Kuda Merah

29 Agustus 2008 at 5:02 pm | In inmymindthatican'tcontrol | 1 Comment
Tags: , ,

Ketika saya berangkat ke Banda Aceh hari Kamis lalu, tepatnya tanggal 21 Agustus. Saya belum menservis motor itu. Sampainya di Banda Aceh, rantainya sudah sangat kendur. Berbunyi “krik krik” kalau berjalan pelan.

Pulang dari Banda Aceh rantainya pun bertambah kendur. Saya pikir akan aman saja hingga hari Sabtu besok. Tapi ternyata pagi tadi dia mulai memperlihatkan kesakitannya selama hampir seminggu sejak kami tiba di Meulaboh. Dia tidak mampu menahan rantainya tetap berada pada cakram bergeriginya (apa ya namanya?). :P

Setelah bersusah payah menaikannya kembali ke tempatnya semula saya langsung membawanya ke rumah sakit! Halah! Rumah sakit khusus untuk motor Honda. Bengkel Ahass yang di Jalan Singgah Mata. Saya berjalan pelan saja agar rantainya tidak jatuh lagi.

Dan…tadaaa…Honda Supra X 125 R merah saya sudah kembali sehat. Gerakkannya kembali mantap dan lincah!

Dan mulai sekarang saya akan memanggilnya Kuda Merah. Oho…Bahasa Inggrisnya Red Horse. Keren plus mantab kan? Hahahaaa…I love him sooooo much!!

Oh, sandal…

29 Agustus 2008 at 4:41 pm | In Indonesia, enjoY | Leave a Comment
Tags: , ,

Ambil yang baik dan tinggalkan yang buruk.

Begitu kata seorang ustadz. Dan mungkin beberapa orang salah mengartikan kalimat tersebut. Uniknya, tindakan ini sering dilakukan usai shalat Jumat. Haha… Kasus kehilangan sandal sudah amat sangat sekali banget terjadi di seluruh mesjid yang tidak punya penitipan alas kaki. Pelakunya saya beri nama we don’t know who. Hehe, saingan dengan You Know Who dalam film Harry Potter.

Tadi siang, saya pun menjadi salah satu korban dari we don’t know who tersebut. Sandal Bata saya yang baru dibeli seminggu yang lalu raib! Saya meletakkannya di tangga kedua dari atas. Saya masih ingat betul meletakkannya dengan rapi di sana. Hah, sandal saya yang saya beli ketika panik karena semua pakaian dan sepatu saya basa. Sandal yang sudah menemani saya di saat-saat menggelandang selama dua malam di Banda Aceh. Terus bersama ketika ke Ulee Lhee dan ke Lampuuk. Sandal itu telah menjadi bagian dari kenangan yang manis di saat susah dan senang.

Saya masih terus berdiri di atas teras mesjid memperhatikan sandal-sandal di bawah. Siapa tahu sandal saya itu terjatuh ke bawah karena tersepak orang lain. Sandal semakin sedikit. Tidak kelihatan satupun sandal yang mirip dengan sandal jepit bata hitam saya itu. Ini sudah pasti hilang, pikir saya. Padahal saya turut mendoakan keselamatan sandal itu supaya tidak hilang. Tapi Allah berkehendak lain.

Hei, wait a minute! Hem, let me think…Tadi saya mendoakan “Ya Allah, saya mohon jaga sandal saya..”. Serius, saya berdoa seperti itu. Ya, Allah telah menjaganya dengan mempercayakan sandal itu ke orang lain. Ya Tuhaaaan…Maunya tadi saya berdoa begini “Ya Allah, mohon selamatkan sandal saya agar jangan diambil orang lain”.

Haha..Ada-ada saja. Allah memang punya sejagad rencana untuk kita. Yang terkeciiiiiiiiiiiiil sekalipun sudah terencana untuk kita. Mengingat hal ini saya jadi ketawa geli. Rencana Allah memang unik dan diluar dugaan. Siapa coba yang bisa menduga? Tidak ada kan?

Tapi saya pasrahkan saja. Ikhlas. Lalu dengan jiwa yang tenang saya nyeker kembali ke rumah. Dalam hati berkata, wah begini ya rasanya kehilangan sandal kalau shalat Jumat…

Ayo ngeblog!

29 Agustus 2008 at 11:57 am | In shout out | 7 Comments
Tags:

Senang rasanya setelah berhasil mengajak seseorang untuk ikut ngeblog. Seorang kawan akhirnya mau juga saya perdaya untuk berblogging setelah proses yang amat panjang. Pada suatu Sabtu ketika saya sedang di atas motor yang sedang bergerak ke Krueng Raya, saya menerima sms dari Dicko. Meminta panduan untuk membuat sebuah account di WordPress. Okeh, saya membantu dia dari Krueng Raya sana sedangkan dia sendiri di Singkil.

Ternyata Dicko tidak bisa memosting sebuah tulisan pun di WordPress jika menggunakan handphone. Maklum, Singkil belum ada warnet! Jadi akses data hanya bisa dilakukan melalui hape dengan koneksi gprs Indosat. Beberapa hari lalu saya juga mencoba memosting tulisan dari hape. Ternyata memang tidak bisa. Lalu Dicko membuat account di Multiply. Berhasil. Dia juga bisa memosting tulisan dari situ via hape. Tapi susahnya adalah Dicko harus menunggu hingga tengah malam atau subuh untuk mendapatkan koneksi gprs yang stabil dan bagus.

Lalu saya menyarankan dia untuk bergabung ke Aceh Blogger Community. Dia pun mendaftar 3 hari yang lalu tapi hingga kini belum juga diproses.

Blog Dicko = http://bluedicko.multiply.com

Ayo ngeblog… :)

Uroe Meugang

29 Agustus 2008 at 10:16 am | In Indonesia | Leave a Comment
Tags: ,

Tadi pagi saya mengantar Mamak ke pasar Bina Usaha di Jalan Daud Dariah untuk membeli daging. Persiapan untuk hari Meugang tentunya. Hingga pagi ini harga daging kerbau perkilonya masih Rp. 80.000,- dan kemungkinan akan naik hingga lebih dari Rp. 100.000,- /kg pada hari Meugang besok.

Kamarin dan hari ini pasar terus dipadati oleh para ibu-ibu yang sedang mempersiapkan hari Meugang besok. Tapi hingga hari ini belum terlihat adanya stand-stand berjualan daging di lokasi pasar tersebut. Seperti Meugang tahun lalu, stand penjualan daging diadakan di tepi sungai Lueng Nak Yee yang juga bersebelahan dengan kompleks pasar Bina Usaha dan juga tepat berada di pinggir jalan Daud Dariah.

Sudah pasti Sabtu besok lokasi tersebut akan dipadati oleh pembeli dan polisi akan kewalahan mengatur lalu lintas karena banyak pembeli yang akan memarkir kendaraan roda dua mereka di bahu jalan Nasional sehingga dapat memacetkan arus lalu lintas.

Meugang menjadi semarak jika tidak adanya kemacetan luar biasa seperti itu. Keramaian pada saat Meugang sudah menjadi tradisi. Mungkin boleh saya katakan sebagai perayaan menyambut bulan puasa. Hm, saya selalu suka dengan keramaian seperti ini. Semua orang dari kampung-kampung datang membanjiri pasar untuk membeli daging, rempah-rempah, pakaian, sayur dan segala perlengkapan dapur dan juga perlengkapan untuk Meugang dan puasa.

Di Meulaboh, perayaan dua hari sebelum puasa disebut Uroe Meugang. Kalau di kampung ayah saya di Labuhan Haji – Aceh Selatan sana disebut dengan Haghi Mamagang. Tadi, saya bertanya sebutan Meugang ke teman saya yang berasal dari Lhokseumawe, katanya ada beberapa sebutan di sana yaitu Uroe Meugang, Uroe Keumeukoh dan bagi pendatang menyebutnya Hari Motong. Beda daerah beda bahasa dan beda juga tradisi merayakan hari Meugang.

Free your body and your mind. Free your voice!

28 Agustus 2008 at 5:26 pm | In enjoY, inmymindthatican'tcontrol, liburan, perjalanan, shout out | 1 Comment
Tags: , ,

Free your body and your mind. Free your voice!

Pesan tadi salah satu pesan dari iklan (rokok) yang menjadi favorit saya yang selalu saya saksikan dengan mata berbinar. Sekalipun saya bukan perokok tapi pesannya bermanfaat bagi kesehatan jiwa saya. Terjemahan kasarnya saja sudah jelas yang mengajak kita untuk melepaskan segala beban dengan menyuarakan kata hati. Tentu suara hati yang sifatnya positif untuk orang lain dan diri sendiri.

Bebas di sini bukan berarti kebablasan bebas semaunya. Tentu saja bukan begitu. Bagi saya, pesan free your voice, free your body and your mind berarti ‘ayo dong, do something different. Bebaskan diri untuk sejenak

Free your body

Free your body

memikirkan apa yang ingin dilakukan. Bebaskan pikiran dan tubuh dari rutinitas dan ayo traveliiiiing…..’ Itu kalau saya ya… Ketika datang kesempatan ber-free-free ria saya pasti pergi ke tempat-tempat baru. Melihat hal-hal baru. Mencari serpihan-serpihan diri yang terbawa angin. (Halah, memangnya saya Gara dalam serial Naruto?) dan mencoba survive di kampung orang.

Intinya, lakukan sesuatu yang menuntut saya untuk menembus batas yang mungkin orang lain pikir saya tidak mampu melakukan itu. Buktikan! Ayo lakukan. Tapi tentu ini bukan ajang pamer diri tapi ini sebagai pembuktian kepada diri sendiri bahwa saya mampu melakukan ini dan saya bisa bilang ke diri sendiri “SAYA BISA!”.

Kebebasan memang susah didapatkan, man! Harus diperjuangkan. Mungkin untuk diri sendiri tidak perlu sampai berdarah-darah seperti para pejuang kita tempo doeloe. Tapi cukup dengan semangat dan niat yang kuat.

Ayo bertransformasi ke perubahan diri yang lebih baik.

Banyu Biru

28 Agustus 2008 at 2:18 pm | In film | 3 Comments
Tags: , , , ,

Film yang dibintangi oleh Tora Sudiro dan (ehem) Dian Sastrowardoyo ini menggelitik hati saya. Ceritanya tentang seorang Banyu (Tora Sudiro) yang punya masalah dengan ayahnya (Slamet Rahardjo). Sepuluh tahun dia meninggalkan ayahnya dan bekerja di kota.

Sebuah pesta pernikahan saudaranya (Didi Petet) dan kejadian-kejadian aneh di tempat kerjanya membuatnya kembali ke kampung halaman dan sekaligus untuk menyelesaikan masalah masa kecilnya yang terus membayanginya.

Khas dari road movie. Banyak tampilan gambar-gambar yang menarik selama perjalanan. Hah, membangkitkan kembali kerinduan saya untuk traveling..Hhh….

Kembali ke film. Perjalanan Banyu membawanya bertemu dengan Sula (Dian S.) tetangga masa kecilnya. Terus ada Ladya Cheril yang jadi peramal. Butet Kertaradjasa yang unik dan Arief (Oscar Lawalata) teman sekolahnya dulu. Pertemuan-pertemuan mereka menuntunnya menuju jawaban yang dicarinya.

Salah satu scene favorit saya adalah ketika saat-saat Banyu berduaan dengan Sula di padang ilalang. Gambarnya benar-benar memesona. Tampilan warna-warna dalam setiap scene sangat kontras dan memberikan sensasi tersendiri. Salut untuk Tora Sudiro, aktingnya lumayan mantap sih sekalipun agak-agak kurang tapi ya bolehlah. Wah, lama tak melihat Dian Sastro dan Ladya Cheril. Terakhir mereka terlibat dalam Ada Apa Dengan Cinta dan kini sekalipun hanya tampil sebentar tapi cukup menyegarkan. Saya jadi tidak sabar menanti VCD film Fiksi keluar.

