Vel-vel! Vel-vel!

“Vel-vel! Vel-vel!” pekik seorang anak laki-laki sambil memegang bejana kuningan yang disebut Pal Kavadi  di atas kepalanya. Seorang perempuan kecil mengikuti di belakang sambil menyerukan yel-yel tersebut untuk menyemangati sang ibu yang sedang trans di tengah-tengah kelompok mereka. Sang ayah dengan sabar memegangi bahu istrinya agar tetap berjalan stabil dan tidak menumpahkan belanga berisikan bara kayu di telapak tangannya.

10-mss3-13

Yel-yel yang sama juga bersahut-sahutan di dalam kerumunan para pengikut festival Thaipusam di Batu Cave pagi itu. Cuaca sangat cerah, langit biru dengan sedikit awan tipis membuat matahari menyengat dengan semena-mena. Syukurlah wangi dupa dapat menyamarkan aroma pakaian basah oleh keringat dari baju para pengunjung festival. Lanjutkan membaca “Vel-vel! Vel-vel!”