Bak Beurambang

Bak Beurambang atau Pohon Pedada (Sonneratia caseolaris) adalah salah satu jenis pohon mangrove yang tumbuh di pesisir pantai Lhok Mee hingga Lamteuba, Aceh Besar. Akar napasnya berbentuk pensil yang mencuat dari dalam pasir/lumpur. Ternyata buah Beurambang dapat dimakan dan mengandung energi dan karbohidrat yang cukup tinggi. Sayangnya populasi pohon bakau ini tergolong lamban. Pembudidayaan bakau jenis ini pun bisa dikatakan tidak ada untuk wilayah Aceh.

Piknik Asik di Don Hoi Lot

Bus umum yang aku dan Titi tumpangi pagi minggu itu berbeda dari bus yang biasanya kami naiki atau yang sering kami perhatikan ketika sedang berjalan-jalan di Bangkok. Bus yang ini agak sedikit usang dan berdebu. Lantainya sudah diganti dengan papan. Jendela kaca dan dinding bus berdebu dan kusam.  Meski begitu, bus ini memiliki kipas angin yang masih berfungsi dengan baik. Walaupun baling-baling kecilnya yang berwarna biru sudah dilapisi juga dengan debu tebal berwarna kecoklatan.

Lanjutkan membaca “Piknik Asik di Don Hoi Lot”

Jajan dan Santai di Pattaya

Ada beberapa daftar daerah di luar Bangkok yang ingin kami kunjungi. Chiang Mai, Ayuthaya, dan Pattaya. Tapi setelah dihitung-hitung jarak tempuhnya ke beberapa tempat itu, aku dan Titi memutuskan mengunjugi Pattaya saja di hari ketiga liburan kami di Thailand. Pattaya kami pilih karena jarak tempuhnya yang lumayan dekat dan transportasinya pun mudah didapat. Titi mencatat informasi bagaimana cara ke tempat ini.

Pagi di Bangkok pada hari itu sangat cerah. Aktifitas di Phra Sumen Road berjalan seperti hari-hari kemarin. Biasa saja. Meski pada hari itu aksi pendudukkan di monumen demokrasi mulai memanas tapi tidak berefek pada kegiatan masyarakat di sekitarnya. Tapi Kam mewanti-wanti kembali agar menghindari keramaian demo dan merincikan jalur alternatif yang bisa kami lewati untuk menghindari hal-hal berbahaya. Jadi kami memilih mematuhi peringatan Kam untuk mengambil jalur yang ia sebutkan. Lanjutkan membaca “Jajan dan Santai di Pattaya”

Jalan-jalan di Pantai Pattaya

Ada beberapa daftar daerah di luar Bangkok yang ingin kami kunjungi. Chiang Mai, Ayuthaya, dan Pattaya. Tapi setelah dihitung-hitung jarak tempuhnya ke beberapa tempat itu, aku dan Titi memutuskan mengunjugi Pattaya saja di hari ketiga liburan kami di Thailand. Pattaya kami pilih karena jarak tempuhnya yang lumayan dekat dan transportasinya pun mudah didapat. Titi mencatat informasi bagaimana cara ke tempat ini.

Perjalanan menuju Pattaya ditempuh selama lebih kurang dua jam. Tak ada pemandangan elok yang membuat decak kagum. Hanya debu berterbangan dihembus angin dan asap knalpot dari truk-truk tronton dan mobil-mobil yang ramai lalu lalang di jalan raya selebar 10 meter itu. Aku jatuh tertidur setelah beberapa kali menguap lebar dan terbangun ketika sudah tiba di terminal Pattaya.

Bagaimana cara mencapai Pattaya bisa kamu baca di Jajan dan Santai di Pattaya (http://www.hananan.com/2014/01/01/jajan-santai-di-pattaya/)

Jajan dan Santai di Pattaya

Ada beberapa daftar daerah di luar Bangkok yang ingin kami kunjungi. Chiang Mai, Ayuthaya, dan Pattaya. Tapi setelah dihitung-hitung jarak tempuhnya ke beberapa tempat itu, aku dan Titi memutuskan mengunjugi Pattaya saja di hari ketiga liburan kami di Thailand. Pattaya kami pilih karena jarak tempuhnya yang lumayan dekat dan transportasinya pun mudah didapat. Titi mencatat informasi bagaimana cara ke tempat ini.

Pagi di Bangkok pada hari itu sangat cerah. Aktifitas di Phra Sumen Road berjalan seperti hari-hari kemarin. Biasa saja. Meski pada hari itu aksi pendudukkan di monumen demokrasi mulai memanas tapi tidak berefek pada kegiatan masyarakat di sekitarnya. Tapi Kam mewanti-wanti kembali agar menghindari keramaian demo dan merincikan jalur alternatif yang bisa kami lewati untuk menghindari hal-hal berbahaya. Jadi kami memilih mematuhi peringatan Kam untuk mengambil jalur yang ia sebutkan. Lanjutkan membaca “Jajan dan Santai di Pattaya”

%d blogger menyukai ini: