Mendaki Puncak Tertinggi di Pulau Bangka

Awan mendung bergelayut ketika truk yang kami tumpangi memasuki Desa Rambang, Kecamatan Riau Silip, Bangka. Kegundahan melandaku melihat tebalnya awan kelabu yang bergerak mendekati barisan puncak pegunungan Maras. Bersama dua puluh lima pendaki lainnya, kami terus bergerak melintasi desa-desa yang masih menunjukkan kemeriahan perayaan Imlek beberapa hari lalu. Aku dalam hati berdoa semoga hujan tidak turun malam ini.

Kami tiba di kaki gunung pada sore hari. Setelah menunaikan shalat Dhuhur dan Ashar berjamaah di tanah lapang di pinggiran sungai, kami menanti matahari tenggelam sambil menikmati makan malam dari bekal yang sudah dibeli dari tadi pagi. Tidak ada yang membawa nasi, masing-masing membawa mi instan dan puluhan bungkus lontong dengan sambal asam khas Bangka dan tempe. Aku sendiri segera mengeluarkan kompor portable, panci, dan segera merebus mi instan. Mi goreng digado dengan lontong ternyata enak juga. Meski tidak banyak, tapi lumayan untuk mengganjal perut yang sejak pagi tidak terisi makanan.

Lanjutkan membaca “Mendaki Puncak Tertinggi di Pulau Bangka”

%d blogger menyukai ini: