan. Hingga kesempatan yang dinanti-nanti pun tiba beberapa bulan setelah tulisan itu terbit.

Jadi inilah cerita the real an escapade to Pulau Bunta oleh si backpakcer cilet-cilet. Silahkan klik tautan ini untuk membaca catatannya lebih lengkap. The Real Escapade to Pulau Bunta.

Gambar

An Escapade to Pulau Bunta

Tidak jauh dari Kota Banda Aceh, hanya 50 menit saja mengarungi lautan dengan sebuah boat kecil, terdapat pulau mungil dengan pantai pasir putih yang menawan. Tebing-tebing yang terbentuk dari batuan beku berlapis-lapis menantang gempuran ombak dan angin laut. Pada puncaknya dilapisi rerumputan hijau dan dikepung pepohonan lebat.

Pulau Bunta namanya. Sebuah pulau berpenghuni tak lebih dari 3 kepala keluarga ini seperti berondok di balik Ujong Pancu, Aceh Besar. Makanya tak banyak orang yang tahu keberadaan pulau ini. Pulau yang penghuninya didominasi oleh babi ini adalah satu-satunya pulau yang tidak ada nyamuknya. Lho kok bisa? Aku pun tak tahu pasti bagaimana fenomena alam seperti ini bisa terjadi di Pulau Bunta. Padahal lokasi pulau ini tidak begitu jauh dari daratan.

An Escapade to Pulau Bunta bermula dari keberanianmu untuk sedikit berjalan sedikit lebih jauh bersama Aceh Explore. Tinggalkan sejenak kenyamananmu di kota dan ikut bersama mengarungi lautan selama 45 menit.

Ikuti catatan lengkapnya di sini: An Escapade to Pulau Bunta.