Yang Maha

28 Agustus 2008 at 11:00 am | In perjalanan, renungan | 2 Comments
Tags:

Pantaskah saya menyebut nama-Nya setelah sekian lama pergi? Siapa yang pergi? Siapa yang meninggalkan? Siapa yang pergi lalu siapa yang meninggalkan? Siapa yang pergi lalu siapa yang ditinggalkan?

Dia Maha Tahu. Dia Maha Mau. Dia Maha Mengerti. Dia Maha Peduli. Dia Maha Segalanya. No Doubt!

Allahu Akbar!

Lampuuk

28 Agustus 2008 at 10:46 am | In enjoY, inmymindthatican'tcontrol, kebodohanku, liburan, perjalanan, renungan, shout out | Leave a Comment
Tags: , , , ,

Sabtu, 23 Agustus 2008

Hari sabtu sore langit mendung. Hati jadi ragu untuk berangkat ke pantai Lampuuk. Seharian ini saya berada di luar. Berjalan dengan Honda Supra X 125 R merah berplat BL 3126 EO. Plat hitam, bukan merah dan juga bukan kuning.

Tak dapat beristirahat pun sejenak untuk memicingkan mata. Tak ada tempat dan waktu. Semakin lama saya berpikir semakin bimbang hati untuk berangkat pergi ke Lampuuk. “Jangan berpikir terlalu banyak! “. Segera saya menstarter motor dan tancap gas ke tujuan awal saya. Sudah sedia celana pendek untuk berenang di bagasi motor.

Lampuuk. Pantai terindah. tak ada pantai yang tak indah. Hanya indah dan terindah. Awan kelabu bergelayut dan terus bergerak menutupi langit biru. Saya mengganti celana di sebuah kamar mandi yang tersedia. Tak banyak orang yang berenang. Sebagian hanya berendam saja di dalam air dan berteriak mengkek ketika datang gelombang. Perempuan! Dua orang sedang mengapung di atas papan surfing. Mereka itu laki-laki! Saya melakukan pemanasan seperlunya supaya tidak kram ketika berenang. Setelah dirasa cukup saya pun berlari dan meloncat ke dalam laut. Menyelam lalu berenang. Menyelam lagi lalu berenang lagi. Penat saya hilang. Seluruh beban luruh dan bersatu dengan pasir putih. Tubuh saya menjadi sangat ringan dan bebas. Tak berkhawatir sesuatu apapun juga.

Saya masih berenang. Sendiri saya berenang. Sendiri saja seperti laut. Seperti laut lepas dan ombak yang bergairah dan gelombang yang bergemuruh. Angin mulai menyambar pucuk-pucuk cemara dan menampar ujung ombak hingga berbuih. Putih. Hujan pun menyerbu dengan suka cita. Saya segera naik ke pantai dan berlari mendapatkan baju dan celana saya. Hujan belum lebat benar. Bolehlah saya kembali ke Banda Aceh. Setelah mandi dengan air tawar dan mengganti celana dengan yang kering, ada pula yang memanggil saya.
Segera saya ke asal suara dan mengobrol sejenak. Lalu hati lega dan jiwa pun tenang dan tentram.

Kembali saya ke Banda Aceh. Menyasar pula karena salah ambil jalan. Tertawa saya di dalam hati karena kebodohan sendiri. Saya juga bingung. Bingung membaca papan nama lorong di daerah situ. Namanya aneh-aneh saja. Tak pernah saya melihat yang seperti itu. Asing benar. Turki. Pasti itu perbuatan orang Turki yang telah membantu warga sini. Hei, benarkah itu Turki? Em ,tidak tahu.

Semakin deras rintik hujan tapi saya tidak basah. Tidak basah kuyup. Karena saya berlari kencang dengan Honda Supra X 125 R merah berplat BL 3126 EO. Akhirnya saya sampai juga di kota ini lagi. Di sini tidak hujan. Lalu saya berhenti di salah satu tempat yang banyak didatangi anak muda. Lalu saya chatting. Chatting sampai malam.

4:06

28 Agustus 2008 at 10:17 am | In inmymindthatican'tcontrol, renungan | 1 Comment
Tags:

Langit pun sendu dan hujan tak bersemangat membasahi bumi. Rintiknya terdengar pelan dan syahdu. Bagaikan tangisan yang memilukan. Begitu sepi. Begitu dalam. Begitu menusuk. Rintikkannya seperti seseorang yang menanti kekasih dan tak kunjung datang. Hujan merintih “kemana angin…”

Tak ada angin. Hanya lampu kota yang masih saja setia menerangi malam dan menemani hujan. Tapi tak juga membuatnya berhenti berduka. Langit pun tetap sendu dan hujan makin merintih.

Tower-tower pemancar sinyal tampak berdiri kokoh di kejauhan. Lampu merahnya berkerlap-kerlip dengan jenaka. Tak peduli dengan kesedihan hujan. ” Tak ada cinta malam ini”, katanya. Ia sendiri pun kesepian. Kaki-kakinya terpancang dalam ke bumi.

Hujan tak berhenti. Tak hendak ia diam. Lampu jalan menunduk memandangi bumi yang banjir air mata. Ia pun ikut bersedih. Malam usai berganti pagi. Kelam, merah dan pudar. Katak bernyanyi mengusir sepi. ” Tak ada cinta malam ini. Tapi selalu ada hati yang merindukanmu. Kaulah cinta. Kaulah hidup.”

Panji Sang Penakluk

27 Agustus 2008 at 5:01 pm | In Indonesia | 62 Comments
Tags: , ,

Ketika pulang istirahat jam 1.30 siang tadi saya melihat ayah sedang menonton tivi. Acaranya Panji Sang Penakluk. Seorang laki-laki berusia enam belas tahun yang sedang berusaha menangkap seekor ular jenis King Cobra. Sebelumnya saya juga pernah menyaksikan kelakuan gila si Panji ini. Beberapa tayangan dalam reality shownya selalu berhadapan dengan ular-ular yang berbahaya.

Pernah suatu kali ular yang sedang dihadapi Panji mematuknya di pelipis dan mengeluarkan darah yang lumayan banyak. Tapi ekspresinya biasa saja. Tak ada rasa khawatir sedikitpun. Terus saja dia berkonsentrasi untuk menaklukkan ular tersebut. Sungguh aneh dan luar biasa pekerjaan remaja yang dulu pernah tinggal di Aceh ini. Hm, saya rasa bagi dia ini bukan lagi pekerjaan. Tapi memang hobinya dan sudah menjadi kebiasaannya untuk berteman dengan ular. Sejak kecil dia memang sudah akrab dengan hewan melata. Hiiii…Melihatnya saja sudah ngeri apalagi harus menyentuhnya. That’s why saya paling jijik melihat film-film yang berhubungan dengan ular.

Melihat Panji memperlakukan ular-ular tersebut seperti melihat seseorang yang sedang bermain dengan temannya. Tapi pada ending, seperti melihat seseorang dengan kekasihnya. Ada adegan di mana Panji menciumi belakang kepala ular kobra!

Allah hai neuk…Nyang mangat ta peumatee laju tipi nyan! Han ek ta kaloen he…That brat mumang aneuk nyan! Begitu umpat saya dalam hati. Saya berkali-kali memekik ngeri ketika setiap kali ular itu berusaha mematuk Panji. Setelah dia berhasil mencengkeram leher ular itu, kemudian dilepaskan lalu berusaha untuk ditangkap lagi. Baginya ular itu sudah seperti teman sepermainan saja. Benar-benar berani sekali dia!

Yah, tiap orang memang punya sisi keberanian sendiri yang berbeda dari orang lain. Ada yang berani menantang ular seperti Panji tadi. Ada yang berani menantang banteng seperti di Spanyol. Ada yang berani menelusuri gua-gua hingga ke perut bumi. Nah, kalau saya sendiri berani menonton film pocong sendirian! Huahahaha…

Just a lil’ unwell

27 Agustus 2008 at 10:17 am | In kebodohanku | 2 Comments

++ Matchbox Twenty – Unwell ++

All day
Staring at the ceiling
Making friends with shadows on my wall
All night
Hearing voices telling me
That I should get some sleep
Because tomorrow might be good for something
Hold on
I’m feeling like I’m headed for a
Breakdown
I don’t know why
I’m not crazy, I’m just a little unwell
I know, right now you can’t tell
But stay awhile and maybe then you’ll see
A different side of me
I’m not crazy, I’m just a little impaired
I know, right now you don’t care
But soon enough you’re gonna think of me
And how I used to be
Me
Talking to myself in public
Dodging glances on the train
I know
I know they’ve all been talking ’bout me
I can hear them whisper
And it makes me think there must be something wrong
With me
Out of all the hours thinking
Somehow
I’ve lost my mind
I’m not crazy, I’m just a little unwell
I know, right now you can’t tell
But stay awhile and maybe then you’ll see
A different side of me
I’m not crazy, I’m just a little impaired
I know right now you don’t care
But soon enough you’re gonna think of me
And how I used to be
I’ve been talking in my sleep
Pretty soon they’ll come to get me
Yeah, they’re taking me away
I’m not crazy, I’m just a little unwell
I know, right now you can’t tell
But stay awhile and maybe then you’ll see
A different side of me
I’m not crazy I’m just a little impaired
I know, right now you don’t care
But soon enough you’re gonna think of me
And how I used to be
Hey, how I used to be
How I used to be, yeah
Well I’m just a little unwell
How I used to be
How I used to be

in my mind that i can’t control

27 Agustus 2008 at 9:57 am | In inmymindthatican'tcontrol, musik | 3 Comments
Tags: , , ,

I’m a product of the nation
My Nintendo’s on the floor

On a permanent vacation

Momma’s bangin’ at my door

… …

Is it Saturday yet
Cuz I wanna get up
Is it Saturday yet
It just feels like a Saturday

… …

(Nick Carter – Is It Saturday Yet (chorus) )

Huaaaaa… Saya juga mau punya a permanent vacation. Tapi sebagai buruh yang baik dan bertanggung jawab pada pekerjaan dan mencintai keluarga tentu itu tidak bisa terlaksana. Lagian yang namanya permanent vacation itu mana ada! Karena kalau mau liburan saja butuh dana minimal lima puluh ribu rupiah! Bisa saja sih permanent vacation tapi saya harus bekerja di Eropa atau Amerika sana. Lalu masa pensiunnya adalah permanent vacationnya.

Seperti seorang bule yang saya temui di Iboih-Sabang. Warga negara Australia ini sedang menikmati masa permanent vacation alias masa pensiunnya dengan berkeliling dunia. Sudah dua tahun dia melakukan banyak perjalanan keliling dunia. Dan liburan terlamanya dihabiskan di Indonesia.

Atau permanent vacation juga bisa dilakukan kalau orang tua saya adalah seorang milioner! (hah! in your dream, Citra!). Banyak traveller atau backpacker dari Eropa dan Amerika yang traveling setelah lulus SMU dan dibiayai sepenuhnya oleh orang tua mereka. Waww…Berkeliling dunia, man! Watdefak!

Secara saya tinggal di Indonesia dengan tingkat ekonomi yang memprihatinkan tentu tidak ada istilah permanent vacation. Jangankan yang permanen, bisa liburan seminggu saja sudah menguras banyak kepeng. Ditambah lagi membantu orang tua dan membiayai ini itu, sekalipun ada kesempatan liburan pun harus pikir-pikir dulu.

Thanks God…Allah gives me a beautiful life in this amazing world! (halah! Marit pih ka lagee kaphee!) Haha…

Stop eksploitasi terhadap Pocong!

