perasaan yang tak pernah bisa kujelaskan dan bahkan tak bisa kumengerti. apakah aku sudah menjadi gila? apa yang kurasakan? aku tak merasa apa-apa.

aku merasakannya tapi aku tak tahu apa yg kurasakan itu.

aku ingin pergi saja tapi tak tahu harus pergi kemana dan kenapa pula aku harus pergi?

tak ada alasan apapun untuk pergi.

seperti…

seperti benalu…sesuatu seperti itu di dalam dada dan tak hendak lepas dari sana.

dan tak pernah mampu ku meraihnya dan melemparnya ke gulungan gelombang di lautan.

hei..tunggu..apa aku baru saja mengatakan perasaanku? apa itu yang kurasakan?

sesuatu seperti benalu itu?

apa itu benar-benar perasaanku? oh entahlah.

aku jadi ingin sekali berenang di lautan. merasakan kebebasan samudra dan manisnya

asin itu.

dan aku ingin memecah angin dan mengejar kepiting dan menangkap umang. pasir yang menggelitik di sela-sela jari kakiku. matahari yang membakar kulitku dan membuatnya bertambah hitam. teriakan camar dan kepakkan bangau putih yang anggun di pucuk kelapa. betapa menyenangkannya saat-saat seperti itu. ketika tubuh terhenyak di rerumputan dan bisikan pasir tertiup angin laut. harum, manis dan asin.

aku ingin kembali kesana merasakan kembali masa-masa itu dan tak ada seorangpun yang datang mencercaku.

aku ingin kembali berlari melompati pohon-pohon mati di tepi pantai. bersorak kepada kerbau yang sedang memamah kembali

makanannya.

tertawa melihat anak kerbau yang berenang di belakang induknya di sebuah muara sungai.

dan aku akan bermandikan keringat. dan aku akan berjalan saja sambil menyanyikan lagu

yang tak berirama sampai rahangku sakit dan aku pun tertawa sepuasnya.

lalu tak seorangpun kuharapkan peduli dengan apa yang kulakukan.