Pantai-pantai di Aceh Selatan

Berikut adalah foto-foto motor-traveling ku ketika mudik ke Aceh Selatan tahun 2008 silam. Sudah lama sekali ya? Ini adalah foto-foto yang dulunya aku simpan di multiply. Karena katanya mau ditutup, aku pindahkan ke sini.

Pantai di Sama Dua, Aceh Selatan. Letaknya persis di sisi kiri jalan raya Labuhan Haji-Medan. Jika kamu ke Aceh melewati jalur pantai barat-selatan dari Medan, pasti akan dapat melihat kecantikan pantai ini di sisi kiri dan air terjun Ai Dingin di sisi kanan jalannya.
Pantai di Labuhan Haji. Pantai inilah aku mengenal banyak sekali mitos dan hantu-hantu menyeramkan. :D
Seorang penjala ikan di Ujuang. Ujuang ini adalah sebutan untuk tanjung di kampung Pasar Lama. Ada sebuah lapangan di sana tempat aku dan kawan-kawan sekelas waktu SMP berolahraga.
Kegiatan Tarek Pukat oleh nelayan di Kampung Baru, Labuhan Haji, Aceh Selatan. Seperti inilah aku menghabiskan akhir minggu di masa kecilku dulu.

10 hal tentang Citra ? Hm…

Mohon maaf Mr. Syahur, saya baru bisa mengerjakan peer anda sekarang. Em, oke…saya merefresh otak saya dulu ya..

10 facts about me? Bingung ni mau isi apaan. Harus mulai dari mana ya…Saya refresh otak lagi saja (klik kanan, select refresh, ulang sampai lima kali) Woukeh…berikut ini hasilnya :

  1. Kulit saya tipe kulit yang berminyak. Wajah dan punggung saya sudah mulai dipenuhi jerawat ketika saya duduk di kelas dua smp. Jadi kalau di smp saya berdiri terus maka saya tidak akan pernah berjerawat. Walah, saya jadi buka-bukaan nih…Salahkan Syahur! Sampai sekarang bekas-bekasnya tidak pernah hilang. Kawan saya bilang, banyak kali bekas pakunya!
  2. Saya takut anjing! Waktu kelas dua atau tiga SD dulu saya pernah digigit anjing gila. Hingga kini bekasnya masih kelihatan di betis. Mungkin akibat gigitan itu saya sering menggila sendiri. Apa? Saya gila? Tidak..Saya tidak gila. Suwer!
  3. Saya paling malas jika harus memotong rambut. Biasanya saya menunggu hingga rambut benar-benar panjang, barulah saya ke tukang pangkas. Atau saya sedang dalam mood yang benar-benar baik. Mengapa saya tidak suka pangkas? Karena dimanapun saya memangkas rambut pasti hasilnya mengerikan! Sudah muka hancur ditambah lagi dengan potongan rambut yang naudzubillah. Hasilnya benar-benar membuat saya frustrasi!
  4. Wah, nama saya Citra Rahman. Kadang saya merasa tidak nyaman dengan nama ini. Tapi Allah sudah mentakdirkan saya berjodoh dengan nama pemberian tersebut. Sekalipun saya menyamar-nyamarkan nama pasti akhirnya saya memasang nama asli juga.
  5. Saya paling suka jalan-jalan. Istilah kerennya backpacking. Traveling ala backpacker! Keren, seru! Saya pernah backpacking sendirian ke Pulau Banyak-Aceh Singkil dan ke Takengon. Kondisinya memang benar-benar sulit. Tapi the real backpacking yang benar-benar seru adalah ketika saya di Banda Aceh di bulan puasa lalu. Saya berjalan kaki dan naik angkot kemana-mana dalam keadaan berpuasa dan dalam cuaca yang luar biasa panas!
  6. Saya gila film! Well ya saya memang gila. Oke, saya penggemar berat film-film Indonesia dan film luar negeri seperti Korea dan Jepang dan Cina. Saya tidak suka film Bollywood. Satu-satunya film mereka yang benar-benar saya nikmati hanya Kuch kuch hota hai. Saya penggemar Dian Sastro, Christine Hakim, Nicholas Saputra, Ladya Cheril, Ria Irawan, Matt Damon, Tom Hanks, Johny Depp dan banyak lagi (mungkin anda tidak pernah mendengar ada aktor yang bernama banyak lagi tapi itu bukan nama). Saya menyukai film-film yang bergenre drama dan action. Saya tidak begitu mengerti dengan genre film. Asal bagus cerita saya nikmati saja. Saya juga suka film-film sadis seperti Saw dan Frontieres. Saya ingin sekali menonton film Cut Nyak Dhien.
  7. Saya pelupa. Saya susah mengingat nama dan susah mengingat arah atau disebut disorintasi. Tapi masalah terbesar dalam hidup saya adalah susah mengingat nama orang. Percuma berkenalan hari ini karena besok saya sudah tidak mengingat namanya lagi. Hal ini yang membuat saya kurang bergaul dan bersosialiasi dengan orang lain. Gara-gara ini saya sering dikira sombong.
  8. Pemalas. Malas makan, cuci muka, mandi, nyemir sepatu, nyetrika baju dinas, malas menyapa, malas basa-basi, malas tidur, malas bangun, cuci baju, gunting kuku, malas pulang ke rumah kalau sudah jam 12 malam. Halah, banyak malas-malas lainnya yang bakalan panjang jika dituliskan semua disini.
  9. Saya paling tidak bisa memilih baju apa yang cocok. Jadi saya tidak suka ke toko pakaian. Kecuali kalau sedang mood. Itupun hanya melihat-lihat saja.
  10. Hingga kini saya ragu dengan tanggal lahir saya. Sekalipun sudah beratus kali mamak menjelaskan tanggal lahir saya yang sebenarnya tapi tetap saja kemudian saya lupa lagi yang mana yang benar. Antara 18 atau 19 Oktober.