26 Agustus 2008 at 5:09 pm | In film, foto, inmymindthatican'tcontrol | 17 Comments
Tags: , ,

Stop! Hentikan eksploitasi terhadap Pocong-pocong Indonesia sekarang juga! Kami dari Aliansi Peduli Pocong, Suster Ngesot dan Kawan-kawan Seindonesia (APPSNKS) dengan ini menolak keras terhadap segala tindakan yang mengeksploitasi pocong demi kepentingan pribadi!

Saudara-saudara sekalian! Semakin banyak sekarang ini kita lihat film-film yang mempekerjakan para pocong. Ulah para produser film yang terus menjadikan pocong sebagai daya tarik utama dalam film-film horor mereka akan mencoreng nama baik pocong. Bayangkan, dalam dua atau tiga tahun ke depan masyarakat Indonesia tidak akan takut lagi jika mendengar pocong. Pocong telah dijadikan boneka yang tidak hanya pintar loncat-loncat, terbang dan bergelantungan. Tapi juga sudah dicekoki dengan dunia modern. Mereka sudah diajari dugem dan dunia ajep-ajep! Masya Allah… Apa salah dan dosa mereka, wahai saudara-saudaraku ? Salah apa mereka ??

Beberapa film Indonesia yang telah melakukan pelanggaran HAP (Hak Asasi Pocong) berat, berikut beberapa daftarnya :

  1. Tali Pocong Perawan (oh my god Dewi Persiiiiik)
  2. Pocong 2 (di sini pocong disuruh loncat menaiki tangga!)
  3. Pocong 3 (gemerlapnya dunia perpocongan Indonesia)
  4. 40 hari Bangkitnya Pocong
  5. Sumpah Pocong di Sekolah

Sebenarnya masih banyak film-film yang bertemakan pocong lainnya yang ingin kami tampilkan disini. Tapi karena berhubung anggota aliansi APPSNKS yang lainnya sedang sibuk memberikan penyuluhan kepada pocong-pocong untuk tidak lagi menerima tawaran main film sehingga tidak semua judul film dapat kami tampilkan. Semoga para produser dan sutradara film bisa dengan lebih bijaksana lagi dengan memilih peran hantu untuk film mereka. Kenapa harus Pocong atau Suster Ngesot? Mengapa bukan saya saja? (Lho? kok promosi?) :D

Save Pocong !

Save Pocong !

Hahaha…postingan yang aneh! Hehehe…Ini sekedar buat lucu-lucuan saja sebagai bentuk kekecewaan saya terhadap para sineas Indonesia yang sok kreatif! Sok kreatif dengan ide-ide horor mereka. Film horor sekarang ini ceritanya tidak jauh-jauh beda. Yang muncul pasti itu-itu saja. Kalau bukan pocong ya suster ngesot atau tuyul atau kuntilanak. Cuma beberapa saja yang betul-betul menyeramkan. Kebanyakan cuma pencari sensasi belaka!

Dan sudah saatnya sekarang para film maker untuk mencari hantu yang baru! Hantu masa kini yang lebih gaul! Salah satunya adalah hantu gagal korban tsunami di bawah ini.

Hantu Masa Kini

Hantu Masa Kini

Nama : Citra Hana Meunan

TTL : 19 Oktober 1986

Tanggal wafat : ??? (tidak ketahui)

Tinggi/berat badan : 168 / 57

Warna kulit : Hitam busuk

Contact Person : 081360649334

Email : han2ctr@yahoo.com

Bagi produser/sutradara/fotografer yang berminat untuk segera menghubungi nomor hp atau email yang tertera di atas. Informasi lebih lanjut silahkan untuk meninggalkan komen.

Terima kasih.

Quickie Express

26 Agustus 2008 at 3:14 pm | In film | 2 Comments
Tags: , , ,
Quicke Express

Quicke Express

Tiga orang disamping ini memang benar-benar gila! Well, tokoh yang mereka perankan yang sebenarnya gila. Yaitu Jojo (Tora Sudiro, Marley (Aming) dan Piktor (Lukman Sardi) yang ingin mengubah nasib. Jojo, pemuda yang gagal dalam berkarir. Mentoknya cuma segitu saja. Dari cleaning service banting setir ke tukang tambal ban!

Pada suatu kesempatan ada seseorang yang menawarkan pekerjaan untuknya. Sebuah pekerjaan yang katanya ‘gampang’ dan dapat menghasilkan uang banyak. Yaitu menjadi seorang gigolo dengan kedok pengantar pizza yang dinamakan Quickie Express. (Ingat pizza, saya langsung eneg!).

Sex comedy is always funny buat gue” ujar Dimas Djay, sang sutradara sekaligus pemilik ide cerita. “Semua yang berbau dan menyerempet-nyerempet atau lawakan yang cenderung ke arah seks sering bikin orang ketawa. Dan gigolo sebenarnya menarik karena di saat pria yang dengan sejuta egonya, sejuta harga dirinya menjalankan pekerjaan itu, maka seluruh ego dan harga diri itu hilang. Dia dibayar, jadi harus jauh-jauh membuang harga dirinya dan egonya. Profesi gigolo nggak semudah yang kita pikir: datang langsung hajar.” tegasnya ketika ditanya kenapa memilih genre tersebut. (Ruang Film)

Selain aksi-aksi serunya yang mengundang tawa, hal menarik lainnya tentang film ini adalah tampilan gambarnya berkesan jadul (jaman dulu) dan scoring yang asik. Sekalipun gambar-gambarnya kelihatan tua tapi Sandra Dewi membuat suasan menjadi segar. Tiap kali ada Sandra Dewi tiba-tiba suasana menjadi cerah dan sejuk (apa coba? :) )

Adegan-adegan yang paling saya suka adalah ketika pada saat mereka dalam training centre dan ketika Marley berhadapan dengan Ria Irawan. Asli, kocak dan bikin saya ngakak!!

