Mendaki Gunung Papandayan & Mencari Keromantisan Edelweis

Pada tepi Hutan Mati pada pagi hari. Tebing jurang hutan mati.
Pada tebing jurang Hutan Mati pada pagi hari.

Ide mendaki Gunung Papandayan dengan Vero sudah tercetus sejak lama. Saking lamanya, aku bahkan tidak ingat kapan terakhir kali pembicaraan itu bermula. Obrolan itu tenggelam dengan rencana-rencana lain dan bermacam-macam percakapan. Kemudian ia muncul kembali setelah Makcik Zarah mengumumkan open trip pendakian 3 gunung dalam seminggu di salah satu akun sosial medianya. Membaca nama Papandayan dalam daftar terakhir pendakian dan jadwalnya yang tepat dengan libur panjang, aku segera mendaftarkan diri, kemudian diikuti Vero dan Kak Nur.

Beberapa minggu kemudian, kami berkumpul di Lanjutkan membaca “Mendaki Gunung Papandayan & Mencari Keromantisan Edelweis”