08.28.08

Lampuuk

Ditulis dalam enjoY, inmymindthatican'tcontrol, kebodohanku, liburan, perjalanan, renungan, shout out tagged , , , , pada 10:46 am oleh Citra Rahman

Sabtu, 23 Agustus 2008

Hari sabtu sore langit mendung. Hati jadi ragu untuk berangkat ke pantai Lampuuk. Seharian ini saya berada di luar. Berjalan dengan Honda Supra X 125 R merah berplat BL 3126 EO. Plat hitam, bukan merah dan juga bukan kuning.

Tak dapat beristirahat pun sejenak untuk memicingkan mata. Tak ada tempat dan waktu. Semakin lama saya berpikir semakin bimbang hati untuk berangkat pergi ke Lampuuk. “Jangan berpikir terlalu banyak! “. Segera saya menstarter motor dan tancap gas ke tujuan awal saya. Sudah sedia celana pendek untuk berenang di bagasi motor.

Lampuuk. Pantai terindah. tak ada pantai yang tak indah. Hanya indah dan terindah. Awan kelabu bergelayut dan terus bergerak menutupi langit biru. Saya mengganti celana di sebuah kamar mandi yang tersedia. Tak banyak orang yang berenang. Sebagian hanya berendam saja di dalam air dan berteriak mengkek ketika datang gelombang. Perempuan! Dua orang sedang mengapung di atas papan surfing. Mereka itu laki-laki! Saya melakukan pemanasan seperlunya supaya tidak kram ketika berenang. Setelah dirasa cukup saya pun berlari dan meloncat ke dalam laut. Menyelam lalu berenang. Menyelam lagi lalu berenang lagi. Penat saya hilang. Seluruh beban luruh dan bersatu dengan pasir putih. Tubuh saya menjadi sangat ringan dan bebas. Tak berkhawatir sesuatu apapun juga.

Saya masih berenang. Sendiri saya berenang. Sendiri saja seperti laut. Seperti laut lepas dan ombak yang bergairah dan gelombang yang bergemuruh. Angin mulai menyambar pucuk-pucuk cemara dan menampar ujung ombak hingga berbuih. Putih. Hujan pun menyerbu dengan suka cita. Saya segera naik ke pantai dan berlari mendapatkan baju dan celana saya. Hujan belum lebat benar. Bolehlah saya kembali ke Banda Aceh. Setelah mandi dengan air tawar dan mengganti celana dengan yang kering, ada pula yang memanggil saya.
Segera saya ke asal suara dan mengobrol sejenak. Lalu hati lega dan jiwa pun tenang dan tentram.

Kembali saya ke Banda Aceh. Menyasar pula karena salah ambil jalan. Tertawa saya di dalam hati karena kebodohan sendiri. Saya juga bingung. Bingung membaca papan nama lorong di daerah situ. Namanya aneh-aneh saja. Tak pernah saya melihat yang seperti itu. Asing benar. Turki. Pasti itu perbuatan orang Turki yang telah membantu warga sini. Hei, benarkah itu Turki? Em ,tidak tahu.

Semakin deras rintik hujan tapi saya tidak basah. Tidak basah kuyup. Karena saya berlari kencang dengan Honda Supra X 125 R merah berplat BL 3126 EO. Akhirnya saya sampai juga di kota ini lagi. Di sini tidak hujan. Lalu saya berhenti di salah satu tempat yang banyak didatangi anak muda. Lalu saya chatting. Chatting sampai malam.

Tinggalkan sebuah Komentar