Azab Pedih Naik Bus Eksekutif Bukittinggi-Bengkulu

Sebelum perjalanan ke Bukittinggi September 2016 lalu, enggak pernah terpikir jika suatu hari nanti akan menginjakkan kaki di Provinsi Bengkulu. Rencana dadakan ke provinsi ini muncul di hari terakhirku di Bukittinggi. Saat aku sedang menjalarkan hangat ketiak ke kedua belah tangan di bawah selimut. Aku menatap plafon di kamar tidur berukuran 2×4 meter itu. Membentangkan peta imajiner di atasnya dan menghitung kemungkinan provinsi mana yang akan bisa kukunjungi lagi sebelum kembali ke Pulau Jawa. Kemungkinan terbesar adalah Lanjutkan membaca “Azab Pedih Naik Bus Eksekutif Bukittinggi-Bengkulu”

Hirup Udara Segar di Bukit Monggeng dan Puncak Lawang

rumah gadang, sumatra barat, bukittinggi, agamCuaca di hari ketigaku di Bukittinggi tak jauh berbeda dengan hari kedua. Langit masih mendung dan… seperti biasa, udara dingin Bukittinggi setiap pagi membuatku enggan berpisah dari kasur dan selimut. Apalagi mengingat air untuk mandi nanti tak ubahnya seperti air dingin yang disimpan di dalam kulkas. Lanjutkan membaca “Hirup Udara Segar di Bukit Monggeng dan Puncak Lawang”

Benteng Fort De Kock dan Ngopi Enak di Bawah Jambatan Limpapeh

Benteng Fort de Kock
Benteng Fort de Kock

Kiranya aku akan menemukan bangunan serupa benteng-benteng pertahanan pada umumnya di Benteng Fort De Kock. Alih-alih menemukan dinding benteng yang tebal dan tinggi, aku malah disambut dengan kurungan berisikan burung-burung hidup. Tak ada bangunan benteng yang umum kita lihat jika berkunjung ke sebuah benteng. Aku menengok ke semua penjuru, hanya pepohonan, kandang-kandang burung berbagai ukuran, dan beberapa buah meriam mengitari sebuah bangunan kecil di tengahnya.

Benteng Fort De Kock ini Lanjutkan membaca “Benteng Fort De Kock dan Ngopi Enak di Bawah Jambatan Limpapeh”

Berjalan Kaki Melihat Ikon-ikon Kota Bukittinggi

Rumah Gadang
Rumah Gadang

Rasa senang membuncah ketika mobil yang aku tumpangi akhirnya tiba di Bukittinggi. Kota yang sudah kuimpikan untuk didatangi sejak 6 tahun yang lalu kini telah ada di segala penjuru. Ibu dari bahasa kampung ayah terdengar dari setiap mulut yang berbicara ketika mobil yang membawaku melewati sekolah dan pasar. Udara sejuk bertiup-tiup mengusap pipi sebagai ucapan selamat datang. Lanjutkan membaca “Berjalan Kaki Melihat Ikon-ikon Kota Bukittinggi”

Serunya Rafting di Kali Progo Magelang

Progo Rafting
Progo Rafting

Seperti yang sudah kusebutkan sebelumnya, famtrip Jateng bulan September lalu berisikan kegiatan-kegiatan outdoor yang bikin napas tersengal-sengal, berkeringat, memicu adrenalin, dan bahkan penampakan misterius dari dunia lain. Sama satu lagi: bikin betis berurat karena berdiri 3 jam menonton Parade Seni Budaya Jawa Tengah di Magelang.