Selain itu, film ini membuat saya berpikir (serius mode on). Kadang-kadang dalam pekerjaan kita sendiri kita sering kali terpaksa melakukan atau mengerjakan sesuatu yang …..(saya tidak tahu harus bilang apa) seperti apa yang dilakukan oleh Jojo, Marley dan Piktor. Sesuatu yang seharusnya tidak dilakukan. Sesuatu yang bertentangan dengan prinsip kita. Terpaksa ataupun dipaksa. Mau tidak mau harus tetap dilaksanakan jika ingin terus bertahan.

Tapi hati-hati jika anda menonton film ini. Karena akan ada suara-suara yang tidak sepatutnya didengar oleh anak-anak yang belum cukup umur dan sepertinya kurang sopan jika juga terdengar oleh orang tua.

Tentang Mani dan Mazi

26 Agustus 2008 at 1:13 pm | In health | 2 Comments
Tags: ,

Bukan, mani dan mazi itu bukan nama orang. Suer!

Saya sedang kebingungan dengan dua nama di atas. Kalau mani tentu saya sudah tahu dan mengenalnya dengan baik. Nama ilmiahnya sperma kan? Sperma atau mani adalah cairan yang keluar dari penis dan bukan najis dan diwajibkan untuk mandi wajib. Keluarnya sperma bisa disengaja dan juga karena tidak disengaja. Pasti anda sudah mengerti hal ini, bukan?

Dan mazi adalah cairan bening yang keluar akibat menghayal atau percumbuan (ampun, jadul kali kok istilahnya, boleh dikatakan foreplay) yang juga keluar dari penis. Mazi itu berwarna bening dan biasanya keluar sesaat sebelum sperma keluar. Dari beberapa artikel yang saya baca, mazi juga disebut dengan nama precum yang berfungsi sebagai pelumas ketika berhubungan badan dengan perempuan. Dan mazi ini hukumnya najis.

Tapi saya belum mendapatkan jawaban jika seandainya kalau sperma itu keluar dengan sendirinya tanpa lewat mimpi atau tanpa adanya rangsangan seksual? Di sebuah artikel mengatakan bahwa jika sperma keluar yang disebabkan karena sakit maka tidak wajib mandi.

Bagi kawan-kawan yang tahu jawabannya tolong memberikan jawabannya atau opininya ya…

Link :

  1. Bam’s site
  2. Mujahidah Muda
  3. Muslim.or.id

Pulau Balai

25 Agustus 2008 at 4:10 pm | In liburan, perjalanan | 1 Comment
Tags: ,
Postingan ini di posting pada tanggal 16 April 2008 di langkahkakiku.wordpress.com

Sekitar jam 1 siang aku tiba di dermaga boat di Pulau Balai. Aku kebingungan harus kemana, di depanku ada 3 persimpangan yang jalannya hanya terbentuk dari koral-koral. Tidak ada becak maupun angkutan lainnya yang lazim aku temukan seperti di daerah lain.

Beberapa meter dari dermaga aku bertanya ke salah seorang warga disitu arah mana untuk ke rumah Pak Nukman, teman Ayahku. Lalu aku ditunjukkan ke arah jalan yang paling cepat ke rumah Pak Nukman.

Ternyata jalan ke rumah Pak Nukman adalah jalan pintas yang menghubungkan kedua sisi pulau. Kurang dari 5 menit aku sudah sampai di sisi pulau berikutnya. Akhirnya aku menemukan rumah yang kutuju. Tepat di depan pintu gerbang Pelabuhan Feri. Tiga orang paruh baya sedang duduk ngopi di teras rumah yang berkanopi. Aku memberi salam dan beruntung sekali aku memang sedang berhadapan dengan beliau.

Setelah mengobrol sejenak sambil melepas penat, beliau menjamuku makan siang dan mengantarku ke rumahnya. Langsung tidur.

Sore Jumat | 21

Aku ngobrol dengan Pak Nukman membicarakan tentang perkembangan pariwisata di Pulau Banyak. Ada beberapa pulau tersebar yang sebelum konflik yang sangat ramai dikunjungi oleh wisatawan asing. Seperti Pulau Palambak, Pulau Tailani dan Pulau Bengkaru. Namun semenjak konflik, krisis moneter dan kemudian bencana tsunami membuat parawisata di Pulau Banyak betul-betul drop. Benar-benar terhenti total.

Tapi keindahan panorama pantai dan taman bawah laut di di kepulauan ini masih tetap terjaga dengan baik. Aku sempat mengunjungi Pulau Palambak keesokkan harinya dan melihat langsung keindahan pulaunya.. Gila!!! Rasanya aku tidak mau kembali lagi ke Pulau Balai. Terlena akan panorama taman lautnya, pantai pasir putih, dan semua yang ada di pulau itu membuat betah!

Ah, bolehlah sekali-kali aku berandai. Yah..Jika seandainya aku punya dan dapat membawa uang banyak (oh kapankah?) ke Pulau Banyak maka aku akan liburan sepuasnya selama berminggu-minggu. Kira-kira kalo kulit sudah hitam baru deh balik ke Meulaboh. Huhu..

Pengennya sih..

Tapi semua pengalaman yang aku dapatkan selama di Pulau Banyak adalah hal yang sangat berharga. Banyak hal-hal baru yang aku temukan mulai dari keberangkatan dari Meulaboh. Ketika aku harus berurusan dengan sopir mobil yang menurunkanku di Subulussalam dan menghadapi sopir mobil yang akan membawaku ke Singkil. Sampai seterusnya hingga aku sampai dengan selamat di Pulau Balai.

Perjalanan pertamaku

25 Agustus 2008 at 4:09 pm | In perjalanan | Leave a Comment
Tags: ,

Postingan ini di posting pada tanggal 23 Maret 2008 di langkahkakiku.wordpress.com

Terbangun jam 5.35 di kamar yang dipinjamkan Pak Nukman yang menjadi tempat tidur ku selama 3 malam. Seperti biasa, aku mencek semua barang-barangku seperti kamera digital, handphone, ransel dan botol air minum. Alhamdulillah, masih lengkap. Batere hp tinggal 3 bar lagi karena semalaman hidup sambil memutar lagu-lagu ninabobo. Aku mencharge hp dan mengambil buku catatan kecil yang berisikan semua catatan perjalananku. Aku membaca kembali catatan singkat dari hasil percakapan dengan beberapa tokoh desa Pulau Teluk Nibung kemarin sore.

