Brand Lokal Lebih Keren #SmescoNV

Pertama kali mendengar nama Smesco, aku pikir itu salah satu nama perusahaan perkebunan kelapa sawit. Maklum, anak daerah yang hutan-hutannya mulai ditebangi dan dibakar untuk produksi minyak kelapa sawit dan asap ini terlalu familiar dengan nama-nama bernada seperti ‘Smesco’ ini. Awalnya aku pikir masih ada hubungannya dengan Soc*findo, ternyata beda!

Smesco adalah Lanjutkan membaca “Brand Lokal Lebih Keren #SmescoNV”

Belajar Travel Writing dengan Agustinus Wibowo di Smesco Netizen Vaganza

Sebagai blogger kampung daerah berjumpa dengan penulis idola adalah kejadian langka. Ketika kesempatan itu datang, tak hanya berjumpa tapi juga menimba ilmu travel writing dari sang idola rasanya seperti mendapat durian runtuh. Apalagi berjumpa dengan seorang Agustinus Wibowo, yang buku-bukunya ditulis dengan amat personal. Lanjutkan membaca “Belajar Travel Writing dengan Agustinus Wibowo di Smesco Netizen Vaganza”

Aceh: Destinasi Impian Orang-orang

Mesjid Raya Baiturrahman, simbol perjuangan rakyat Aceh. (Foto oleh Ari Buzzerbeez)

Membicarakan destinasi impian, jika dijadikan daftar, urutannya pasti akan panjang sekali. Apalagi tinggal di Indonesia yang punya banyak sekali pulau dan untuk mencapai semuanya butuh waktu yang tak singkat dan dana yang tak sedikit. Ditambah pula dengan seabrek persiapan yang matang. Selain hal-hal dasar seperti dana dan rencana, mental dan fisik juga berperan penting untuk sukses dapat mengunjungi destinasi impian.

Destinasi impian Traveler Cilet-cilet juga tak jauh berbeda dengan kawan-kawan lain yang berada di kawasan zona Waktu Indonesia Barat. Indonesia timur adalah mimpi yang digantung tinggi. Mengunjungi tanah saudara-saudara di sana tentu butuh waktu lebih lama, tak secepat kita menjengkalkan jari di atas peta Indonesia. Dan tulisan yang akan kawan-kawan baca di bawah ini akan berisi curhatan. Tapi selow, nggak perlu tisu kok. :p Lanjutkan membaca “Aceh: Destinasi Impian Orang-orang”

Pemenang #GAWisataDaerahmu: Perayaan Unik di Daerahmu

Akhirnya tiba saat mengumumkan pemenang giveaway Potensi Wisata Daerahmu!

Meski bukan seleb blog dengan follower twitter ratusan ribu orang, tapi ternyata banyak juga yang mengikuti giveaway cilet-cilet berhadiah tiga buah buku ini. Hore!

Inilah para peserta giveaway yang masuk: Lanjutkan membaca “Pemenang #GAWisataDaerahmu: Perayaan Unik di Daerahmu”

#GAWisataDaerahmu: Perayaan Unik di Daerahmu

Perayaan adalah momen kamu bisa melihat begitu banyak orang mengelilingimu dan bersukacita tanpa melihat kamu siapa melainkan kamu ‘apa’. Iya, apalagi ketika kamu dengan setengah memaksa menyeruak di tengah kerumunan orang dan ada yang terganggu, “ni orang apaan sih bikin sempit aja!”. Tiap orang ingin berada paling depan supaya dapat melihat lebih jelas dan mendapatkan foto yang paling bagus tentunya.

Indonesia punya banyak sekali perayaan. Setiap tahun di setiap provinsi dan kabupaten punya perayaan uniknya sendiri-sendiri. Kalau mau dibikin daftar, asli panjang kali daftarnya kurasa, yekan? Bagi yang perantau, tentu beruntung dapat mengenal berbagai perayaan di daerah yang pernah dia tinggali. Selama hampir 7 bulan di Bangka, aku juga beruntung bisa mengenal beberapa perayaan di daerah yang multi etnis ini. Lanjutkan membaca “#GAWisataDaerahmu: Perayaan Unik di Daerahmu”

The Real Escapade to Pulau Bunta

Desember tahun lalu aku menaikkan sebuah tulisan berjudul An Escapade to Pulau Bunta di blog ini. Sebenarnya aku sendiri, sebelum tulisan itu terbit, belum pernah menginjakkan kaki ke pulau itu. Sudah dua kali ajakan ke sana terpaksa aku tolak karena ada saja keperluan lain yang tak bisa ditinggalkan. Hingga kesempatan yang dinanti-nanti pun tiba beberapa bulan setelah tulisan itu terbit.

Jadi inilah cerita the real an escapade to Pulau Bunta oleh si backpakcer cilet-cilet. Silahkan klik tautan ini untuk membaca catatannya lebih lengkap. The Real Escapade to Pulau Bunta.