Rangkaian keseruan famtrip yang diadakan Dinbudpar Jawa Tengah ini dalam rangka mempromosikan beberapa destinasi wisata Jawa Tengah yang keren-keren banget. Seperti Lanjutkan membaca “Serunya Rafting di Kali Progo Magelang”

Misteri Jumlah Candi Gedong Songo

Rombongan Famtrip Jateng telah meninggalkan Kali Progo satu jam yang lalu setelah perut diisi penuh. Gara-garanya kantuk jadi lebih cepat datang. Aku menyandarkan kepala ke jendela bus dengan berbantalkan jaket. Suara gelak tawa yang membahana di dalam bus perlahan mengalun lalu senyap. Selang berpuluh menit kemudian aku terbangun dan merasakan hangat air liur telah menganak sungai, bermuara ke jaket. Lanjutkan membaca “Misteri Jumlah Candi Gedong Songo”

Parade Seni Budaya Jawa Tengah 2016

Parade Seni Budaya Jawa Tengah 2016, Kota Magelang
Parade Seni Budaya Jawa Tengah 2016, Kota Magelang

Parade Seni Budaya Jawa Tengah 2016 ini telah usai satu bulan yang lalu. Tepatnya pada tanggal 28 Agustus dan diselenggarakan di Kota Magelang. Ketika melihat-lihat galeri fotonya, aku kembali mengalami euforia. Rasa senang dan takjub pada pagelaran parade seni budaya di hari ulang tahun provinsi Jawa Tengah ini masih membekas dan terulang lagi.

Maafkan blogger cilet-cilet ini yang baru mem-posting tulisan ini sekarang ya. :D

Saat melihat foto aksi Macan Lembah Tidar meliuk-liuk sambil memukul drum di hadapanku, aku menahan napas. Sama seperti ketika melihat langsung aksi mereka pada malam itu, jaraknya cuma satu meter di depan muka. Juga ketika penari-penari yang subhanallah cantik-cantik itu, menyerbu ke depan podium. Jaw dropping banget ngeliat paras cantik dan senyum manis mereka.

Coba nilai, tatapan siapa yang paling tajam dan senyum siapa yang paling manis di foto ini?
Coba nilai, tatapan siapa yang paling tajam dan senyum siapa yang paling manis di foto ini?
Setiap kontingen mengerahkan semua kemampuan mereka untuk tampil di perayaan Hari Ulang Tahun Jawa Tengah ke 66.
Setiap kontingen mengerahkan semua kemampuan terbaik mereka untuk tampil di perayaan Hari Ulang Tahun Jawa Tengah ke 66.
Salah satu penari Topi Ireng dari Kota Magelang.
Salah satu penari Topeng Ireng dari Kota Magelang.

Parade seni budaya diawali dengan Tari Topeng Ireng yang dibawakan 500 penari Kota Magelang. Lalu disambung dengan aksi marching band Canka Lokananta Akademi Militer. Seterusnya parade berlanjut dengan penampilan dari 35 kontingen kabupaten & kota se-Provinsi Jawa Tengah.

Parade Seni Budaya Jawa Tengah 2016 ini patut diapresiasi. Semua kontingen menari dengan totalitas yang aku salut banget. Padahal sebelum tampil, alun-alun sempat diguyur hujan lebat dan semua properti mobil hias basah. Jumlah penari yang lebih dari 10 orang itu harus tampil maksimal selama 5 menit saja! Luar biasa sekali effort mereka untuk memikat para juri dan penonton kan?

Tari kreasi yang mereka bawakan mengusung beragam keunikan di daerah masing-masing. Seperti budaya, sejarah, tradisi, cerita rakyat, reliji, kuliner, dan hasil bumi. Semua dituangkan dalam bentuk seni tari yang indah. Melewati penilaian juri, Kota Semarang menerima penghargaan sebagai juara pertama, Kota Surakarta sebagai juara kedua, dan Kabupaten Boyolali sebagai juara ketiga.

Perayaan hari ulang tahun Provinsi Jawa Tengah selalu diadakan tiap tahun di kota/kabupaten yang berbeda. Inisiatif keren ini tentu menjadi salah satu kesempatan tuan rumah untuk mengenalkan potensi wisata daerah mereka. Apalagi rangkaian acaranya tidak hanya berlangsung sehari itu saja melainkan selama satu bulan.

