Cinta. Cinta?

30 Maret 2008 at 4:50 pm | In inmymindthatican'tcontrol | Leave a Comment

Kenapa aku terus bertanya? Karena aku tidak tau jawabannya.
Aku benci terus bertanya. Karena aku tak pernah dapat jawabannya. Aku capek terus berlari. Toh dia tetap dapat menangkapku. Hatiku memar terus berkelahi. Dia akan selalu menang.

Selalu.
Selalu dia menangkapku. Selalu saja dia menghajarku dan terus menghajarku sampai lukaku menganga.
Aku ingin pergi saja dari kota ini. Berharap aku dapat meninggalkan semua rasa yang membuatku menderita. Rasa yang membuatku nyaris gila, nyaris mati.

Ingin sekali aku menemui mereka yang berada disana. Mereka yang membuatku begitu benar ketika merasakan ini. Mereka yg membuatku tak perlu berkelahi. Tak perlu berlari. Tapi aku tak pernah belajar bagaimana caranya memanjat. Mereka terlalu tinggi untukku. Terlalu tinggi. Sekalipun ada tangga. Aku bingung harus ke siapa aku menuju.

Aku akan pergi sekarang?

27 Maret 2008 at 10:01 am | In Uncategorized | Leave a Comment

Rumah sakit.

Beberapa hari terakhir ini tanpa aku sadari, aku jadi sering mengingat rumah sakit. Ketika di Singkil, aku menanyakan letak rumah sakit terdekat. Aku setelah itu tiba-tiba saja timbul ide ingin mengerjai temanku dengan mengirim sms kalau aku mengalami kecelakaan dan harus menjalani operasi secepatnya di rumah sakit. Besoknya aku sms temanku lagi kalau aku butuh pendonor darah dan sedang krisis di IGD. Fuihh…

Apa aku akan semakin dekat dengan….rumah sakit? Apa aku akan berakhir di sana?

Ya Allah..Tidaaaaak…

Aku belum siap untuk kesana..

I have to go

25 Maret 2008 at 12:26 am | In liburan | Leave a Comment
Tags:

My adventure ends up in Singkil.
There’s nothing more to say.
I hate to feel this feeling.
I have to go.

Lagi dan lagi dan selalu saja

17 Maret 2008 at 6:24 pm | In enjoY, inmymindthatican'tcontrol, liburan, musik | 1 Comment

Begini nih tiap kali nyusun laporan. Pasti saja harus dikerjakan malam hari dan selalu berperang dengan nyamuk sambil ngedit data. Ditambah lagi dengan keadaan tubuh yang berasa lengket dan kulit kepala jadi gatal-gatal karena belum mandi sore. Mukaku rasanya jadi seperti kilang minyak. Beuuh..berminyak.

Belum lagi komputer yang berulah tanpa pandang bulu. Yang restart-lah, mati tanpa sebab.  Gara-gara itu aku harus mengedit lagi data-data yang hampir semuanya berupa angka-angka sebelas digit itu. Setelah itu, tiap 3 menit langsung aku save.

Enaknya kerja malam, aku dapat memakai internet kantor sepuasnya. Soalnya kalau malam hari jaringannya jadi mendadak “very good”. Jadi bebas upload foto-foto ke blog dan ke site webshot. Update anti virus juga jadi lebih cepat. Download lagu sebanyak-banyaknya.

Yang paling tidak enak lembur pada malam (dini hari) ini karena cuaca hujan dan dingin dan sendirian. Hii…Syukurnya ada lagu-lagu baru yang aku download yang terus menemani (dan nyamuk tentunya yang menambah kesibukanku).

Berikut adalah review penyanyi yang lagunya aku download (curi :p) .

Colbie Caillat. Pertama kali melihat penyanyi ini di Channel V. Musiknya dan suaranya (tentunya) sangat enak didengar. Easy listening tapi tidak kacangan. Membuat tubuhku terhipnotis untuk mengikuti musiknya.

Alicia Keys. My favorite singer nih.. aku download lagu No One. Dentuman musiknya memperkuat suara dan lagu yang dibawanya. I love it!

Shayne Ward. Breathless. Uhh…Sudah tidak terhitung berapa kali aku gagal mendownload lagu ini. Kali ini aku bisa menikmati suaranya yang khas itu dengan puas.

