06.25.08

Maaf, ini toko kaset rohani…

Ditulis dalam enjoY, kebodohanku, liburan tagged , pada 7:58 am oleh Citra Rahman

Ketika pesta pernikahan Abangku di Binjai (Sumatera Utara) pertengahan bulan Maret lalu, aku, kakak dan adikku jalan-jalan di mal, aku lupa mal mana. Jadi, ketika lagi asyik-asyik jalan-jalan, kita nemu toko kaset. Nah, kebetulan juga aku memang sedang mencari album Colbie Coillat dan Overload Romance. Aku langsung masuk aja dan sibuk baca-baca nama yang tertulis di album.

Tapi kok nama-nama penyanyinya tidak ada yang aku kenal ya? Asing semua namanya. Kelihatan bingung gitu, yang punya toko datang nanyain mau nyari album apa. “Ada album Colbie Coillat?” tanyaku. Eheh, pelayan tokonya juga bingung dengar nama asing itu. Terus dia nambahin, “Maaf, ini toko kaset rohani…”

Walah, selesai mbak itu ngomong itu, mataku ngeliat ada salib tergantung di dinding. Aku segera minta maaf dan buru-buru keluarr. Ketika melangkah keluar aku membaca tulisan di kaca etalase “Christian’s bla bla bla…” (maksudnya ada kata-kata lain yang aku lupa).

Kejadian (yang malu-maluin) ini sempat terulang lagi di sebuah mal yang lain. Dasar pelupa, aku ga ingat namanya. Karena melihat ada banyak kaset-kaset di dalam sebuah toko, aku langsung nyelonong masuk dan celingak-celinguk mencari CD album Overload Romance.

Lagi-lagi kakak dan adikku mentertawakanku. Uhhh, diketawain sama saudara-saudara sih gak bikin malu, tapi dipelototin semua pengunjung toko yang bikin malu bener…

3 Komentar »

  1. mirzal tawi berkata,

    assalamualaikum wr.wb
    hati-hati aja, mungkin kalo kaset gak terlalu bermasalah….coba kalo makanan….dah makan eh ternyata b2.ini pernah terjadi saat kami ke aussie….
    wassalam

  2. Aulia berkata,

    Berarti kalo di Atjeh, mesti ada toko yang menulis
    “Maaf, ini toko kaset lagu Atjeh”.

  3. hananan berkata,

    Hahaha…Nyoe kadang! Huahaha…

    >>untuk Bang Tawi. Seorang teman saya juga pernah mengalami hal yang sama. Dia berangkat ke Medan (dari Aceh) bersama dengan mantan bos bule saya. Mereka istirahat di sebuah warung yang menjual burger dan makanan lainnya. Mereka berdua memesan burger. Teman saya tanpa tanya dulu halal atau tidak langsung main sikat aja! Setelah habis baru deh, dia sadar kalau dia sudah tidak berada di Aceh lagi. Dia memuntahkan semua isi perutnya saat itu juga ketika bos saya bilang “daging dalam burger itu daging b2!”

    >>Aulia..Tapi sayangnya kita masih kekurangan penyanyi-penyanyi bermutu. Kebanyakan cuma menjual musik yang ga jelas seperti musik house. Kita juga belum punya pemusik yang bagus untuk industri rekaman. Saat ini hanya mengandalkan satu intsrumen saja. huh..Perjalanan Meulaboh – Banda Aceh tak lagi menyenangkan dengan musik ajep-ajep-ajep-ajep yang bikin mual!

    Hehe..peace…


Tinggalkan sebuah Komentar