Pesona Alam Tersembunyi di Langkat

Pesona alam di Indonesia sepertinya masih begitu banyak yang tersembunyi dan belum terjamah tangan dan kaki manusia. Letaknya nun jauh di dalam pelosok perkampungan yang untuk ke sananya saja mungkin harus melewati ladang dan rimba, menuruni tebing dan tangga yang curam dan berjalan melawan arus sungai.

Lau Balis adalah salah satu pesona alam yang tersembunyi itu. Letaknya di Desa Rumah Galo, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara. Untuk menuju Desa Rumah Galo ini harus ditempuh selama lebih kurang 3 jam menaiki sepeda motor. Jika dari kota Medan akan melewati kota Binjai lalu berbelok ke kiri dari samping Binjai Supermall. Perjalanan akan terus menanjak selama lebih kurang 1 jam. Lanjutkan membaca “Pesona Alam Tersembunyi di Langkat”

I’m Ready for The MSS 2013’s Challenge!

Gombak city and Murugan Statue

Pertama kali aku menginjakkan kaki di Selangor pada tahun 2010 lalu merupakan pengalamaan pertamaku traveling ke luar negeri. Banyak sekali hal baru yang tak terduga dari yang konyol sampai yang bikin speechless kualami dalam perjalanan ini. Tentu ini pengalaman baru yang tak terlupakan. Berada di negeri asing dan bertemu orang-orang kreatif dan menyenangkan meski berbeda bahasa dan kebiasaan. Ditambah lagi dengan suasana kota yang terdiri dari berbagai etnis dan suku yang membuat perbedaan itu semakin kontras. Tapi itu pula yang membuat pengalamanku semakin bertambah dan membuka pikiran bahwa perbedaan itu bukanlah hal yang seharusnya diperdebatkan. Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa saling menerima perbedaan dan hidup rukun.

Tahun 2010 lalu aku terpilih sebagai salah satu dari 30 blogger yang berasal dari Malaysia, Singapore dan Indonesia. Inilah kesempatan berharga untuk bisa mengenal kultur negeri Selangor dan para partisipan lainnya. Memang traveling bukan hanya tentang sebuah destinasi, tapi banyak yang dapat kita pelajari. Kebersamaan, keberagaman dan belajar hal-hal baru. Pengalaman kami di Sabak Bernam misalnya. Teman yang asli dari Jawa Timur, Alid Abdul, merasa seperti kembali ke kampung halamannya karena suasana Jawa begitu kental di sana. Pada tahun 2011, dari catatan perjalanan partisipan My Selangor Story mereka menjalani kegiatan outdoor yang menuntut kerja tim yang baik. Wah, ini yang bikin aku iri dan ingin kembali bergabung dan berpetualang dengan tim yang solid seperti mereka. Seorang teman pernah bilang begini: traveling is not about destination, it’s about togetherness.

“the most important reason for going from one place to another is to see what’s in between, and they took great pleasure in doing just that.” – Norton Juster.

Belajar tarian Kuda Kepang di Sabak Bernam. Ternyata orang Jawa sudah menetap di sini sejak seabad silam dan tetap menjaga kesenian daerah meski tidak lagi tinggal di Indonesia.
Royal Selangor
Mengenal dan mempelajari sejarah perekonomian Selangor di Royal Selangor.

Selangor adalah salah satu negara bagian yang memiliki keanekaragaman budaya dan keindahan alam yang sangat menarik. Namun baru sebagian kecil saja tempat-tempat menarik di Selangor yang kukunjungi. Masih begitu banyak objek wisata lain yang belum dieksplor dan diceritakan ke banyak orang melalui blog ini. Aku melihat My Selangor Story sebagai satu-satunya kompetisi yang dapat mewujudkan keinginan para travel blogger seperti ku untuk dapat menambah wawasan tentang Selangor. Baik itu budaya, kesenian, keindahan alam dan kuliner.