Rangkaian acara perayaan HUT Jawa Tengah ini tak ubahnya pesta rakyat yang dari rakyat untuk rakyat. Ada 30 kegiatan yang berlangsung dari tanggal 5 Agustus hingga 4 September 2016. Seperti kompetisi olahraga dan permainan tradisional, parade seni budaya, bakti sosial, serta pameran Usaha Kecil Mikro Menengah dan kuliner.

Penasaran deh nanti Parade Seni Budaya Jawa Tengah 2017 akan diadakan di mana ya?

Tarian pembuka: Topi Ireng.
Tarian pembuka: Topi Ireng.
Drumband Akademi Taruna Militer
Drumband Akademi Taruna Militer
Penabuh drum Canka Lokananta Akademi Militer Magelang
Penabuh drum Canka Lokananta Akademi Militer Magelang
Sang Macan Lembah Tidar. Penabuh drum Canka Lokananta.
Sang Macan Lembah Tidar. Penabuh drum Canka Lokananta.
Salah satu aksi akrobatik Canka Lokananta yang mendebarkan.
Salah satu aksi akrobatik Canka Lokananta yang mendebarkan.
Salah satu penatarama di Canka Lokananta.
Salah satu penatarama di Canka Lokananta.
Tari Ayam Jago.
Tari Ayam Jago.
Tarian Panen Tebu Manten.
Tarian Panen Tebu Manten.

Menapak Tilas Cinta & Rangga di Gereja Ayam

Bagian kepala merpati Gereja Ayam
Bagian kepala merpati Gereja Ayam

Ketika gelap mulai memudar dan hijau pepohonan mulai tampak jelas dari atas bukit Punthuk Setumbu, kilatan kecil berwarna putih berkelap-kelip di tengah hutan. Kilatan itu berasal dari atas sebuah bangunan yang berbentuk gundukan berwarna abu-abu dengan pancang-pancang runcing melingkarinya.

Ketika remang menghilang, makin terlihatlah bangunan abu-abu itu. Terlihat kecil sekali, ada beberapa orang yang bergerak di atasnya. Pancang-pancang runcing itu memagari mereka seperti susunan mahkota. Kilatan-kilatan tadi pastilah dari Lanjutkan membaca “Menapak Tilas Cinta & Rangga di Gereja Ayam”

Menanti Matahari Terbit di Punthuk Setumbu

Candi Borobudur dilihat dari Punthuk Setumbu pada pukul 6 pagi.
Candi Borobudur dilihat dari Punthuk Setumbu pada pukul 6 pagi.

Aku terbangun oleh suara keriut dari ranjang sebelah. Pasti Bang Fahmi sudah terjaga dan bersiap untuk berangkat. Itu berarti waktu sudah menunjukkan pukul empat subuh dan aku pun harus bangun dan bersiap-siap juga. Tapi mataku masih terasa perih untuk dinyalangkan. Rasanya baru terlelap beberapa saat tadi dan sekarang harus bangun lagi. Bau kapuk bantalku masih amat kuat membiusku  untuk bisa menegakkan punggung.

Lima menit kemudian, aku mendengar pula seorang laki-laki memasuki rumah kecil yang kami tumpangi itu dan menyuruh untuk bersiap-siap. Bus penjemput akan segera datang. Mau enggak mau aku menarik Lanjutkan membaca “Menanti Matahari Terbit di Punthuk Setumbu”

Umbul Ponggok Klaten – Sensasi Snorkeling di Air Tawar #PesonaJawa Tengah

Kepastian sebagai peserta famtrip HUT Provinsi Jawa Tengah yang ke 66 dan tiket kereta pergi pulang Jakarta-Semarang sudah di tangan. Kusimpan baik-baik cetakan tiket di dalam ransel yang nanti akan kubawa ke sana. Setelah packing, aku mendekap ransel yang menjadi penuh berisi kamera, beberapa charger, pakaian, dan perlengkapan ‘perang’ lainnya sembari membayangkan perjalanan santai yang menyenangkan. Tapi apa yang terjadi selama famtrip ternyata beyond my expectations! :D Lanjutkan membaca “Umbul Ponggok Klaten – Sensasi Snorkeling di Air Tawar #PesonaJawa Tengah”