Giliran dinas paling ga enak di Banda Aceh

23 Juni 2009 at 9:17 pm | In perjalanan, sakit | 1 Comment
Tags: , , , , , , , , , , , , ,

Minggu lalu saya giliran lagi dinas ke Banda Aceh. Lumayan sibuk juga dengan beberapa rutinitas lainnya selama di Meulaboh. Setelah kebut-kebutan menyelesaikan laporan di kantor cabang Meulaboh (walaupun belakangan banyak data saya yg salah) akhirnya saya ke Banda Aceh.

Kali ini saya merasa enggan untuk pergi. Seminggu sejak kepulangan saya dari Simeulue, radang tenggorokan yang didiagnosa dokter sudah akut ini harus berangkat lagi ditambah dengan alergi pada kulit punggung saya yang terasa amat menyiksa. Perih dan panas!

Keengganan saya bukan tak beralasan. Dokter saya sih bilang kalau bisa asap dan debu dihindari biar cepat sembuh. Nah, sekarang ini perjalanan ke Banda Aceh pasti selalu melewati Calang yang masih sangat berdebu itu. Pada setengah perjalanan menuju Banda Aceh, kepala saya mulai pusing dan badan panas. Tenggorokan sakit. Sampai di Banda Aceh, saya benar-benar terkapar hingga untuk makan pun saya paksa-paksakan keluar dari hotel.

Hantu-Sakit-KepalaMakan malam saya cuma roti dan jus. Besoknya, sarapan juga dengan roti dan jus kotak yang saya beli kemarin. Badan sudah sangat panas dan kepala pusing sekali. Digoyangin dikit saja terasa bergoyang isi kepala ini. Huff…

Tapi tetap harus ke kantor dengan keadaan yang lemas begitu. Suara serak-serak basah macam penyanyi dangdut tak cukup honor.

Ternyata saya kalau demam otakpun tak berpikir dengan semestinya. Adalah seorang Wulan, kawan saya ini yang menyarankan saya membeli paracetamol untuk menurunkan panas dan sakit kepala saya! Juga yang menyarankan saya makan bubur kanji saja yang letaknya tepat di depan hotel saya!

Benar-benar telmi! Kalau ga ada Ulan, mungkin saya ga akan beli obat dan makan bubur disitu! Terima kasih banyak ya Lan… Bubur Kanjinya memang enak sih. Malam itu dan seterusnya saya selalu makan disitu. Cuma enam ribu rupiah per mangkok. Buka dari pagi sampai malam. Warungnya tepat di depan hotel Aceh Barat di Peunayong.

Berharap kondisi saya membaik selama di Banda Aceh, saya memutuskan istirahat saja di kamar sambil nonton film-film yang saya beli sepulang dari kantor. Alhamdulillah, berkat saran Ulan demam saya sembuh dan memutuskan kembali ke Meulaboh pada hari Rabu (17/06) biar bisa berobat di sana saja.

1 Komentar »

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

  1. [...] Giliran dinas paling ga enak di Banda Aceh [...]


Tinggalkan komentar

XHTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.