Kanching Waterfall
Kanching Waterfall. Untuk menikmati air yang udara yang sejuk di sini kita harus menaiki ratusan anak tangga di antara pepohonan yang lebat dan hijau. Cukup menguras tenaga tapi menyenangkan!
Chin Swee Temple ini terletak di Genting. Pada pagi hari dan jika udara mendung, kabut akan menyelimuti hutan-hutan di sekelilingnya mengesankan kita seperti sedang di puncak gunung.

Mengapa aku ingin ikut ambil bagian dalam My Selangor Story 2013 ini?

Beberapa pengalamanku menjelajahi Selangor, Malaka, Kuala Lumpur dan beberapa daerah di Indonesia, baik itu perjalanan santai hingga tingkat yang lumayan ekstrim seperti hiking di beberapa daerah di Indonesia seperti Kawah Ijen dan Bromo di Jawa Timur, Lau Balis di Sumatra Utara, Lhok Mata Ie di Aceh, dan canoing di Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Dan, karena aku ingin membuat orang lain juga dapat merasakan pengalaman seru selama berpetualang nanti dan tertarik untuk melakukan perjalanan ke tempat-tempat tersebut. Rasanya senang dan puas jika berhasil membuat seseorang berani mengambil suatu langkah kecil dalam hidupnya dan pergi melihat dunia yang tak pernah dilihatnya secara langsung. Melalui My Selangor Story 2013 dengan tagline “Blogging, Traveling, Fun, Adventure” ini setiap orang diajak untuk menikmati hal-hal tak terduga dalam hidupnya. Empat kata tersebut pun telah mendeskripsikan diriku dengan jelas.

So, I’m ready for the challenge. Count me in! :)

Nah, kamu yang blogger dan ingin jalan-jalan gratis bareng 19 orang lainnya di Selangor, tunggu apa lagi? Silahkan daftar sekarang! Tapi baca dulu peraturannya di sini: http://www.myselangorstory.com/rules.php

(video by Dicko)

//

[Pulau Banyak Trip-3] Akhir Perjalanan di Pulau Banyak

Berjalan-jalan pagi di Pulau Asok

Pertama kali membuka mata ketika bangun tidur yang terpikirkan adalah: ini di mana? Siapa ini yang di samping? Sepuluh menit kemudian, kesadaranku berangsur pulih.  Suara kicau burung murai dan hempasan ombak membuatku kembali sadar bahwa aku masih di Pulau Asok dan travelmate-ku masih pulas di samping. Lanjutkan membaca “[Pulau Banyak Trip-3] Akhir Perjalanan di Pulau Banyak”

[Pulau Banyak Trip-3] Akhir Perjalanan di Pulau Banyak

Berjalan-jalan pagi di Pulau Asok

Pertama kali membuka mata ketika bangun tidur yang terpikirkan adalah: ini di mana? Siapa ini yang di samping? Sepuluh menit kemudian, kesadaranku berangsur pulih.  Suara kicau burung murai dan hempasan ombak membuatku kembali sadar bahwa aku masih di Pulau Asok dan travelmate-ku masih pulas di samping. Lanjutkan membaca “[Pulau Banyak Trip-3] Akhir Perjalanan di Pulau Banyak”

[Pulau Banyak Trip-2] Hoping Island dan Berkemah di Pulau Asok

Langit di pagi hari pertamaku di Balai hampir sepenuhnya ditutupi awan putih. Hanya sedikit menyisakan celah berwarna biru yang membuat perasaan sedikit tenang. Cuaca di pulau biasanya berbeda dengan cuaca di daratan. Hujan bisa turun kapan saja dan berhenti tiba-tiba. Prakiraan cuaca yang berlaku dari tahun ke tahun di pulau ini adalah akan semakin sering hujan pada bulan September hingga Februari. Rencanakan liburan kamu pada bulan-bulan mulai dari Maret sampai Agustus jika ingin ke Pulau Banyak.

Bagiku tidak ada cuaca yang buruk, tapi tidak bagi para nelayan, hujan dan badai adalah momok bagi mereka. Jika awan-awan hitam mulai terlihat menggelantung maka tertundalah rencana mengumpulkan rejeki yang tersebar di dalam laut. Namun resiko jika berlibur di pulau adalah kita harus mengikuti fenomena alam yang bisa saja terjadi. Satu-satunya jalan keluar adalah sabar di rumah jika awan gelap dan hujan akan/sudah runtuh.

Malam sebelumnya, aku dan Bang Tekno, teman seperjalananku, berbelanja stok makanan untuk 5 hari seperti beras dan air minum di sebuah kedai kelontong di dekat warung ibu langganan kami. Rencana awalnya kami akan berkemah di Pulau Palambak. Namun oleh Pak Putri (pemilik Wisma Putri) menyarankan untuk berkemah saja di Pulau Asok. Lalu ke Pulau Asok lah kami. Lanjutkan membaca “[Pulau Banyak Trip-2] Hoping Island dan Berkemah di Pulau Asok”

[Pulau Banyak Trip-2] Hoping Island dan Berkemah di Pulau Asok

Langit di pagi hari pertamaku di Balai hampir sepenuhnya ditutupi awan putih. Hanya sedikit menyisakan celah berwarna biru yang membuat perasaan sedikit tenang. Cuaca di pulau biasanya berbeda dengan cuaca di daratan. Hujan bisa turun kapan saja dan berhenti tiba-tiba. Prakiraan cuaca yang berlaku dari tahun ke tahun di pulau ini adalah akan semakin sering hujan pada bulan September hingga Februari. Rencanakan liburan kamu pada bulan-bulan mulai dari Maret sampai Agustus jika ingin ke Pulau Banyak.

Bagiku tidak ada cuaca yang buruk, tapi tidak bagi para nelayan, hujan dan badai adalah momok bagi mereka. Jika awan-awan hitam mulai terlihat menggelantung maka tertundalah rencana mengumpulkan rejeki yang tersebar di dalam laut. Namun resiko jika berlibur di pulau adalah kita harus mengikuti fenomena alam yang bisa saja terjadi. Satu-satunya jalan keluar adalah sabar di rumah jika awan gelap dan hujan akan/sudah runtuh.

Malam sebelumnya, aku dan Bang Tekno, teman seperjalananku, berbelanja stok makanan untuk 5 hari seperti beras dan air minum di sebuah kedai kelontong di dekat warung ibu langganan kami. Rencana awalnya kami akan berkemah di Pulau Palambak. Namun oleh Pak Putri (pemilik Wisma Putri) menyarankan untuk berkemah saja di Pulau Asok. Lalu ke Pulau Asok lah kami. Lanjutkan membaca “[Pulau Banyak Trip-2] Hoping Island dan Berkemah di Pulau Asok”

[Pulau Banyak Trip-1] Tiba di Pulau Balai

Mobil kijang yang aku dan Bang Tekno tumpangi tiba di Jembatan Tinggi, Pulo Sarok pada jam 6 pagi setelah menempuh 8 jam perjalanan dari Medan. Cuaca pada pagi itu berawan dan sedikit mendung. Hawa-hawanya seperti akan turun hujan sebentar lagi. Kami segera mengangkat barang-barang dan berjalan masuk ke sebuah warung yang dibangun di atas rawa berair payau yang ditumbuhi bakau. Benar dugaanku, setelah menyantap sarapan, hujan pun turun.

Pulo Sarok adalah salah satu kampung di Kecamatan Singkil. Daerah yang terletak di pesisir sungai dan laut ini merupakan salah satu daerah yang mengalami dampak bencana tsunami yang lumayan parah tahun 2004 silam. Datarannya turun hingga 1 meter. Ini dapat kita lihat dari banyaknya rumah-rumah yang tidak dihuni lagi dengan kondisi lantai yang terbenam. Beberapa rumah yang masih ditempati harus meninggikan lantai rumah agar tidak kebanjiran ketika hujan. Lanjutkan membaca “[Pulau Banyak Trip-1] Tiba di Pulau Balai”