Pengurus IPSI Aceh Barat yang baru

13 Februari 2008 at 11:02 am | In silat | Leave a Comment

Rabu | 13 Februari 2008 | 5.00 WIB

Melalui hasil voting yang diberikan oleh sekitar 40-an peserta Muscab  IPSI Aceh Barat di Gedung Bapeda maka terpilihlah Bapak Drs. Adami sebagai Ketua Umum IPSI Aceh Barat mengalahkan Bapak Burhanuddin yang selama ini sebagai Ketua Umum IPSI Aceh Barat.

Selamat kepada Bapak Drs. Adami (Kepala Dinas PK)

Semoga di bawah kepemimpinan Bapak, para Atlet/Pesilat dapat terus menyumbangkan yang terbaik dan mengharumkan nama Aceh Barat di Dunia Persilatan daerah bahkan ke tingkat Nasional.

PS : Silat terus menyumbangkan emas terbanyak untuk Aceh Barat         di setiap kejuaraan tingkat provinsi. Seperti PORDA, POPDA maupun kejuaran-         kejuaran lainnya.

Kecelakaan pertama dan Suntikan pertama

13 Februari 2008 at 8:22 am | In lalu lintas | Leave a Comment

Rabu | 13 Februari 2008 | 09.15 WIB

Aku kecelakaan. Pergelangan kakiku luka, lutut dan telapan tanganku lecet-lecet.

Kronologinya begini, aku sedang dalam perjalanan pulang ke rumah untuk mengambil kamera yang tertinggal ketika gerimis turun dan membuat jalanan jadi licin. Lalu aku mengebut motorku supaya tidak kehujanan. Motorku melaju kencang melewati Warung Moggo Mas di Jalan Swadaya lalu tanpa aku sadari ada sebuah becak di depanku. Otomatis aku langsung mengerem dan ternyata ban motorku tidak bisa mengimbangi licinnya aspal yang berkerikil.

Motorku oleng ke kanan dan jatuh. Badanku terseret ke depan bersama motor dan menyebabkan pergelangan kakiku luka dan lecet. Lutut celana kananku robek, kaus kaki kananku juga robek memperlihatkan luka-luka tadi. Untung ada abang-abang becak yang sedang mangkal di daerah situ dan membantu mendorong motorku ke trotoar. Aku meringis kesakitan karena perih di luka-lukaku.

Setelah degup jantungku kembali normal, aku mengucapkan terima kasih kepada abang becak tadi yang membantuku dan  melanjutkan perjalanan kerumah. Untungnya motorku tidak rusak. Sesampai di rumah aku segera membersihkan luka-luka tadi dengan air dan berangkat ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan di IGD.

Setelah semua luka-luka ku dibersihkan dan diperban tiba-tiba aku merasa sangat mual dan pengen muntah. Perawatnya mengatakan kalau aku shock. Aku terus berbaring disana sekitar setengah jam. Setelah rasa mual itu hilang, aku mengambil resep dan menebusnya di apotik.

You know what ? Ternyata aku membeli obat ATS (untuk Tetanus) dan jarum suntik! Ya Tuhan… Aku akan DISUNTIK!!!. Tidaaaaaak…..Hal yang paling menakutkanku adalah disuntik dan aku selalu menghindari semua kegiatan yang berhubungan dengan suntik menyuntik.

Tapi perawat-perawat itu plus Dokter Mudiarti berhasil meyakinkan aku untuk melakukan suntikan Tetanus  di pantatku. Aku hanya pasrah ketika perawat itu membuka celanaku (hah?emang ngapain?) dan menyuntikkan serum ke tubuhku.

F**k!!! Aku mengumpat dalam hati. Setelah mengurus semua administrasi aku balik lagi ke kantor  dan sepanjang jalan aku terus meringis dan memaki-maki karena perih.

Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.