Afgan. Ini penyanyi Indonesia. Hitsnya berjudul Terima Kasih Cinta. Sudah masuk di Bubbling Under Video MTV Ampuh.

Avril Lavigne. Anything but Ordinary please? Hits ini dari album pertamanya dia. Keren. Lagu yang paling aku suka dari Avril.

Natasha Beddingfield. Love like this.

Craig David. Ada beberapa lagu yang berhasil aku download. Tanpa bosan mendengar lagu-lagunya. Lagi dan lagi.

Ah, sudah dulu reviewnya..

Laporanku sudah selesai, besok tinggal di tandatangani bos-bos yang berwenang, copy untuk arsip sudah.

Petualanganku pun akan segera di mulai. (tersenyum lega)

The winner

17 Maret 2008 at 3:49 pm | In Uncategorized | Leave a Comment

Akhirnya, Kejurda Wilayah II yang diikuti oleh 4 kabupaten namun hanya 3 kabupaten yang mendaftarkan diri yakni Aceh Barat, Simeulue dan Nagan Raya berakhir hari ini. Aceh Barat keluar sebagai Juara Umum, so pasti lah.. Sayangnya aku tidak bisa mengikuti jalannya pertandingan hari terakhir ini karena harus masuk kantor.

Di hari pertama.
Acara dimulai dengan pelantikkan pengurus IPSI Cabang Aceh Barat lalu dilanjutkan dengan pembukaan Kejurda Wilayah II.

Setelah pembukaan gelanggang yang dilakukan oleh sesepuh pesilat maka pertandingan dimulai. Partai pertama dimulai dari kelas A diikuti kelas B dan C yang ketiga kelas ini dimenangi oleh Kabupaten Aceh Barat. Namun di kelas D, Ade GR harus kalah melawan pesilat Nagan Raya. Selanjutnya partai putri kelas A, Aceh Barat kembali unggul tapi di kelas B diungguli oleh pesilat Nagan Raya.
Di atas hanya laporan untuk hari pertama pertandingan kejurda yang dilaksanakan di gedung Akper.

Hari ini adalah hari terakhir pelaksanaan Kejurda dan aku berkesempatan menyaksikan pengalungan medali kepada sang juara.

Beberapa foto mereka yang berhasil aku potret sebelum batere kameraku habis. Huh..

Rafiq - Gold

Peraih medali Emas untuk kelas A putra. Rafiq..

Mustaqin

Medali Emas untuk kelas B, Taqin ..

Agus

Medali Emas untuk Kelas C. Agus..

Ade

Medali Perak untuk Kelas D. Ade..

Deni

Emas untuk Kelas E. Deni

Emon

Emas untuk kelas F. Herman

Ade

Emas untuk kelas B Putri. Ade Irma

Ulfa

Perak kelas A Putri. Ulfa

Devi

Emas untuk kelas C Putri. Devi

 

 

 

Kejurda Wil. II Aceh Barat

13 Maret 2008 at 12:03 pm | In Uncategorized | Leave a Comment
Tags: ,

Kejurda Wilayah II yang diselenggarakan di Kabupaten Aceh Barat – Meulaboh telah berakhir pada tanggal 11 Maret lalu. Ini beberapa foto yang dengan susah payah aku upload.

Pesilat Aceh Barat

Pesilat Aceh Barat sedang melakukan “guntingan” kepada Pesilat Nagan Raya.

img_0394.jpg

Berikut adalah Pesilat-pesilat yang tidak ikut bertanding karena tersisih di penyeleksian.

 img_0308.jpg
Sayangnya aku tidak bisa mengikuti jalannya pertandingan di hari kedua. Jadi aku kembali bekerja, tapi aku terpaksa mencuri waktu juga beberapa menit sebelum jam istirahat siang.
Jam 12 aku langsung tancap gas ke gelanggang pertandingan. Sampai disana ternyata sedang penyerahan medali kepada atlet. Aku langsung menghidupkan kamera dan mengambil foto-foto mereka (khusus yang dari Aceh Barat saja. Hehe..).
Sialnya, ketika giliran penyerahan medali untuk Pesilat Putri, kamera ku low bat! Padahal sebelumnya Kak Pipit sudah memberikan kode untuk memotretnya ketika pengalungan medali.
Beuu..Dengan sedikit malu aku mengeluarkan HP ku dan memotretnya dengan kamera HP. Hi…No problem lah. Yang penting di foto.

