Kebab yang Maknyuuusss…
21 Oktober 2008 at 5:48 pm | In backpacking, enjoY, foto, inmymindthatican'tcontrol, liburan | 7 CommentsTags: Banda Aceh, kebab, peunayong, turki, wisata kuliner
Ketika bursa seminggu yang lalu. Saya sedang berjalan-jalan di Peunayong. Berjalan dalam arti yang sesungguhnya. Yup, berjalan kaki! Macam backpacker sejati gitu lah. Ha… Saya melihat sebuah gerobak kuning yang menggugah selera makan saya. Di atasnya bertuliskan Kebab Turki. Hm, terbayang sudah daging asap dan mayonaise yang lezat.
Saya memesan seporsi kebab seharga sebelas ribu rupiah. Menyimpannya ke dalam ransel dan menyeberang jalan menuju warnet.
Sekitar satu jam kemudian, saya keluar dan memutuskan makan kebab di taman sari saja. Berjalan lagi saya kesana. Entah berapa kilo, saya tak peduli!
Saya memilih bangku besi dingin favorit saya. Menikmati kebab di tengah-tengah gerimis tipis.
Hmm…Rasanya benar-benar maknyuuussss…Mayonaisenya juga terasa lezat sekali di lidah. Kotopmarkotop dah rasanya (meniru wisata kuliner. haha.)
Kebab akhirnya menjadi makanan favorit saya selama di Banda Aceh. Akan makan ini lagi jika ke sana lagi. Ada yang mau saya traktir atau mentraktir saya kebab?
My New Xtrada!
21 Oktober 2008 at 5:36 pm | In foto, inmymindthatican'tcontrol, sepeda | 2 CommentsTags: polygon, sepeda
Bukannya mau pamer, tapi cuma mau show off dikit… Haha, sama saja ya?
Ya, saya memang susah untuk menutupi kebahagiaan saya. Apalagi sesuatu yang sangat berarti bagi saya. Sepeda ini, saya beli dari perjuangan yang amat panjang. Konflik batin yang bertubi-tubi. Tapi, keputusan di tangan saya. Saya yang memilih dan saya pula yang menentukan! Saya memang harus punya sepeda ini!
Kambing Jantan The Movie
21 Oktober 2008 at 5:28 pm | In film, foto, inmymindthatican'tcontrol | Leave a CommentTags: australia, edric, extravaganza, film, kambing jantan, raditya dika
Anjriiiit…ternyata buku Kambing Jantan itu akhirnya benar-benar difilmkan! Si penulis gila, Raditya Dika sukses membuat Rudi Soedjarwo bertekuk lutut (halah!!) bersedia memfilmkan kisah-kisah aneh si Kambing!
Raditya Dika, makhluk jadi-jadian ini yang mengenalkan saya kepada blog dan terus memompa semangat saya untuk membuat sebuah blog. Dan ini hasilnya. Saya punya blog dan terus gila ngeblog. Menulis hal-hal tidak penting dari kepala saya yang susah dikontrol.
Barusan saja saya mengunjungi blognya Radit (ampun, namanya banyak kali!). Saya klik postingan Shooting Day 2 dan terperangah melihat foto-foto tak senonoh di sana! Halah, lebay! Maksud saya, ada foto Radit dan Edric di Adelaide, Australia.
Pernah dengar nama Edric? Itu, yang ikut main dalam Extravaganza. Edric memerankan Harianto.
Haha, melihat mereka dalam foto itu saja sudah membuat saya ketawa-ketawa geli. Apa jadinya ya film itu dengan kehadiran manusia-manusia aneh seperti Raditya dan Edric ? Wah, saya tidak berani menduga-duga. Film komedi adaptasi dari sebuah buku, apalagi dari kisah nyata, jika tidak digarap dengan hati-hati dan detail pasti hasilnya…kalian pasti tau akan seperti apa jadinya.
Tugu Kupiah Meukeutop
21 Oktober 2008 at 5:07 pm | In Indonesia, foto | 1 CommentTags: batu putih, kupiah, Teuku Umar
Musim Boh Drien…
21 Oktober 2008 at 5:02 pm | In enjoY, inmymindthatican'tcontrol | 2 CommentsTags: durian, gajah mada, kembang malam, ketan, manek roo, sepeda
Semalam saya walking-walking naik sepeda. Hehe..maksudnya jalan-jalan hai! Lewat jalan Gajah Mada dan belok kiri ke Jalan Manek Roo.
Sekitar dua puluh meter dari lampu merah, pada bahu kiri kanan jalan sudah banyak orang yang berjualan durian. Aromanya semerbak membuat hidung saya kembang kempis. Saya berhenti di bawah sebuah pohon kembang malam di depan dinas PK lama (sekarang LLAJ). Mengeluarkan kamera dari dalam ransel dan mengambil beberapa foto. Ini fotonya :
Ternyata di rumah sudah tersedia satu dandang (panci besar) ketan dan kuah durian. Segera saya sikat dan dalam satu malam saya mengosongkan tiga mangkuk ketan dengan porsi yang naudzubillah..saya tidak pernah makan segila sebanyak ini.
Padahal Ayah sudah beli durian kemarin dan langsung habis hari itu juga. Tapi sepertinya beliau kurang puas jadinya beli lagi. Padahal harganya sangat mahal. Dua buah ukuran besar dijual seharga Rp. 35.000,-
Susahnya mencari film-film Garin Nugroho
21 Oktober 2008 at 3:21 pm | In film | 4 CommentsTags: dwi sasono, film, garin nugroho, marcella zalianty, metro tv, nadya saphira, showbiz news, under the tree
Satu-satunya film yang disutradarai Garin Nugroho yang pernah saya tonton adalah film Daun Di Atas Bantal. Itupun saya tonton di tv. Saya sudah cari di semua toko langganan saya tapi tetap tidak ada yang menjual VCDnya.
Beberapa film yang pernah saya dengar yaitu Opera Jawa, Aku Ingin Menciummu Sekali Saja, Angin Rumput Savana dan Bulan Tertusuk Ilalang. Film Opera Jawa yang sempat heboh pada tahun 2006 silam hingga kini tidak pernah saya temukan hasil rilisannya dalam bentuk VCD. Mengapa begitu susah untuk menonton film-film Garin Nugroho. Tak jadi soal jika nanti saya juga mengalami kesulitan memahami film-filmnya tapi paling tidak saya bisa menikmati film-filmnya terlebih dulu.
Dini hari tadi saya menonton Showbiz news on location di Metro TV. Hostnya sedang meliput syuting film Under The Tree-film terbaru dari Garin Nugroho. Film ini mengambil lokasi syuting di Bali dan dibintangi Marcella Zalianti, Nadya Saphira dan Dwi Sasono. Akankah film ini nantinya dapat dinikmati masyarakat banyak seperti Daun di Atas Bantal dan juga rilis dalam format VCD/DVD ?
Saya berharap dan sedikit yakin jawabannya “ya”.
Tak Ada Yang Abadi
21 Oktober 2008 at 2:21 pm | In musik | 2 CommentsTags: lirik, peterpan
Takkan selamanya, tangkanku mendekapmu
Takkan selamanya, raga ini menjagamu
Seperti alunan detak jantungku
Tak bertahan melawan waktu
Dan semua keindahan yang memudar
Atau cinta yang telah hilang
Tak ada yang abadi, tak ada yang abadi
Biarkan aku bernafas sejenak, sebelum hilang
Jiwa yang lama segera pergi
Bersiaplah para pengganti
lagu/lirik : Ariel
(Sebuah Nama Sebuah Cerita – 2008)
Konser terakhir Peterpan
21 Oktober 2008 at 2:10 pm | In musik | 22 CommentsTags: ancol, giring, global tv, iwan fals, konser, krisna mukti, musik, pasha, peterpan, RCTI, rian d'masiv
Konser terakhir Peterpan yang diadakan di Karnaval Ancol, Jakarta Utara pada tanggal 20 Oktober kemarin malam benar-benar berbekas di hati saya. Acara ini juga disiarkan secara live di RCTI dan Global TV.
Sesuai dengan tema yang mereka usung yaitu konser terakhir. Mereka pun membawakan lagu-lagu yang hampir keseluruhannya bertemakan perpisahan, kehilangan. Hits Walau Habis Terang dari album terakhir Sebuah Nama Sebuah Cerita contohnya. Liriknya bermaknakan perpisahan tapi tetap mengobarkan semangat yang kuat. Juga hits Ada Apa Denganmu. Sebuah permintaan maaf terakhir dari Peterpan.
Di konser tunggal mereka juga menghadirkan Pasha, Giring dan Rian D’Masiv. Tapi yang benar-benar tidak saya duga adalah tamu spesial yang ikut bernyanyi pada akhir-akhir konser. IWAN FALS!!! Tadinya saya menduga, pasti Titiek Puspa, atau Yok Kuswoyo (betul begini namanya?). Tapi ternyata oh ternyata Iwan Fals yang muncul! Iwan menyanyikan lagu Semua Tentang Kita, lagu favorit saya. Peterpan dan Iwan, sempurna!
Di antara kolaborasi Ariel dengan tamu-tamu tadi yang paling saya suka waktu Ariel duet dengan Rian D’Masiv dan dengan Iwan Fals pastinya. Rian benar-benar mampu menghayati lagu dan kualitas vokalnya lebih baik daripada Pasha dan Giring dalam menyanyikan lagu-lagu Peterpan. Saya meringis ketika melihat Pasha menyanyi. Pitchnya lari-lari dan tampak sekali Pasha butuh napas bantuan! Giring, not bad-lah. Tapi tetap tidak tampil dengan prima. Seperti kehilangan power!
Para penontonnya juga seru-seru. Tertib, aman dan terkendali. Di antara penonton di sana, dalam sorotan kamera, ada Krisna Mukti dan seorang bule yang pernah saya lihat dalam sebuah adegan sinetron. Mereka berbaur dengan para penonton lain. Mantap!
Ada satu lagu yang bikin saya merinding ketika dinyanyikan Ariel. Tak Ada Yang Abadi. Saya dan penonton konser seolah terbius dengan lagu tersebut. Pandangan jadi kabur karena air menggenang di pelupuk mata. Teringat pada waktu yang semakin singkat.
Saya bertanya-tanya , lagu ini dari album yang mana ya? Saya rasa di album the best-nya tidak ada. Atau itu lagu di album terbaru mereka? Saya tanya kawan-kawan, dan ternyata lagu itu track terakhir di CD 1 dalam album Sebuah Nama Sebuah Cerita.
Konser pun berakhir. Pertanyaan terbesar di benak saya dan Sahabat Peterpan lainnya adalah apa kira-kira nama baru mereka nanti?
Lagu terbaru Melly Goeslaw
21 Oktober 2008 at 12:59 pm | In film, foto, musik | 3 CommentsTags: chika, film, melly, ost
I j ust wanna say i love you
i just wanna say i love you
i just
wanna say i love you
i just wanna saya i love you i love youuu…
Begitulah penggalan lirik-lirik yang dinyanyikan Melly yang berjudul sama dengan lirik lagunya. Lagu ini menjadi soundtrack untuk sebuah film ABG yang rilis bulan lalu, Chika.
Pertama kali melihat video klipnya di MTV minggu lalu, saya cukup tertarik untuk menyimak liriknya. Tapi kenapa liriknya “i just wanna say i love you” terus-terusan ya? Itu terus yang diulang-ulang hingga lagu selesai. Aneh, unik! jah, ide kreatif Melly memang tidak pernah ada matinya. Ada-ada saja! Mulai dari dandanan hingga musikalitas yang diusungnya pun penuh dengan ide-ide kreatif. Lihat saja fotonya di atas. Salut Melly….
Sumber foto : Kapanlagi.com
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.