Aku baru ingat kalau koneksi gprs hanya aktif di pagi hari. Aku menghidupkan hp dan membuka browser Opera mini. Connected! Log in ke blog wordpress dan membuka komentar yang masuk. Penasaran sama satu komentar yg kemarin aku lihat tapi belum sempat cek siapa dia. Wah, situsnya berbahasa Arab. Ga ngerti.

Lalu aku membuat sebuah blog lagi dengan judul ‘langkahkakiku’ yang nantinya berisikan tentang perjalanan-perjalananku.

Sudah jam 8.04 di Pulau Banyak-Aceh Singkil. Aku harus mandi dan sarapan. Perutku sudah lapar sekali. Semoga diluar tidak dingin karena semalam dan subuh tadi hujan. Postingan selanjutnya akan segera menyusul setelah aku kembali ke Meulaboh Rabu atau Kamis depan.

Belok kanan, Singkil!

25 Agustus 2008 at 4:06 pm | In liburan, perjalanan | 1 Comment
Tags: , ,

Tulisan ini di posting pada  tanggal 23 Maret 2008 di langkahkakiku.wordpress.com

Perasaan ingin melompat-lompat kesenangan. Waktu yang dinantipun tiba. Aku akan backpacking sendirian ke Pulau Banyak – Aceh Singkil.

Selasa (18/03/2008 ) aku memesan tiket ke Singkil seharga Rp. 130.000 sebelum keberangkatanku ke Banda Aceh.

Di Banda Aceh, aku berusaha secepat mungkin menyelesaikan semua urusan di kantor wilayah. Untungnya semua pegawai sedang sibuk mempersiapkan acara Pisah Sambut GM baru. Jadi aku tidak menerima pertanyaan-pertanyaan tentang keterlambatan laporan yang aku bawa. :d

2.30 WIB

Aku pulang ke rumah setelah jalan-jalan dan belanja beberapa kebutuhan untuk backpacking lainnya. Lalu aku menelepon loket untuk memesan tiket kembali ke Meulaboh malam itu juga. Aku dijembut jam enam sore di rumah Pak Azis yang sudah kosong. Beliau liburan ke Medan dengan keluarga.

2.30 dini hari

Tiba di Meulaboh. Jam 7 aku terbangun, sarapan terus packing.

8.35 tancap gas ke mini market membeli batere headlight, chunky bar (penting!;P), shampoo, lotion anti nyamuk dan wax.

10.05 WIB

Aku dan 5 penumpang lainnya berangkat ke Singkil menaiki L300. Cuaca cerah berawan, agak panas di dalam mobil, sepanjang jalan aku harus membuka jendela agar tidak kepanasan.

Anyway, aku sangat menikmati perjalanan ini. Perjalanan tanpa antimo pertama yang paling menyenangkan. Ajaib sekali aku bisa melewati Gunung Tran tanpa pusing atau mual. Bahkan sampai Subulussalam dan Rimo juga aku merasa sangat fit.

Aku satu-satunya penumpang ke Singkil. Jadi aku harus naik mobil lain. Itupun hanya sampai Rimo. Jadi aku harus menginap di Rimo malam itu untuk menghemat biaya.

Tarif penginapan tempat aku menginap malam itu hanya 10.000 rupiah semalam. Sopir mobil itu bersedia mengantarku langsung ke Singkil dengan biaya 100.000.

Tarif Subulussalam – Rimo – Singkil = Rp, 20.000,-

Aku sangat berterima kasih kepada Dika yang sudah membantuku dengan informasi tarif angkutannya. ;)

Di Rimo, di sekitar penginapan Abdi itu aku tidak menemukan warung nasi. Hanya ada warung mie dan bakso. Akhirnya aku makan malam dengan sate kacang. Seporsinya hanya ada 5 tusuk sate ayam dengan kuah kacang yang pelit sekali. Nyaris tak berkacang. Tapi karena lapar akhirnya habis juga. Seporsinya bayar 6 ribu rupiah.

Jumat. 21/03/08 | 5.45 wib

Aku bangun lebih awal sebelum alarm dari hp ku berbunyi pada jam 6. Perutku langsung keroncongan dan mataku terasa sangat perih. Hah..aku harus segera mandi sebelum semua penghuni penginapan ini bangun dan berebutan ke kamar mandi.

Brrr…dingin dan sangat segar..

Pak SBH, nama sopir angkutan yang kemarin mengantarku dari Subulussalam menepati janjinya menjemputku jam 7 pagi. Beliau juga mengantarku ke warung untuk sarapan. Menu pagi itu nasi lemak dan gulai ayam. Hm..Enak sekalipun harus bayar 8 ribu. ;P

Beberapa hal yang perlu diketahui tentang Subulussalam. Sebagian masyarakat Subulussalam dan Rimo menggunakan bahasa daerah yang berbeda dengan bahasa Singkil. Ada yang menyebutnya bahasa Skaro dan kebanyakan menyebutnya bahasa kampung. Kondisi jalan juga lumayan bagus meskipun ada beberapa ruas jalan yang rusak.

8.01 wib SINGKIL

Aku sampai di Pelabuhan Boat yang akan membawaku nantinya ke Pulau Balai. Thanks to Pak SBH. )

8.48 wib Pelabuhan Boat

Boat ke Pulau Banyak

Boat ke Pulau Banyak

Kami berangkat dengan sebuah boat yang memuat sekitar 10 ton barang. Peti es dan bahan bangunan. Aku agak sedikit khawatir karena melihat begitu banyaknya barang yang dibawa. Ada 3 penumpang dan 3 awak boat. Kami mengarungi (cie..) sungai singkil yang besar sekali menuju laut lepas dan melaju ke Pulau Banyak.

