Robbert

6 Oktober 2008 at 11:20 pm | In inmymindthatican'tcontrol | Leave a Comment
Tags: , ,

Saya sedang chatting via MiRC. Jaringan yang penuh tipu daya (halah…) yang pernah saya kenal dan masih saja saya gunakan hingga sekarang. Tapi saya tidaktermasuk dalam orang-orang yang melakukan tipu daya tersebut. Saya hanya iseng mempromosikan blog tercinta ini.

Seperti biasa, saya menggunakan nick citra_citra dan banyak sekali yang meng-query saya karena mengira saya perempuan. Aneh, apa para chatter itu tidak mengerti apa artinya M (male) dan F (female) ? Haha…

Kemudian, seorang dengan nick ‘walau_habis_terang’ menyapa saya. Saya langsung membalas sapaan dengan penggalan lirik lagu Peterpan : Ambil cahaya cinta tuk terangi jalanmu..

Gayung bersambut. Kami pun terlibat dalam dialog seru tentang lirik-lirik ciptaan Ariel. Perbincangan juga merembes ke hal-hal lain sampai saya melihat ada celah untuk mempromosikan blog saya dan niatnya juga ingin mengajak dia untuk ngeblog. Setelah dia membaca halaman Who Am I? saya serta merta pembicaraan berubah ke hal yang sifatnya lebih pribadi.

Saya Citra dan dia Robbert (namanya disamarkan). Robbert seorang yang mampu membaca sifat seseorang dari jarak jauh. Mungkin sekelas dengan peramal. Tapi dia tidak meramalka seperti Mama Lauren itu. Dia hanya ‘membongkar’ isi kepala dan ‘menelanjangi’ hati saya.

Dia bilang kalau saya suka berkecil hati, kurang berani dan perasa.

Kamu kelewat pinter. Kamu punya kemampuan konsentrasi yang tinggi ter hadap sesuatu yang kamu ingin tau dan belum kamu ketahui. Aku yakin kamu punya emosi yang meledak2 didalam sana. Kamu type yang lemah dalam olah raga. Banyak2 solat… Karna kalo kamu sampe dihadapi dengan masalah dan gak bisa lewati masalah tu kamu cuma orang yang ditakuti orang lain. dan akhirnya orang2 disekitarmu menjauh. banyak2 rendah diri. bukan cuma di emosional, tapi juga di hati, pikiran dan sikap.

Demikian yang dikatakan si manusia peramal tersebut tentang saya. Memang hampir keseluruhannya adalah benar. Tapi ada satu yang saya yakin dia keliru. Well, ya dia juga manusia kan? Dia bilang kalau saya KELEWAT PINTER! Bah…Itu tidak benar! Itu fitnah! Haha…Kalau saya dikatakan pintar adalah satu-satunya fakta yang keliru dari si Robbert tadi.

Terlepas dari yang Robbert sebutkan seperti di atas, saya menjadi yakin kalau memang ada orang-orang yang memiliki kelebihan seperti bisa melihat sifat dan karakter seseorang lalu memberikan saran-saran untuk introspeksi diri. Dan Robbert, saya berterima kasih sekali padanya karena telah membantu saya dalam beberapa hal yang sering kali saya hadapi. Saran-sarannya sangat membantu.

Terbaik

6 Oktober 2008 at 10:01 pm | In renungan | Leave a Comment
Tags:

Kau tak perlu berdiri di puncak karang untuk menjadi yang terbaik..

Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.