Pulau Simeulue dari luar dan dalam
2 Juni 2009 at 2:28 pm | In Indonesia, foto, perjalanan | 8 CommentsTags: bandara Lasikin, ferry, foto, kabupaten simeulue, pelabuhan, pulau sinabang, Sinabang, teluk sinabang
Keindahan pulau Simeulue memang akan membuat decak kagum siapa saja yang melihatnya. Terlebih lagi kalau kita melihatnya dari atas kapal ferry yang memasuki teluk Sinabang. Pulau-pulau yang mengelilingi pulau Simeulue semakin cantik dengan sunrise yang menyinarinya.

Saat-saat sunrise inilah pesona pulau Simeulue begitu menakjubkan.

Keindahan ini yang membuat saya begitu semangat jika harus dinas ke kabupaten Simeulue. Tapi jika sudah sampai ke pulaunya, perasaan malas pun datang. Bagaimana tidak, jalanan kota Sinabang dipenuhi lubang dan jika cuaca sedang panas terik, debu beterbangan setiap kali ada kenderaan lewat.
Mari sekilas kita melihat keadaan kota Sinabang yang sekian tahun belum juga mengalami perubahan yang berarti sejak pertama kali saya datangi sekitar dua tahun silam. Beberapa foto di bawah ini berhasil saya rekam sebelum batere kamera saya habis. Hehe…

Pasar Baru
Dulunya, sebelum bangunan ini dibangun tempat ini adalah pasar tradisional yang kemudian digusur karena pembangunan. Sampai sekarang bangunan baru tersebut belum juga digunakan.

Mesjid Agung
Adalah mesjid tertua di Sinabang. Bangunannya masih terbuat dari papan dan sangat sederhana sekali. Letaknya berdekatan dengan pelabuhan penyeberangan ferry dan berhadapan dengan Polsek Simeulue Timur.

Polsek Simeulue Timur
Mengapa saya juga mengupload foto kantor Polsek ini? Karena beberapa hari yang lalu saya menerima sms dari salah satu pembaca blog ini dan bertanya tentang keamanan di kota ini. Saya menjawab ga perlu khawatir deh di sini. Keamanan terjamin. Cuma kesehatan yang harus dijaga sendiri. Ga mungkin orang lain yang menjaga kita.

1

2
Dua foto di atas merupakan pusat pertokoan dan warung di kota Sinabang. Pada foto nomor 2 ada bangunan berkubah yang belum selesai. Katanya bangunan itu bakal gedung Islamic Center di daerah ini. Aceh Barat aja belum punya tuh..

Bekas kebakaran
Terjadi pada bulan Februari 2009 lalu. Hingga kini sudah beberapa toko yang kembali dibangun. Kebakaran terjadi diduga dari ledakan tabung gas.
Begini nih suasana di salah satu bekas pertokoan bekas tsunami yang ditempati oleh pedagang kaki lima.
Pemukiman penduduk yang masih bersebelahan dengan pusat pertokoan. Di sini rumah-rumahnya rapat-rapat sekali dan hampir semua bangunannya terbuat dari bahan papan.

Zona Debu
Kita memasuki daerah paling berdebu se-Sinabang! Bagi pengendara motor siapkan helm dan masker penutup hidup karena debu yang beterbangan bisa menyebabkan ISPA! Pada sisi kanan ini jalanannya beraspal sampai 200 meter ke depan dan jalan selanjutnya kembali berlubang dan penuh debu jika dilewati. Pada sisi kiri memang sudah hancur lebur, penuh lubang dan debu.
Padahal jalan ini merupakan jalan utama menuju pusat perkantoran dan bandara Lasikin.
Ada banyak potret-potret Sinabang lainnya yang ga sempat saya foto gara-gara lupa ngecharge baterai kamera. Ini pun saya ngambilnya pas di hari terakhir saya di sana.
& Komentar »
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik
Tinggalkan komentar
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.






mantap kali lah fotonya……..
Komentar oleh Hack — 2 Juni 2009 #
cantik sekali gambarnya aku jadi tambah tertarik untuk ke Sinabang
Komentar oleh aris — 5 Juni 2009 #
kewreeeen banget foto2nya. Wah, engga nyangka deh, ternyata citra jago foto2 juga ya. Hmmm, kapaaan ya bisa keliling2 aceh?
Komentar oleh jeanie eka pratiwi — 13 Juni 2009 #
Salam
Kelihatan dari gambar, sungguh simeulue punya potensi unggulan di bidang pariwisata.
bagaimana pengembangannya selama ini?
Semoga gambar yg menarik tersebut bukan karena pencitraan(pemotretan) yang bagus, karena pemotret yang profesional, tapi karena memang kondisi di lapangan seperti itu, semoga saja.
sepengetahuan saya, simeulue memang sangat potensial tuk dijadikan kawasan ekonomi terpadu, terlebih dalam dua bidang, yaitu pariwisata dan perikanan/kelautan.
Hanya saja selama ini saya menilai, keunggulan2 tersebut kurang terexpose ke dunia luar, semoga ke depan bisa berubah, dan tentunya perubahan yg sifatnya posititif.
Di harapkan partisipasi semua pihak dalam mewujudkan cita2 kita ini, tentunya juga sebagai cita2 masyarakat Simeulue Ate Fulawan.
Komentar oleh obetdoel — 15 Agustus 2009 #
aku juga ORANG SIMEULUE… YA UDAH LAMA LAH BELUM KE SANA LAGI.. SEKITAR 8 TAHUN YG LALU… AKU JUGA KANGEN BETUL SAMA KELUARGA KU YG DISANA…NAMAKU ANI..!
Komentar oleh ani — 12 November 2009 #
aq berharap swatu saat aq bs kesana,gak hanya denger dr orang2 tentang kindahan pulau ini..
Komentar oleh arlisa yuni — 13 November 2009 #
Ani dan Arlisa, ayo dong eksplore daerah kita…Ga nyesal lah kalo sudah disana. dijamin deh pantai-pantai aceh ga kalah dengan pantai-pantai Indonesia lainnya…
Komentar oleh Citra Rahman — 13 November 2009 #
saya merasa bangga jadi anak simeulue…
kana di dalam nya terdapat keindahan yang belum tentu di dimiliki
oleh daerah-daerah lain.
dan rupannya setelah saya baca d sebua BLOK,bahwa perut
pulau simeulue mengandung aset yang sangat besar yaitu:
TAMBANG MINYAK yang sangat besar bahkan melebihi TAMBANG MINYAK
yang di ARAB SAUDI.
saya: LUTFAN DONI.
akan memikirkan cara untuk mengkelolah nya….
agar bukan orang asing yang mengkelolah nya..
“simeulue akan di genggam oleh anak simeulue sendiri
bukan orang luar,kita harus jadi SUTRADARA bukan penonton”
…………….SEKIAN…..
anak simeulue kulia di BOBOR
jurusan MANAJEMEN PEMASARAN.
Komentar oleh Lutfan doni — 24 November 2009 #