Gambar

Ada Puppet Show di Thailand

Artist’s House atau Baan Silapin adalah salah satu tempat pertunjukkan seni berupa puppet show dancing di Bangkok. Hari itu kami menonton lakon Ramayana dan Shinta oleh penari-penari yang berpakaian serba hitam. Pewayang menari-nari dengan gerakan yang dinamis dan kaki yang mengentak-hentak. Satu boneka dimainkan oleh tiga orang yang mengenakan topeng.

Mengunjungi Artist’s House di Bang Luang adalah pilihan tepat setelah lelah berputar-putar melihat kuil-kuil megah.  Jika beruntung, kamu dapat berbelanja jajanan dari perahu-perahu di kanal selayaknya floating market. Bagaimana cara menuju ke Artist’s House ini? Baca selengkapnya di sini: Menonton Pupper Show di Khlong Bang Luang.

Tanah Seribu Senyuman

Ternyata Bangkok tak hanya dijuluki dengan Negeri Seribu Pagoda dan Negeri Gajah Putih saja. Tapi dikenal juga dengan julukan Tanah Seribu Senyuman. Tanah yang membuat aku betah tinggal lama-lama karena warganya begitu murah senyum.

Aku tiba di Bangkok pada akhir bulan November 2013 lalu ketika pihak oposisi dari Suthep Thaugsuban menggelar aksi menduduki pusat pemerintah di kawasan Democracy Monument. Aku berangkat berdua dengan Titi dari Medan dan mendarat di Don Mueang Airport lalu melanjutkan perjalanan dengan BTS dan menaiki boat menyusuri kanal-kanal dan berhenti di Sanab Pier yang hanya berjarak 1 kilometer dari Democracy Monument.

Ternyata suasana demo di Bangkok beda jauh dengan yang di Indonesia yang hampir selalu berakhir dengan kericuhan. Bukan itu saja, ada makanan gratis yang dibagi-bagikan. Yuk, baca di sini: Mengunjungi Tanah Seribu Senyuman.

Science Hunting di Gampong Layeuen

Memang benar,  belajar langsung di alam jauh lebih menyenangkan dan lebih gampang masuk ke dalam kepala daripada belajar teori di dalam kelas. Begitu yang aku rasakan ketika mengikuti Field Camp Mahasiswa FMIPA Unsyiah di Gampong Layeuen, Aceh Besar. Tak terhitung berapa ‘Wooogh’ yang keluar dari mulutku ketika Pak Sura menerangkan satu persatu temuannya kepadaku.

Jika tak diundang oleh Bang Muslim, seorang tour guide kawakan dan dosen IT di Unsyiah, mungkin aku tak akan pernah tahu kalau ada patahan aktif berjarak 28 KM dari Banda Aceh. Mungkin aku tak akan pernah tahu kalau koral-koral putih yang terhampar di pantai adalah bahan alami pemutih gula yang halal dan juga sebagai salah satu bahan serat optik. Atau aku tak pernah tahu kalau Layeuen adalah daerah penghasil awan hujan yang diekspor ke Saree. Dan banyak mungkin-mungkin lainnya karena ketidaktahuan yang baru aku ketahui di di field camp ini.

Ikuti pengalaman field trip pertama bersama kawan-kawan dari FMIPA Unsyiah di Gampong Layeuen selengkapnya di sini: Science Hunting di Gampong Layeuen.

An Escapade to Pulau Bunta

Tidak jauh dari Kota Banda Aceh, hanya 50 menit saja mengarungi lautan dengan sebuah boat kecil, terdapat pulau mungil dengan pantai pasir putih yang menawan. Tebing-tebing yang terbentuk dari batuan beku berlapis-lapis menantang gempuran ombak dan angin laut. Pada puncaknya dilapisi rerumputan hijau dan dikepung pepohonan lebat.

Pulau Bunta namanya. Sebuah pulau berpenghuni tak lebih dari 3 kepala keluarga ini seperti berondok di balik Ujong Pancu, Aceh Besar. Makanya tak banyak orang yang tahu keberadaan pulau ini. Pulau yang penghuninya didominasi oleh babi ini adalah satu-satunya pulau yang tidak ada nyamuknya. Lho kok bisa? Aku pun tak tahu pasti bagaimana fenomena alam seperti ini bisa terjadi di Pulau Bunta. Padahal lokasi pulau ini tidak begitu jauh dari daratan.

An Escapade to Pulau Bunta bermula dari keberanianmu untuk sedikit berjalan sedikit lebih jauh bersama Aceh Explore. Tinggalkan sejenak kenyamananmu di kota dan ikut bersama mengarungi lautan selama 45 menit.

Ikuti catatan lengkapnya di sini: An Escapade to Pulau Bunta.