Traveling tanpa henti

26 Juli 2009 at 11:12 pm | In perjalanan | 1 Comment
Tags: , , , ,

Capek! Sumpah capek kali sekarang ni. Tapi yah pengennya lepas dari pekerjaan dan rutinitas tiap hari. Dan di sinilah aku sekarang. Banda Aceh!

Kalau dulu itu rasanya kok susaaaaah sekali untuk datang ke ibukota provinsi ini. Tapi alhamdulillah, sekarang jadi malah keseringan datangnya. Berkat kantorku yang baik budi itu yang membuat saya sering bertandang ke sini. Urusan dinas sih, tapi tentunya saya mengambil kesempatan juga untuk berleha-leha setelah kedinasan selesai.

Baru saja seminggu yang lalu saya meninggalkan Banda Aceh, eh sekarang sudah ada di sini lagi. Dinas lagi. Begadang lagi dan jalan-jalan lagi. Tapi ini kok malah menyibukkan diri sampai capeknya jadi berlipat-lipat. Pas nyampe ke Meulaboh seluruh badan jadi pegal-pegal. Hahaha… Whatever deh..yang penting enjoy!

Pagi tadi saya berangkat dari Meulaboh menaiki L300 via Calang ke Banda Aceh dengan Bang Mul. Perjalanan yang menyenangkan kali ini. Saya hanya tertidur kurang dari dua jam. Terbangun ketika berhenti makan siang di Calang.Udara sangat panas. Cuaca cerah sekali. Langit biru dan awan-awan tipis putih berserakan di bawahnya. Awsome!

Sampai di Patek, saya membeli boh drien (durian) seharga Rp. 50.000 sebanyak 6 buah dengan ukuran besar-besar. Beuh… Di Meulaboh saja ga dapat boh drien seukuran itu dengan harga segitu.

Jam setengah tujuh saya tiba di Banda Aceh dengan rambut mengeras, kulit berdebu-berminyak dan leher yang penuh daki. Ck ck ck…

Nyantai pasca bursa

26 Juli 2009 at 10:30 pm | In enjoY, inmymindthatican'tcontrol, liburan | Leave a Comment
Tags: , , , , , , , ,

Bursa semesteran selesai! Alhamdulillah…sekalipun ada beberapa hal yang membuat tim kami kesal yang membuat laporan kami terhambat dan mengacaukan mood anggota tim yang lain, tapi bursa dari tim Meulaboh pun selesai di hari kedua.

Hari selasa (14/07)pagi kami bertolak dari Lhokseumawe ke Meulaboh. Menyisakan tiga hari dinas yang sebenarnya sih bisa saya manfaatkan untuk  liburan ke Medan misalnya. Tapi karena ada ujian final di kampus-di Meulaboh, dengan amat sangat terpaksa saya harus kembali ke Meulaboh. Hmm..coba saja kalau tidak ada final, mungkin saya sudah bergabung dengan Oji atau Ryan di Medan menonton Transformers : The Revenge of the Fallen, Terminator Salvation dan Harry Potter! Beuh..gila bener tuh film-filmnya…

Setelah mengikuti ujian final hari jumat (17/07) jam setengah lima sore di kampus. Saya packing dan memesan tiket untuk ke Banda Aceh. Berangkat malam via Calang dan tiba di Banda Aceh pukul setengah enam. Karena rumah si Husni itu sudah pindah ke Gano, saya ditelantarkan sama si supir gendut itu di Lamdingin. Alhamdulillah waktu itu sudah waktunya shalat subuh dan saya diturunkan tepat di depan mesjid. Yah, Allah Maha Penolong. Saya ditampung di rumahNya.

Selesai shalat (dan sebelumnya juga) jaringan Telkomsel (saya memakai Simpati) NGADAT!! Ga bisa dipakai buat nelpon! Anehnya kok bisa buat internetan! Saya bikin status di FB dengan nanyain : “Gano itu dimana sih?”.

Alhamdulillah. Husni pun bangun subuh itu dan menjawab pertanyaan saya di fb dan selang beberapa menit kemudian saya sudah terkapar di rumah barunya itu.