Bongkar Muat Blog

25 Agustus 2008 at 3:27 pm | In inmymindthatican'tcontrol | Leave a Comment
Tags:

Empat bulan sudah berlalu setelah perjalanan saya ke Pulau Banyak. Karena sibuk bekerja dan hal-hal tidak penting lainnya membuat blog Langkah Kakiku terbengkalai. Bahkan saya belum selesai menuliskan semua pengalaman saya di dalam blog tersebut. Baru tiga posts. Tapi sayang juga jika saya tidak memuatnya disini. Karena in my mind that i can’t control adalah blog yang berisikan segala sesuatu yang tak terkontrol dalam diri saya. Haha…

Selanjutnya saya akan copy paste saja postingan-postingan saya dari langkahkakiku ke blog saya yang ini.

:)

Malu bertanya ya jalan-jalan

25 Agustus 2008 at 3:09 pm | In Indonesia, enjoY, foto, inmymindthatican'tcontrol, kebodohanku, liburan, perjalanan | 4 Comments
Tags: , , ,

Malu bertanya sesat di jalan.

Itu adalah pepatah yang sebenarnya. Tapi kini sering diubah menjadi Malu bertanya ya jalan-jalan. Memang betul. Bukannya saya malu bertanya tapi malas saja jika harus berhenti dan bertanya ke orang. Apalagi jika ada banyak orang seperti di warung, pos ronda atau di pasar. Saya lebih mengandalkan insting saja jika bepergian. Jika sudah benar-benar tidak tahu lagi harus keman, barulah saya bertanya ke orang-orang. Heheh…Setelah benar-benar tersasar barulah bertanya.

Karena kemalasan saya bertanya, pada hari Sabtu tanggal dua puluh tiga Agustus lalu. Saya benar-benar sudah berjalan jauh dari lokasi yang ingin saya tuju. Yaitu Ie Suum. Setelah melihat Benteng Inong Balee saya melanjutkan perjalanan terus ke Lamreh. Jalan beraspal retak-retak akibat gempa beberapa tahun silam merayap mendaki dan menuruni bukit-bukit yang ditumbuhi ilalang dan pohon-pohon Jamblang. Lahan-lahan kosong terpagar rapi dengan pohon kuda-kuda hingga berkilo-kilometer jauhnya. Siapa yang mampu mendirikan pagar sepanjang itu? Rakyat Aceh pastinya. Salut!

Perjalanan semakin jauh. Saya melihat sebuah kebun yang terpagar rapi. Tapi di dalamnya hanya semak belukar dan pohon jamblang. Saya belok kiri dan berjalan di atas jalan selebar empat meter yang berbatu. Lima ratus meter kemudian saya melihat sekelompok nelayan yang sedang menarik sebuah boat.

Tarik Boat

Tarik Boat

Ketika sedang asyik memotret, seorang kakek paling kanan dari foto di atas memanggil saya. “Jak keuno siat. Neutulong tarek nyoe..”

Tentu, dengan senang hati saya mau membantu. Saya memasukkan kamera ke kantong celana dan melepas sandal. Lalu berdiri di samping si kakek dan ikut bersama-sama menarik boat. Akhirnya boat itu pun dapat terdorong hingga ke atas pantai yang diinginkan. Hah, pengalaman yang menarik bukan?

Boat

Boat

Seorang bapak-bapak paruh baya berjalan di sisi kiri saya. Hm, saya memberanikan diri untuk bertanya tentang lokasi Ie Suum tersebut. Sebelumnya berbasa-basi sebentar. “Pue nan gampong nyoe, Pak?” Hiks, saya pede saja bertanya dengan bahasa Aceh yang terbata-bata. Si Bapak menjawab “Nyoe gampoeng Lamreh, Lamreh namanya”.

Pantai Lamreh

Pantai Lamreh

Lalu beliau menberitahu saya kalau saya sudah terlalu jauh dari desa Ie Suum tersebut. Beliau berbicara dalam bahasa Indonesia dengan aksen Aceh yang sangat kental. Aksen favorit saya. Haha…Setelah mengucapkan terima kasih saya langsung cabut dan berbalik arah. Sesuai petunjuk yang saya dapatkan dari si Bapak dari Lamreh dan penjual bensin di depan pelabuah Malahayati, akhirnya saya menemukan juga lokasi Ie Suum tersebut. Saya bertemu dua orang anak-anak yang baru pulang sekolah dan bersedia menunjukkan jalan kesana.

Raga Eungkot

Raga Eungkot

Sepanjang jalan mereka bercerita tentang kecelakaan yang tadi pagi terjadi. Tentang pembunuhan karena balas dendam. Tentang sebuah jalan yang banyak pancuri dan kalau kita ditangkap sama pancuri itu maka kita akan di tiek-tiek keudeh. Saya harus berhati-hati. Dalam hati saya tertawa mendengar dua bocah itu berbicara dalam bahasa yang kaya!

Ie Suum

Ie Suum

Ini dia Ie Suum yang membuat saya kesasar kemana-mana. Ternyata tempatnya di luar ekspektasi saya. Saya pikir di sana ada kolam pemandian air hangat atau semacam itu. Ternyata hanya aliran air saja yang keluar dari bebatuan merah dan mengalir membentuk alur-alur kecil. Air panas ini terus mengalir ke sungai di bawah sana. Bercampur dengan air dingin dari sungai induk. Padahal saya sudah menyiapkan celana ganti untuk mandi-mandi. Hahaha…

Ie Suum 2

Ie Suum 2

Kawan saya bilang, dulu daerah itu adalah tempat mayat-mayat korban konflik dibuang. Mungkin itu yang dimaksud oleh dua orang anak laki-laki tadi dengan kata di tiek-tiek. Saya yang salah dengar kali ya.

Ie Suum 3

Ie Suum 3

Ketika di kantor saya menceritakan kembali pengalaman saya ketika mengunjungi daerah-daerah tadi. Beberapa kawan yang memang berasal dari Banda Aceh merasa heran saya mampu datang ke daerah ini. Karena mereka sendiri tidak pernah berada sejauh itu dari Banda Aceh.

Halaman Berikutnya »

Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.