09.01.08
Kebencian
Tertiup
Melayang
Terhempas
Dan tersakiti
Tiupan kebencian masih melanda ketika saya mati
Masih meniup semua relung hati yang kering
Lalu menerjang dan menghempas
Tiupan kebencian itu masih saja melanda saya ketika mati dan terbaring di dalam tanah sana. Tak ada yang peduli ketika tubuh ini terhimpit tanah bau itu. Tak ada yang peduli ketika semua jadi gelap saat tanah menimbun seluruh tubuh ini. Semua menjadi gelap dan padat dan tubuh ini terasa sesak dan semakin hancur.
Tak ada isak tangis yang seharusnya terdengar. Tak ada suara yang menyebut nama-Nya. Tak ada yang bisa didengar oleh tubuh ini. Hanya tiupan kebencian itu saja yang masih menderu di atas sana. Menerpa semua yang hidup dan menghempaskannya ke dalam tanah seperti tubuh ini yang penuh kebencian.







Dicko berkata,
2 September 2008 pada 4:46 am
Cit,bulan puasa kok posting’a kebencian?!
Serem bgt Cit bacanya..
Seperti mau nonton Film Pocong.begitu film’a mulai..keluarlah bait demi bait tulisan kamu yg menyeramkan…!!
Kalo mati dalam kebencian..jadi pocong gentayangan Cit..