Selanjutnya saya lupa ngapain. Tidur kali ya… Ha ha ha ha…

Lhokseumawe lagi

11 Juli 2009 at 10:29 pm | In inmymindthatican'tcontrol, kerja oh kerja | Leave a Comment
Tags: , , , , , , , ,

Alhamdulillah. Akhirnya saya tiba juga di kota Lhokseumawe dengan selamat. Kami menginap di penginapan yang disediakan oleh kantor di kantor! Haha… Yah, penginapannya memang di kantor kok. Jadi kami langsung diturunkan dari mobil L300 tepat di depan gedung bursa.

Meulaboh – Lhokseumawe merupakan salah satu perjalanan yang melelahkan kali ini.

Ya, saya duduk paling depan dan diapit sopir dan Kak Ati-salah satu staf yang ikut bursa. Sepanjang jalan saya harus menundukkan kepala karena kaca mobilnya menjadi terasa rendah. Atau kepala saya yang terlalu tinggi kali ya? Yang paling mengganggu kenyamanan adalah kursi busanya yang sudah penyet sebelah kiri. Jadi badan saya pun jadi miring ke kiri. Tidurpun miring-miring.

Kami melintasi pegunungan yang hampir sepanjang jalan terus diguyur hujan. Jam satu siang kami berhenti di Geumpang untuk shalat dan makan siang. Udara di atas puncak gunung Geumpang pada saat itu naudzubillah dinginnya…

Tangan saya rasanya seperti membeku ketika mengambil wudhu. Waktu shalat pun dinginnya terasa sampai ke tulang… Brrrr…

Hujan perlahan-lahan berhenti ketika kami memasuki Beureunuen. Sepertinya daerah ini memang selalu panas. Tapi syukurnya hari ini tidak seberapa panas seperti dulu sewaktu saya singgah di terminalnya.

Dari Meulaboh saya berharap sekali sopirnya akan berhenti di Matang di Kabupaten Pidie Jaya. Yaitu daerah yang sangat terkenal dengan Sate Matangnya. Seumur-umur saya baru sekali makan di sana. Sate kambingnya benar-benar maknyus! Enak tiada banding!

Sebuah kerinduan menyeliputi hati saya ketika mobil kami melewati Bireun. Persimpangan empat di pusat kota membuat saya ingin lagi ke tempat ini dan berbelok ke kanan dan menyaksikan keindahan Danau Lot Tawar di Takengon. Saya juga mendapati losmen tempat saya menginap dulu yang sekarang sudah berubah menjadi rumah sakit swasta.

Sekitar satu dan setengah jam kemudian kami tiba di Lhokseumawe. Kembali teringat waktu dulu saya masih punya motor. Kebetulan ada dinas ke Lhokseumawe, saya nekat ke Lhok dengan motor itu. Jadi pengen punya motor lagi dan bisa jalan-jalan keliling Aceh!

Kram betis yang nyaris bikin saya tenggelam di laut

7 Juli 2009 at 5:45 pm | In berenang, inmymindthatican'tcontrol, kebodohanku | Leave a Comment
Tags: , , , , , , , ,

anatomy+tubuhPernah ga sih kalian berenang di laut terus tiba-tiba betis kram? Apa yang kamu lakukan? Panik? Teriak-teriak?

Kalau ditolongin sih ga papa. Tapi gimana ceritanya kalau betis atau pahamu kram di tengah laut dan tidak ada yang menolong? Waduh bisa jadi malapetaka itu.

Dari pengalaman saya sendiri sih.. Memang menyakitkan sekali ketika kram terjadi ketika berenang. Apalagi kalau sedang berenang di tempat yang dalam.

Seperti yang terjadi sama saya hari minggu (05/07) lalu. Saya diajak Kak Ninuk, pelatih Silat juga teman kuliah saya, berenang di laut Blower.

Saya pikir dengan bersepeda ke pantai yang jaraknya sekitar 3 km sudah cukup sebagai pemanasan. Saya langsung loncat setelah goyang-goyangin kaki sebentar. Kaki-kaki saya masih aman-aman saja hingga saya berenang ke puing-puing pelabuhan yang berjarak ±150 meter dari pantai. Sudah pasti perairan di situ dalam. Saya dengan dua orang kawan, Wahyu dan Eko, istirahat sebentar di atas sisa-sisa pelabuhan.

Setelah dua puluh menit kemudian, kami nyebur lagi ke laut. Ketika tubuh saya masuk ke air, tiba-tiba otot betis kiri saya kram! Saya berteriak menahan sakit pada betis yang menegang. Syukurlah saya segera bisa menenangkan diri dan tidak panik. Sekalipun sakitnya minta ampun saya paksakan tangan saya mengayuh. Kaki kiri sudah tidak bisa digerakkan lagi. Tegang hingga ke paha.

