Belajar Menganyam di Pantai Pejam

Pantai Pejam (dilafalkan Pejem) berada tidak begitu jauh dari rumah yang kami tumpangi. Hanya sepuluh menit menaiki motor. Aku dan Arie berboncengan menaiki motor trail tua rakitan yang remnya sudah blong. Setelah mengisi bensin campuran di toko akoh di persimpangan desa, kami tancap gas ke pantai.

Motor trail dengan rem tapak kaki.
Hutan bakau di Desa Pejem.

Sebelum ke pantai Pejem, kami berhenti sebentar di salah satu pantai tempat ditambatnya perahu dan tempat bersauhnya bagan-bagan. Bagan ini bersauh di samping pepohonan bakau yang menghadap langsung ke Pantai Pejem yang hanya berjarak tiga kilometer dari pantai pertama. Pantai ini hanya sepanjang sekitar 20 meter saja dengan pepohonan yang meneduhi pasir putih di bawahnya. Kedua ujung pantai berbatasan dengan hutan bakau yang tumbuh rapat dengan akar nafas yang mencuat dari permukaan pasir. Pantai Pejem berada dua kilometer dari pantai teduh ini.

Lanjutkan membaca “Belajar Menganyam di Pantai Pejam”

Pesona Pulau Lampu di Utara Bangka

Pulau Lampu adalah salah satu keindahan alam yang dimiliki Indonesia. Tersembunyi nun jauh di utara pulau Bangka. Sebuah rumah panggung yang mungkin sudah dibangun sejak zaman penjajahan Belanda dulu masih berdiri kokoh di puncak bebatuan granit, ditemani sebuah mercusuar di sampingnya yang menjulang tinggi untuk memandu kapal yang melintas dekat. Berada di atasnya, kita boleh melihat pulau-pulau kecil dan gugusan batuan granit yang memesona di bawah sana.

Pulau Lampu berada dekat dengan pantai Penyusu. Hanya 15 menit menumpang perahu kecil untuk menyeberang. Untuk tiba ke Pantai Penyusu dan Pulau Lampu ini, kita terlebih dulu harus mencapai Belinyu yang dapat ditempuh selama dua jam dari Kota Pangkalpinang.

Foto ini (harusnya sih) diikutsertakan dalam Turnamen Foto Perjalanan dengan tema Keindahan Alam Indonesia oleh Ayahalmira. Ehalahai neuk ternyata turnamennya sudah berakhir. Tapi ya sudahlah. Malu datang terlambat. *sembunyiin muka dalam beras*

%d blogger menyukai ini: