Heboh-heboh di Harian Aceh!
20 Oktober 2008 at 9:43 pm | In enjoY, inmymindthatican'tcontrol | 9 CommentsTags: harian aceh, heboh, milis, muda
Kini salah satu kawan blogger saya yang ketiban rejeki dan tulisannya dimuat di Harian Aceh edisi Minggu, 19 Oktober 2008. Berita ini menjadi heboh di milis Aceh Blogger. Hebonya ya karena si Muda, yang punya tulisan, terlalu merendahkan diri dan tentu juga heboh karena sambutan positif dari para member ABC. Salut lah buat Muda dan tim Harian Aceh! Awal yang bagus!
Tapi maunya, khusus untuk Muda, sekalian saja ditampilkan fotonya juga! Hahaha…
Anyway…Kapan ya giliran tulisan saya di posting di Harian Aceh itu? Fhoho…Secara tulisan saya yang isinya hanya catatan harian yang kurang sarat makna, pasti tidak masuk dalam kategori yang diinginkan redaksi Harian Aceh. Ya, saya maklum saja. (hiks hiks…)
Halah! Tapi ya saya salut dan ikut senang dengan prestasi Muda dan si pencetus ide penerbitan blog pada media cetak tersebut. Saya ucapkan selamat dan berharap semakin banyak Aneuk Aceh termotivasi untuk ngeblog.
Ayo…semangaaat….
Ketemu Dewi!
20 Oktober 2008 at 9:06 pm | In friendship | 1 CommentTags: Dewi, kawan, swalayan
Tadi, barusan saja saya ketemu Dewi di Swalayan Mandiri!
Ekspresi pertama saya : Mulut menganga, mata terbelalak, hidung mengembang secara ekstrim dan lutut gemetaran! Bah…Berlebihan! Yang betul itu hanya dua poin pertama saja.
Saya benar-benar surprise melihat ‘penampakan’ kawan sekolah saya itu! Bagaimana tidak. Sudah bertahun tidak ketemu. Terakhir kali ketemu Dewi sekitar setahun yang lalu. Saya melihat dia sedang melangkah masuk ke rumahnya di kawasan Suak Ribee. Tapi dia tidak melihat saya waktu itu. Badannya masih seperti waktu sekolah dulu. Agak kurusan tapi dengan bocah perempuan yang menggamit jemarinya.
Dan tadi, saya melihat dia dengan bentuk tubuh yang naudzubillah…Gendut!!!
“Dewiiii….” saya berseru histeris ketika tersadar dengan paksa bahwa wanita yang di depan saya itu benar-benar Dewi, kawan sekolah saya dulu itu. ” Ya Allah Wi…gendut kali qe sekaraaaang?!”. Mata saya masih tak lepas pada sosok Dewi di depan saya. Kami bersalaman dan saya merapatkan tangannya ke dahi saya
“Ciciiit…Ya Allah Citraa…kenapa jelek kali qe sekarang?” Seru Dewi tidak kalah heboh. Matanya masih mampu mengeluarkan cahaya binar sekalipun sudah hampir tujuh tahun menikah. Tapi yang tidak enaknya adalah ucapannya yang bilang saya tambah jelek! Sudah jelek malah dijelekin lagi! Beuuuh…
Hahh…Dari Dewi yang kurus kini berubah jadi Dewi dengan penampilan khas ibu-ibu yang kelebihan berat badan. Haha…Secara dia sedang hamil 6 bulan!
Benar-benar surprise! Yah…Saya doakan kamu berbahagia ya Wi…Semoga nanti anakmu lahir dengan selamat dan sehat. Amin…
22 tahun, sekarang.
20 Oktober 2008 at 5:22 pm | In inmymindthatican'tcontrol, jangan menyerah, renungan | 4 CommentsTags: life
22 tahun silam, Ibu saya berjuang melahirkan saya dan terus berjuang membesarkan saya dengan segenap cinta dan kasih. Berdua dengan Ayah, mereka memperjuangkan hak-hak kami untuk memperoleh kehidupan yang layak.
Hidup tak pernah mudah. Tapi juga tak melulu sulit karena tenaga dan waktu yang terkuras membawa kami pada jalan yang lebih mudah untuk dilalui, berjalan kaki.
Satu, dua, tiga, empat dan lima dan enam hingga dua puluh dua tahun dari kesempatan hidup saya terus dikurangi dari catatan-Nya. Tapi catatan keburukan saya terus mendominasi (sepertinya) di antara catatan-catatan kebaikan yang muram saja.
Kembali pada tanggal yang sama, hari yang sama dan detik yang sama membuat saya bimbang akan keesistensian diri saya di muka bumi ini. Apa yang sudah saya lakukan selama ini saya hidup? Apa yang akan saya lakukan dengan hidup yang tersisa? Akankah waktu itu akan segera tiba? Hhh…
22 tahun, sekarang…
Tahun yang juga akan berlalu. Perlahan berjalan menuntun ke arah yang masih berselimut kabut. Tak bisa tahu jika tak menapaki jalannya yang tak rata dan menyingkapi kabutnya dengan hangat jiwa. Dan juga tak bisa berhenti barang sekejab.
Hidup tak pernah mudah. Tapi juga tak akan sulit.
Karena …
Foto-foto Kopdar ABC
20 Oktober 2008 at 1:17 pm | In foto, friendship, kebodohanku | 3 CommentsTags: ABC, Banda Aceh, kopdar
Sorry guys…Telat upload nih…Saya benar-benar panik ketika folder KOPDAR ABC tidak ada di flashdisk. Saya sudah cek berulang kali untuk memastikan. Tapi ternyata tetap tidak terbaca ada. Makanya saya bilang file foto-foto tersebut lupa saya copy dari laptop kantor yang sudah terpacking itu.
Dan tadi pagi, pas Kak Linda membawa masuk laptop sialan itu, langsung saya ambil dan hidupkan. Ketika saya copy…Jeh…muncul dialog box ini :
Ternyata selama ini folder yang berisi foto-foto itu semuanya sudah tersimpan di flashdisk saya! Gila! Merepet saya dalam hati. Menyebalkan memang.
Mohon maaf ya kawan-kawan karena ketololan saya ini. Maaf..maaf.. Teramat maaf juga untuk Bang Fadli. Karena fotonya tidak kelihatan wajah. Batre kamera saya habis! Fhuhuhu…sorry bosss…
Samping kanan Muda, Dadang. Kawan lama saya yang saya minta menculik saya dari kantor untuk ikut acara ini. Thanks Dang…
Sekali lagi mohon maaf untuk Muda, Bang Ozan dan Bang Fadli karena telat mengupload foto-foto ini dan juga kesalahan saya yang mengambil foto dari sisi yang kurang pas sehingga wajah Bang Fadli kurang terekspos. I’m sorry…It’s too late! Batrenya habis!
Pagi, Meulaboh…
20 Oktober 2008 at 12:09 pm | In enjoY, inmymindthatican'tcontrol, sepeda | 3 CommentsTags: banjir, bike to work, Meulaboh, sepeda, warung kopi
Senin, 20 Oktober 2008
Meulaboh terus diguyur hujan dari malam dan baru reda pagi jam setengah delapan. Padahal subuh tadi saya mulai khawatir jika hujan tidak akan berhenti dan saya tidak bisa bersepeda ke kantor. Kalau sudah hujan begini, baru lah teringat untuk membeli mantel. Tapi kalau tidak hujan, lupalah segala hal untuk membelinya.
Alhamdulillah, hujan reda juga dan saya memulai pagi pertama Bike To Work saya.
Beuh…Air menggenangi perempatan jalan nasional dan swadaya. Sepanjang di jalan swadaya, parit di kanan kirinya meluap dan membanjiri beberapa ruas jalan yang baru saja selesai diaspal itu. Beberapa perkantoran milik pemerintah tergenang air. Haha…Banyak pegawai berseragam Linmas memasang muka malas masuk kantor dan lewat saja dari kantornya. Hm, pasti ke warung kopi!
Kantor tetangga kami lebih parah lagi banjirnya! Mungkin mereka sudah terbiasa dengan kebanjiran seperti ini. Setiap kali hujan pasti kantor mereka tergenang air. Mulai dari jalan di depan kantor dan halaman tergenang air. Ketika melintas di depan kantor itu saya melihat beberapa stafnya yang berseragam coklat-coklat bertelanjang kaki memandang penuh arti ke kantor mereka. I dunno what are they thingking of…(hikhiks…broken english lagi). Beberapa meter ke depan. Saya terkejut melihat jalan masuk ke kantor saya pun kebanjiran sedalam dua belas senti. Ini belum pernah terjadi. Untung saya naik sepeda, tidak perlu khawatir knalpot kemasukan air. Fahaha…
Lanjuuut…
Muda’s style!
20 Oktober 2008 at 12:05 pm | In inmymindthatican'tcontrol, liburan | Leave a CommentTags: jambak, Meulaboh, muda, pangkas, rambut
Setelah mengalami deraan dan siksaan yang amat menyakitkan dan tidak berprikerambutan, akhirnya rambut ini berhasil juga dipendekkan oleh si Abang Tukang Pangkas.
Fuhh…
It’s a long…long…long…day! Dari jam sembilan pagi saya mengelilingi Meulaboh mencari tempat pangkas yang kira-kira ‘aman’ dan nyaman buat saya. Beberapa kali berhenti sebentar untuk melihat ke dalam kios pangkas. Apakah ramai atau tidak. Sepagi ini biasanya kios-kios pangkas rambut pastinya kosong. Tapi tetap saja saya takut untuk masuk.
Jam 12.00. Teng…!
Saya tarik nafas dalam-dalam dari hidung. Tahan di perut, keluarkan dari mulut. Hufff…
Saya bulatkan tekad, mantapkan hati dan beranikan diri. Pasang kuda-kuda! Jeh!! Saya ini mau demo silat atau tukang bangunan? Haiyah…
Setengah jam kemudian (SETENGAH JAM?!) saya keluar dengan telinga dan mata merah. Kepala dan rambut terasa panas pedas dan bau balsem. Kulit kepala terasa sakit karena di ‘jambak-jambak’ si Abang Tukang Jambak Pangkas.
Pulang ke rumah. Mandi dan ngaca ! Tapi…tapi saya merasa familiar dengan model rambut kekgini… Whatttt???
Ini kan potongan rambutnya Muda! Kenapa ada di kepala saya?! Fuahahaha…
Ada sebab ada akibat. Beginilah hasilnya…
Maafkan saya, Muda…ambil hikmahnya saja. Paling tidak, sekalipun tanpa disengaja, Muda sudah menjadi trend setter! Wkwkwkwk…
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.