Sudah sepuluh ya…masih banyak lagi fakta-fakta yang belum terekspose. Tapi cukuplah sudah. Ini saja sudah membuat saya ragu mengklik menu “Terbitkan”. Ini seperti membeberkan aib pribadi ke orang lain. Hahaha…

Mudik

Beberapa rencana yang sudah tersusun di bulan puasa lalu ternyata cuma satu saja yang insya Allah akan bisa direalisasikan. Yaitu pulang kampung ke Labuhan Haji kemudian ke Tapak Tuan.

Rencana ke Medan/Binjai menyusul abang dan kakak ipar saya terbentur dengan budget. Karena saya memutuskan untuk mengalihkan semua budget traveling itu untuk membeli sepeda. Tapi setelah rencana ke Medan pupus, saya harus kembali mengalami kekecewaan karena mamak tidak menyetujui rencana saya untuk memiliki sepeda. Hanya ayah yang mendukung, karena beliau berharap bisa meminjam sepeda tersebut kelak. Padahal saya sudah ingin sekali bergabung dalam komunitas Bike To Work (B2W).

Terus, beberapa hari ini saya malah jadi tambah sayang sama uang tabungan saya. Hahahaha… Saya jadi ingin menyimpannya terus di tabungan kesayangan saya itu. Melihat jumlahnya yang (memang) tidak seberapa itu jadi timbul perasaan sayang untuk mengusiknya. Hehe…

Wah, doakan saya ya agar selamat dalam perjalanan selama mudik nanti. Saya masih akan mengendarai Kuda Merah saya itu.

Hei, tunggu sebentar! Saya belum cerita ya tentang sejarah kelahiran Kuda Merah saya itu? Em, mungkin sudah ada pada postingan lama saya tapi rasanya malas mengeceknya lagi.

Jadi kereta Honda Supra X 125 R yang berplat BL 3126 EO itu saya beli bertepatan pada ulang tahun saya yang ke 20 tahun. Pada tanggal 19 Oktober 2006 lalu dia resmi menjadi milik saya. Keberadaannya juga berkat bantuan ayah sama mamak yang sudah menyumbangkan sejumlah uang sebagai DP. Uang tabungan saya habis total! Tapi saya sangat senang sekali. Walaupun kredit tapi saya bahagia memilikinya. Keberadaannya membuat saya benar-benar mobile. Bisa kemanapun yang saya inginkan.Semua hal sudah kami lalui dan kami rasakan bersama. Tapi, alhamdulillah. Saya belum (dan Insya Allah tidak akan pernah) menabrak orang dengannya. Hanya beberapa kali jatuh saja dan menyederai diri saya sendiri dan motor saya itu tentunya. Ah, I love it soooo much!

Kini sudah dua Oktober. Delapan belas hari lagi maka umur saya akan berkurang satu tahun lagi.

Dua puluh satu tahun sembilan bulan lalu saya lahir pada hari minggu. Dan tahun ini saya kembali berjumpa pada hari yang sama pada saat saya dilahirkan dulu. Saya masih tetap merasakan hal yang sama setiap kali menghadapi hari demi hari ke tanggal bersejarah itu.Perasaan gamang, takut, ragu, bimbang, sedih, senang, bahagia dan perasaan lain yang bercampur aduk tidak karuan. Seperti benang kusut. Kusut sekusut muka saya! Hahhh…

Ya sudah. Besok saya akan mudik. Doakan saya…Mohon maaf lahir dan batin ya…

%d blogger menyukai ini: