Kram betis yang nyaris bikin saya tenggelam di laut

7 Juli 2009 at 5:45 pm | In berenang, inmymindthatican'tcontrol, kebodohanku | Leave a Comment
Tags: , , , , , , , ,

anatomy+tubuhPernah ga sih kalian berenang di laut terus tiba-tiba betis kram? Apa yang kamu lakukan? Panik? Teriak-teriak?

Kalau ditolongin sih ga papa. Tapi gimana ceritanya kalau betis atau pahamu kram di tengah laut dan tidak ada yang menolong? Waduh bisa jadi malapetaka itu.

Dari pengalaman saya sendiri sih.. Memang menyakitkan sekali ketika kram terjadi ketika berenang. Apalagi kalau sedang berenang di tempat yang dalam.

Seperti yang terjadi sama saya hari minggu (05/07) lalu. Saya diajak Kak Ninuk, pelatih Silat juga teman kuliah saya, berenang di laut Blower.

Saya pikir dengan bersepeda ke pantai yang jaraknya sekitar 3 km sudah cukup sebagai pemanasan. Saya langsung loncat setelah goyang-goyangin kaki sebentar. Kaki-kaki saya masih aman-aman saja hingga saya berenang ke puing-puing pelabuhan yang berjarak ±150 meter dari pantai. Sudah pasti perairan di situ dalam. Saya dengan dua orang kawan, Wahyu dan Eko, istirahat sebentar di atas sisa-sisa pelabuhan.

Setelah dua puluh menit kemudian, kami nyebur lagi ke laut. Ketika tubuh saya masuk ke air, tiba-tiba otot betis kiri saya kram! Saya berteriak menahan sakit pada betis yang menegang. Syukurlah saya segera bisa menenangkan diri dan tidak panik. Sekalipun sakitnya minta ampun saya paksakan tangan saya mengayuh. Kaki kiri sudah tidak bisa digerakkan lagi. Tegang hingga ke paha.

Susah payah berenang tanpa kayuhan kaki akhirnya saya berhasil juga naik ke atas setelah nyaris terseret arus ke bawah kolong pelabuhan. Saya melakukan beberapa peregangan agar otot yang kram bisa normal kembali. Tapi efeknya tidak bertahan lama. Saya kembali mengalami kram pada paha kanan lalu kram pada betis kiri berganti-gantian. Saya jadi bingung sendiri, kok ini otot-otot kok pada kompak bikin kramnya… Sebentar di paha kanan trus ganti lagi kram di betis kiri terus ganti lagi ke sebelah kanan.

Akhirnya saya memutuskan untuk bermain polo air saja sama kawan-kawan silat di dekat dermaga yang airnya cuma seperut. Kapok berenang jauh-jauh.

No Comments Yet »

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan komentar

XHTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.