Canon, Spirit and fight!

7 Maret 2008 at 4:19 am | In enjoY, friendship, silat | Leave a Comment

Akhirnya datang juga…
Kamera Canon sx100 yang ku beli dari hasil tabunganku selama berbulan-bulan itu kini telah berada di tangan. Siang kemarin setelah terima kamera itu aku langsung keliling Meulaboh mencari memori berkapasitas besar yg ‘murah’. Hehehe..Berhubung keuangan menipis setelah membeli kamera itu jadi harus beli yg murah saja dulu. Buat uji coba saja.

Sorenya, seperti biasa setelah latihan silat usai. Kami semua diberi extra fooding di sebuah warung di pantai Batu Putih. Aku mengeluarkan kamera kesayanganku dari bagasi motor. Kawan-kawan pada semangat bergaya sambil pasang jurus silat di pantai. Ah,sayangnya aku posting tulisan ini dari handphone jadi tidak bisa mengupload foto-foto mereka yang unik-unik itu. Nanda, dengan perban di pelipisnya berpose dengan kuda-kuda siap serang dengan Mustaqin. Togar selalu saja di kacangi sama yg lain ketika mau di foto. Hahaha..Lucu sekali…Semua tertawa bahagia dan sedikit mampu mengikis rasa capek dan pegal karena latihan.

Senang sekali bisa berbagi kebahagiaan dengan kawan-kawan. Mereka menyalurkan energi positif ke tubuhku untuk setiap canda dan tawa yang membuat aku merasa menjadi bagian dari mereka yg saling membutuhkan.

Aku jadi sadar. Aku bisa bahagia meskipun tidak punya teman-teman yg pintar atau berkelas elite itu. Aku masih punya teman-teman yang bisa berbagi tawa dan berjuang bersama. Berjuang bersama dengan keterbatasan kami. Itu lebih dari cukup untuk jadi pemenang!

Pertandingan pertama ku.

3 Maret 2008 at 10:06 am | In inmymindthatican'tcontrol, silat | Leave a Comment

Sehari sebelum hari penyeleksian pesilat untuk Kejurda yaitu tanggal 1 kemarin lusa itu, detak jantung ku mulai menunjukkan tanda-tanda keabnormalan. Kadang-kadang detaknya sangat kuat dan terus berulang 5 sampai 10 menit kemudian. Aku jadi khawatir jika nanti pas hari pertandingan aku tiba-tiba kena serangan jantung.

Pikiranku terus melayang-layang membayangkan saat-saat aku berada di ring dan menyerang lawan. Semua bentuk serangan sudah aku persiapkan di  kepala ku dan aku juga tahu kalau itu tak ada gunanya. Karena nantinya semua akan hilang ketika berhadapan dengan lawan-lawan. Jelas saja, nervous dan was-was karena besok akan jadi pertandingan pertama yang akan aku ikuti dan semua lawan-lawan yang turun di kelas C nanti merupakan pesilat senior dengan jam terbang yang lumayan tinggi. Mereka adalah Bang Toni, dia ini tentara dan anak pelatih silat. Speednya sangat bagus. Terus ada Nanda. Bapaknya dulu juga seorang pesilat dan sekarang jadi wasit. Pernah ikut POPDA dan beberapa kejuaraan pelajar lainnya. Nah, satu-satunya lawan yang membuat aku ngeri. Agus, atlet Tinju dan juga Pesilat dengan teknik, speed dan power yang belum ada tandingannya.

2 Maret 2008

Awalnya aku tidak begitu shock ketika pertandingan di kelas yang aku ikuti dimulai karena posisiku adalah by, jadi nanti aku hanya melawan pesilat yang berhasil melewati session pertama babak penyisihan. Dan aku sangat yakin lawanku nanti adalah Nanda. Dan dia menang karena ’dis’. Lawan mainnya meninju pelipisnya hingga robek dan dokter memutuskan Nanda tidak bisa melanjutkan pertandingan. Giliran Agus main, lawannya terkapar kena tinju di dadanya. Bang Toni menang karena lawannya mengundurkan diri. Tiba-tiba kepalaku jadi sangat sakit.

Satu jam kemudian, pertandingan kelas C session kedua diumumkan. Aku di sudut biru dan Nanda di sudut Merah. Aku bersiap-siap, pemanasan dan pasang pelindung. Lalu aku masuk ke ring. Di deretan tim medis Nanda sedang berbicara serius dengan pelatih dan dokter. Aku tidak punya firasat apapun tentang itu. Lalu wasit memanggil dan terdengar pengumuman bahwa Nanda tidak bisa bertanding.

What?!!!

Oshh…jadi tinggal dua partai lagi untuk kelas C yaitu Bang Toni melawan Agus dan kemudian pemenangnya akan melawan aku di final!!

Dan itu sudah pasti Agus!! Aku akan melawan Agus!! Kembali terbayang lawan tandingnya tadi yang terkapar karena serangannya. Ya Tuhan..Apa yang akan terjadi denganku nanti?

Seleksi lalu dilanjutkan malam hari. Di rumah aku berpikir apakah akan mengundurkan diri saja? atau tidak kembali ke tempat seleksi tanpa berita apapun?

Jika aku tidak pergi, berarti aku akan mempermalukan perguruanku dan pelatihku. Dan bahkan  diriku sendiri. Jika aku tidak pergi, aku tidak akan pernah dapat pengalaman bertanding dan melawan pesilat setangguh Agus. Jika aku tidak pergi…

Akhirnya aku memutuskan untuk mengambil kesempatan ini dan mengumpulkan semua keberanian ku untuk berangkat ke gelanggang seleksi. Aku berusaha sekuat mungkin membuang jauh pikiran cedera ketika bertanding. Dan memantapkan langkah memasuki gedung seleksi. Untunglah para seniorku yang lain sudah pada datang dan joke-joke mereka membuatku rileks dan menghilangkan kegugupan bertandingku.

Saat-saat yang di nanti pun tiba. Panitia menyebut namaku dan Agus di Pertandingan final. Sebelumnya aku menjumpai Agus dan berbisik memintanya kalau menyerangku jangan terlalu full. Agus kelihatan tidak begitu fit. Tangan kanannya sakit.

Ronde pertama.

Aku mencoba beberapa serangan. Hanya tinju dan tendangan depan. Mengingat perkataan salah seorang wasit jangan menyerangnya dengan tendangan sabit. Oke, semua jurus menjadi sangat susah dilancarkan ketika berhadapan dengan lawan, terlebih lagi ketika berduel dengan Agus. Kesempatannya kecil sekali, maklum saja karena pertandingan pertama. Aku belum bisa membaca gerakkan lawan dan teknik bertanding juga masih sangat minim sekali.

Ronde Kedua.

Aku beberapa kali kecolongan kena beberapa tendangan. Salah satunya tepat di rahangku. Nafasku jadi sesak.

Ronde Ketiga. (terakhir)

Aku hanya mengelak dan sesekali menyerang dan lebih sering kena serangan. (Aku jadi senyum-senyum sendiri nih..) Dan pertandingan pun selesai.

Keputusan pemenang tidak menjadi hal yang paling ingin aku dengar saat itu. Aku berasa lega sekali karena aku merasa akulah pemenang malam hari itu. Aku menang karena sudah  mengalahkan rasa pengecut dari dalam diriku dan telah membuktikan keberanianku melawan Agus. Aku menang karena hanya aku yang mendapat kesempatan langka seperti ini. Kesempatan hanya sekali bertanding langsung ke final dan juara 2.

Aku dapat melihat wajah-wajah kecewa dari Nanda dan Bang Toni ketika semua kegiatan selesai. Tapi apa yang bisa kulakukan? Aku tidak bisa menyerahkan gelar juara 2 untuk mereka. Sekalipun bisa apa gunanya bagi mereka lagi? Tapi aku berharap mereka juga dipanggil untuk mengikuti Training Center nantinya.

Hmm… Keadaan fisikku sekarang ternyata tidak seperti yang aku bayangkan pada saat sebelum bertanding. Tadinya aku membayangkan perut dana dadaku sakit, atau tulang keringku bengkak. Tapi alhamdulillah hanya jari telunjukku saja yang membengkak dan rahangku sangat sakit jika mengunyah.

Ohh..benar-benar lega sekarang. Semuanya sudah selesai. Aku berjanji akan semakin giat berlatih.

Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.