Susah payah berenang tanpa kayuhan kaki akhirnya saya berhasil juga naik ke atas setelah nyaris terseret arus ke bawah kolong pelabuhan. Saya melakukan beberapa peregangan agar otot yang kram bisa normal kembali. Tapi efeknya tidak bertahan lama. Saya kembali mengalami kram pada paha kanan lalu kram pada betis kiri berganti-gantian. Saya jadi bingung sendiri, kok ini otot-otot kok pada kompak bikin kramnya… Sebentar di paha kanan trus ganti lagi kram di betis kiri terus ganti lagi ke sebelah kanan.

Akhirnya saya memutuskan untuk bermain polo air saja sama kawan-kawan silat di dekat dermaga yang airnya cuma seperut. Kapok berenang jauh-jauh.

Ate Fulawan

3 Juli 2009 at 7:11 pm | In Indonesia, perjalanan | Leave a Comment
Tags: , , , , , ,

Melewati enam hari yang totally fun di kabupaten Simeulue, menghabiskan banyak jam kerja buat social networking, downloading, ketemu dengan orang-orang baru, belajar beberapa kosa kata bahasa daerah, menghabiskan berkotak-kotak jus dan susu, berbotol-botol You C1000 dan Chunky Bar. :D

Alhamdulillah saya sempat juga melakukan beberapa sesi dalam enam hari untuk hunting-hunting foto. Yah, alakadarnya sih. Tapi hasil-hasilnya lumayan bagus dan mendapat apresiasi menyenangkan dari beberapa teman yang melihat satu foto yang saya upload di facebook.

Cerita lainnya adalah saya puas-puasin menikmati makanan-makanan lezat di sini. Yang paling khas adalah masakan ikannya yang masih segar. Setiap kali makan saya pasti disuguhi ikan karang yang enak itu. Jarang-jarang saya bisa makan ikan mahal seperti itu di Meulaboh.

Malam kemarin, akhirnya saya berkesempatan juga makan nasi uduk. Nama warungnya Nasi Uduk Djakarta. Eko, teman saya dari Meulaboh bilang kalau nasi uduk itu enak. Seperti nasi gurih dan lauknya ikan bakar. Saya pun jadi penasaran dan malam itu juga saya membeli sebungkus. Ternyata lauknya cuma ada dua. Ikan lele sama ayam bakar dan ayam goreng.

Ketika membuka bungkusannya, saya mendapati ayam bakarnya berlumuran kecap dan ukurannya kecil. Untuk nasi uduk seharga 20.ooo rupiah menurut saya tergolong mahal. Ukuran ayam bakar yang kecil dan sama sekali tak terasa rasa ‘ayam bakar’nya di lidah. Untuk nasi gurihnya satu acungi jempol deh. Karena memang rasanya gurih dan lembut.

Beberapa hal yang menjadi perhatian saya selama di Sinabang adalah kondisi jalan di pusat kota yang masih sama seperti dua bulan lalu. Tetap berdebu. Pengerukan dan pengerasan masih berlangsung hingga sekarang. Untungnya saya selalu melewati jalan-jalan berpotensi ISPA itu dengan menaiki mobil. Jadi saya terhindar dari debu-debu yang dapat memperparah radang tenggorokan saya yang tak kunjung sembuh. Ketika naik motor ke beberapa lokasi tempat saya hunting foto, saya selalu menggunakan masker khusus. Jadi tetap aman.

Pengalaman yang membuat saya terus berdecak kagum adalah ketika saya berkunjung ke Labuhan Bajau. Menempuh lama perjalanan lebih kurang satu jam ini, saya disuguhi pemandangan yang luar biasa cantik! Pantai dengan pasir putih dan laut biru. Pulau-pulau kecil yang bertebaran membuat pemandangan menjadi sangat indah. Malah saya bilang kalau pantai disini sama indahnya dengan pantai Iboih di Sabang. Walah…

Malam ini, saya akan kembali ke Meulaboh. Beberapa jam lagi saya akan berlayar menuju Labuhan Haji-Aceh Selatan dengan KMP Teluk Sinabang. Semoga saja cuaca malam ini bagus dan tidak ada badai seperti pelayaran ketika kami ke Sinabang.

Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.