Sebuah film yang sangat menginspirasi. Judulnya sama persis seperti apa yang selalu ingin aku lakukan selama ini. Merantau. Tapi kita membicarakan film ini saja dulu.
Merantau memang sudah menjadi budaya yang mendarah daging pada masyarakat Sumatra Barat pada umumnya. Terbukti mereka ada hampir di seluruh wilayah Indonesia. Mereka juga sudah berabad merantau di tanah kelahiran ayah, Aceh Selatan.
Yuda, seorang pria berusia 20 tahun yang hidup dengan damai bersama Amak dan Udanya, Yayan. Mereka adalah petani tomat yang gigih. Berbekal ilmu silat harimau, Yuda bertekad merantau ke Jakarta untuk mengajarkan silat. Dengan berat hati Amak melepas kepergiannya.
Pada permulaan film diawali dengan narasi yang menggetarkan bulu roma. Saya sengaja tidak mencari tahu siapa saja yang berperan dalam film ini sebelumnya. Takut nanti ga surprise lagi. Ketika mendengar narasi dalam film ini, saya langsung mengenalinya. Christine Hakim! Ya, beliau yang juga bernarasi dengan penuh kekuatan perjuangan dalam film Cut Nyak Dhien ini selalu mampu menggetarkan bulu roma walaupun hanya dengan suaranya. Hebat!
Narasi yang kemudian diikuti adegan silat oleh Yuda di Ngarai Sianok. Luar biasa! Saya belum pernah melihat silat harimau sedahsyat itu! Well, saya memang baru pertama kali menyaksikan silat harimau. Hanya sering mendengar namanya saja.
Ini baru permulaan dari begitu banyak keseruan lainnya dalam film yang disutradarai oleh G.H. Evans ini. Adegan laga di yang dibawa dengan begitu sempurna oleh Yuda yang diperankan Iko Uwais, Eric (Yayan Ruhian) dan beberapa pemeran pendukung lainnya hingga peran pembantu.
Kalau dulu saya salut sama kungfu Jackie Chan dan setelah menyaksikan film ini, saya salut dan sangat bangga dengan Iko Uwais! Aktingnya itu lho yang membuat saya tegang dan ketar-ketir. Adegan lompat di atas rusun, kejar-kejaran dan berantam dengan penjahat, semuanya dilakukan dengan jurus-jurus silat yang memukau! Salut sekali sama Iko yang melakukan semua adegan tanpa stuntman. Dia sempat cedera ketika terjatuh dari atas container.
Lalu apa yang meyebabkan Yuda harus bertarung sesampainya di Jakarta? Tersebutlah seorang Astri, penari seksi di sebuah klub yang pemiliknya menjadi kaki tangan dari pelaku trafficking. Astri yang diperankan oleh Sisca Jessica bertemu dengan Yuda ketika Yuda mengejar adiknya, Adit. Akting Sisca juga lumayan menjiwai untuk peran Astri yang keras. Begitu juga Adit yang diperankan sangat pas oleh Yusuf Aulia. Saya surprise melihat kehadiran Yusuf dalam film ini, aktingnya natural.
Iko juga bagus lah aktingnya. Yah kalau saya bilang sih semua actor dan aktris dalam film ini pas untuk setiap perannya. Kecuali Bapak Edwel Datuk Rajo Gampo Alam. Maaf cakap nih, beliau berperan sebagai orang adat di Bukit Tinggi. Tapi sayang sekali bahasa Indonesia yang beliau gunakan sama sekali tidak berlogat Bukti Tinggi. Beda halnya dengan Christine Hakim, Donny Alamsyah, Iko Uwais dan Yayan Ruhian. Mereka dapat berbahasa Indonesia dengan logat Sumatra Barat dengan kental. Begitu juga ketika mereka berbicara dalam bahasa Padang.
Ada satu hal yang menarik! Sangat menarik buat saya. Kehadiran Eli, seorang wanita yang sedang memetik cabe yang ladangnya bersebelahan dengan ladang tomat Yuda. Ckckck…rancak bana! Haha…ya, ini semacam insertion yang sangat manis! Susah dilupakan.
Film ini tidak melulu mempertontonkan aksi tarung silat yang hampir semua scene-nya memperlihatkan Yuda, tapi juga aksi drama yang benar-benar menyentuh. Sosok Christine Hakim membuat film ini benar-benar penuh jiwa, penuh haru. Sosok seorang Amak yang penuh cinta. Beliau benar-benar memerankan Amak dengan sangat sempurna! Saya benar-benar terharu ketika melihat perpisahannya dengan Yuda. Saya benar-benar melihat sebuah tayangan kisah nyata seorang ibu yang berpisah dengan anak yang dicintainya. Ya Allah, seharusnya Christine Hakim menang Golden Globe dan Oscar!
Ah, saya ga mau berbicara banyak lagi deh tentang film ini. Silahkan nonton saja dan nikmati setiap adegan dari awal hingga akhir! Bagi pencinta film drama dan action, ini film yang harus kalian tonton! Silahkan mengambil sendiri pesan moralnya. Karena setiap orang bisa saja penilaiannya beda.
Yang tidak menonton film ini di bioskop, mending segera beli dvd originalnya. Soalnya ada behind the scene dan special feature lainnya. Sedikit bocoran, ketika shooting adegan Yuda berpisah dengan Amak, ada beberapa kru film yang menangis. Berikut juga ada tayangan ketika latihan tarung sebelum film diproduksi.
Score : *****/*****




akh gw kok blum ada niatan yak liat film indonesia… T___T
By: alid abdul on 25 March 2010
at 9:31 pm
film yg ini sutradaranya orang inggris deh kalo ga salah. bagus lho laga dan dramanya..bikin aku termehek-mehek. haha…
By: Citra Rahman on 31 March 2010
at 9:06 am
mahal cit originalnya, mending minjem punyamu aja. haha…
By: Abdi Jaya on 30 March 2010
at 8:50 pm
haha..udah nonton kan?
By: Citra Rahman on 31 March 2010
at 9:10 am
belum… kukira filmnya biasa aja, tapi setelah membaca postinganmu ini, aku jadi tertarik
By: Abdi Jaya on 3 April 2010
at 3:23 pm
sebuah film indonesia, yang membuat saya tak sabar ingin menontonnya segera, he he,
By: zulham on 3 April 2010
at 8:34 am
Mi uga udah nonton bg
By: Mitra on 9 April 2010
at 12:14 pm