Foto Mini Konser J-Rocks di Lhokseumawe

Rabu malam tanggal 13 Juni lalu cuaca sangat cerah. Aku berjalan kaki menuju lapangan Jenderal Sudirman setelah menyantap gado-gado di Jalan Suka Ramai. Disana malam itu sudah dipadati oleh ratusan anak muda, dewasa dan anak-anak. Mereka ingin menikmati konser band J-Rocks yang disponsori penuh oleh perusahaan rokok sejuta umat di Indonesia ini.

Aku ikut berdesak-desakan dengan puluhan anak muda lain yang banyak di antara mereka masih di bawah umur untuk menghadiri acara seperti ini, yaitu 18 tahun ke atas. Setelah berhasil masuk, berbekal kamera, aku diizinkan melewati pagar pembatas antara panggung dan penonton, bersama beberapa wartawan lokal, dan anak-anak. (?)

Aku bukan J-Rockstar, sebutan untuk fans band yang vokalisnya bernama Iman ini. Datang kemari hanya karena bosan di kos terus dan dorongan ingin belajar foto. Dari hampir seratus foto, hanya beberapa yang lumayan bagus. Masih harus banyak-banyak belajar teknik dasar dan prakteknya nih.

“i’m falling in love with you…”

Lanjutkan membaca “Foto Mini Konser J-Rocks di Lhokseumawe”

Lhok Mata Ie Ketika Hujan

Pantai Lhok Mata Ie adalah salah satu pantai sekaligus tujuan wisata Aceh yang bisa dikatakan private beach-nya Aceh Besar. Selain tersembunyi, pengunjung yang mau datang ke lokasi ini harus menempuh waktu sekitar 30 menit dari pusat kota Banda Aceh ke arah pantai Ujong Pancu dan dilanjutkan berjalan kaki selama 1 jam naik turun bukit.

Perjalanan ke Lhok Mata Ie kali ini adalah untuk menunjukkan ke Dika dan Kindi lokasi perkemahan kami yang sudah lama direncanakan. Tapi tertunda karena belum punya tenda dan perlengkapan lainnya.  Lanjutkan membaca “Lhok Mata Ie Ketika Hujan”

Memori Penuh Warna Pratitou Arafat dalam Lukisan

Pratitou Arafat dan beberapa lukisannya di Museum Tsunami Aceh

Pratitou Arafat adalah salah satu pelukis muda Aceh yang di hari sabtu lalu (09/06) mengadakan pameran lukisannya di Museum Tsunami Aceh, Banda Aceh.  Pameran ini menjadi salah event untuk mengenalkan adat, sejarah dan budaya Aceh. Pameran lukisan Titou ini bertemakan masa kecilnya yang penuh warna. Titou menyebutkan lukisan-lukisan yang dipamerkan merupakan memori masa kecilnya sejak berumur 5 tahun. Lanjutkan membaca “Memori Penuh Warna Pratitou Arafat dalam Lukisan”

%d blogger menyukai ini: