liburan atau penyiksaan nih?
8 Januari 2008 at 5:26 am | In liburan | Leave a CommentHahahaha…
Maaf, aku ketawa duluan sebelum menceritakan ini yang menurut aku adalah kejadian yang paling seru sepanjang sejarah aku hidup!
Jadi, ceritanya begini. Setiap akhir tahun, kantor tempat aku bekerja mengadakan Inventarisasi ke kantor unit-unit yang tersebar di beberapa Kabupaten dan selama 2 tahun (2006-2007) ini aku ditugaskan bersama beberapa teman-teman yang lain ke Pulau Simeulu atau yang lebih dikenal dengan Pulau Sinabang. Kami berkantor di Sinabang dan menginap di Losmen Simeulu selama 5 hari terhitung sejak tanggal 31 Desember 2007 sampai 04 Januari 2008.
Disinilah aku selama 5 hari dan merayakan Tahun Baru dengan menyaksikan Pesta Api yang lumayan meriah dengan Pak Nasrun dan Bang Surya dan seorang penjaga losmen. Puluhan kali aku mencoba menangkap momen ini dengan kamera digital tapi selalu saja gagal karena kameraku sangat lama sekali menangkap gambar ketika satu kembang api meledak di udara.
Dalam hati aku mengumpat-umpat kamera digital itu. “Dasar kamera digital mahalan pake batere AA jelek!”, “Buset nih kamera baru dibeli tapi lamban kali kayak ingus!”
Oke…lupakan saja masalah kamera itu. Aku sangat menikmati keberadaanku disana, tentu saja karena dibayar perusahaan. Hahaha..Yah, aku hanya mengerjakan beberapa tugas yang hanya setahun sekali aku kerjakan dan bukannya melakukan pekerjaan rutinitas yang biasa aku lakukan di Meulaboh. Aku juga sangat suka makanan-makanan yang disajikan disana. Sarapan nasi gurih yang benar-benar sangat gurih dan lontong yang tiada duanya (ngiler). Makan malam dengan menu spesial, daging, ayam, rendang, jus, ikan laut yang mahal-mahal dan semuanya aku dapatkan dengan gratis!!Hahahaha…
Hal lain selain makanan adalah ketika hari pertama tahun 2008 (itu berarti tanggal 1 jika tidak ada kalender di dekat anda). Kami bersama keluarga manajer ranting piknik ke Pantai Ganting yang letaknya sekitar 5-10 KM dari kota Sinabang. Pantai ini tidak bergelombang seperti di Pantai Batu Putih Meulaboh dan sudah dipadati pengunjung. Kami berhenti di dekat sebuah menara pemantau dan membentangkan tikar di dekat semak Pandan.
Ini adalah pantai paling nyaman untuk berenang yang pernah aku datangi. Arus lautnya tidak berbahaya dan yang terpenting tidak ada gelombang. Aku berenang dengan pakaian lengkap, kaos dan jeans! Terasa berat memang lalu aku melepaskan kaos dan berenang dengan bebas dengan berbagai gaya.
Setelah hari itu tidak ada hal-hal yang sangat spesial. Hari Kamis (3 Januari) Manajer Cabang membatalkan keberangkatannya ke Medan. Ada 5 tiket dan beliau memberikannya dengan cuma-cuma kepada kami. Tapi hanya ada 4 orang yang bersedia mau berangkat ke Medan, yaitu Pak Edward, Ijal, Andi dan tentu saja aku.
Lalu apa yang menghebohkan? Apa? Sumpah, aku sangat malu harus mengakui ini. Baiklah..Ya, ini akan jadi perjalanan pertamaku ke Medan. Yup, Medan bung!
Hari Jumat tanggal 4 Januari 2008
Kami berempat terbang dengan Susi Air ke Medan. Kata Ijal, “kalo naik susi bisa muntah nih, soalnya goyangannya gak nahan!” emang Susi bisa ngebor ya? ngakak dia.
Kurang dari 1 satu jam kemudian sampailah kami di Bandara Polonia. Aku berusaha sekuat mungkin untuk menyembunyikan ekspresi takjub dan terperangah di wajahku, takjub karena akhirnya aku bisa mendarat dengan selamat padahal seperti kata Ijal “goyangannya Susi” itu memang kagak nahaaan…syukur aku tidak muntah. Lalu kenapa aku terperangah? Ya, aku terperangah ketika pertama kali menginjakkan kaki ku di tanah Medan (lebih tepatnya aspal) karena aku masih bisa menahan hasrat untuk kencing yang sudah aku tahan selama setengah perjalanan dari Sinabang. Akhirnya aku menemukan toilet dan melepaskan semua hasrat itu.
Kami berpisah dengan Pak Ed dan menginap di Labuhan Raya Hotel. Ijal, (hehehehe) memisahkan diri dari kelompok untuk (yang katanya..) berbagi kemesraan dengan entah siapa yang jelas bukan dengan You Know Who.
Jadi, tinggalah kami berdua terombang-ambing di kota Medan yang semraut dan berdebu. Untung jarak Hotel ke Medan Fair cuma satu setengah kiloan jadi kami tidak sampai nyangkut di papan baliho yang banyak sekali bertebaran di mana-mana (terima kasih abang becak).
Berada dalam Medan Fair persis seperti yang pernah aku bayangkan, banyak orang! Ya iyalah…mall gitu lho..
Andi langsung ajak aku ke Electronic City melihat TV yang besar-besar sekali dan HP plastik dipajang di etalase. Ngapain juga HP plastik itu dipajang disitu? Keluar dari Electronic City, kami ke mana ya? Planet Surf! ya..kami membawa keluar masing-masing 2 bungkusan. Lalu masuk toko lain juga membawa bungkusan lagi.
Malamnya kami ke Gramedia jalan kaki melewati beberapa PSK di trotoar. Aku sangat bersemangat sekali karena sudah tidak sabar lagi ingin memiliki buku ke 7 Harry Potter. Tapi apa yang terjadi? Sesampai disana aku membaca sebuah poster pemesanan buku Harry Potter yang akan launching pada tanggal 13 Januari nanti! Tiba-tiba badanku jadi sangat lemas. Aku baru ingat kalau launching bukunya pada tanggal itu, tapi menurut informasi dari teman-teman mig33 bukunya sudah dijual di Gramedia! (Crucio…untuk teman-teman mig33)
Bahkan aku tidak mendapatkan novel-novel Dan Brown! Aku pulang dengan membawa bungkusan berisi 2 buku Raditya Dika dan Traveller’s Tale. Kecewa sedikit terobati.
Keesokkan harinya (Sabtu)
Misi selanjutnya adalah kue Bika Ambon yang sangat terkenal itu. Aku berangkat naik becak ke sana dan membeli beberapa kotak dan pesanan Bang Acon. Pelayanannya sangat bagus. Kuenya juga enak sekali. Terus aku balik lagi ke Hotel.
Lalu kami nonton di Medan Plaza. Awalnya Bang Andi mau nonton Alien vs Predator 2 tapi berhubung jam pemutarannya agak sore karena kami berangkat sorenya. Jadi kami sepakat menonton The Golden Compass. Grafiknya sangat memukau, seolah beruang-beruang itu betul-betul beruang asli yang sedang akting. Nicole Kidman berakting sangat sangat sangat hebat!!! Dia memerankan peran antagonis dan aku benar-benar jadi benci sekali sama tokoh yg diperankannya. 4 thumbs up untuk film ini (2 jempol tangan dan 2 jempol kaki).
Dasar Bang Andi (aku juga) setelah nonton jalan-jalan lagi dan beli-beli lagi. Kami mampir ke sebuah toko Accessories wanita dan Bang Andi ingin membeli bros untuk istrinya Pak Jal. Tapi dia bingung milih yang mana. Pas ketemu satu biji yang berwarna ungu tapi kotaknya berbentuk hati gitu. Akhirnya kami keluar dengan tangan kosong hati hampa (tidak bisa memikat salah satu karyawati disitu). Terus kami ke Carrefour untuk belanja snack untuk perjalanan pulang nanti. Aku menitipkan dvd “D Wars” (yg kata Rayen hebat banget!) ku di penitipan barang. 30 menit hanya untuk mencari Chitato!!
Ternyata Andi masih penasaran gitu sama bros yang tadi, akhirnya kami balik lagi ke toko bros itu dan jadi beli walaupun dengan kotak hati itu.
Waktu menunjukkan pukul 6! Jemputan kami datang jam 6, kata Ijal. Kami sudah setengah berlari keluar dari mall dan aku baru ingat kalau dvd D Wars ku yang kata si Rayen itu bagus banget ketinggalan di penitipan barang! Terpaksa deh balik lagi dan langsung ke lantai 2 dan ternyata dvd D Wars ku yang kata si Rayen itu bagus banget ada di lantai 1! Ya Allah.
Thank you so much Rayen…
Kami sampai ke Hotel udah jam 6.30 dan ternyata Ijal dan mobil jemputan masih di jalan yang entah dimana terjebak macet! SiAlan! (untung Alan gak dengar).
Kami baru dijemput sekitar jam 7.30. Kami sempat dinner dulu di kantin dan menyaksikan para PSK menebar pesona di jalanan.
Kami sampai ke Meulaboh pukul 12 siang dengan badan pegal-pegal semua termasuk dompetku juga pegal-pegal juga. Ya..Aku baru sadar kalau aku sudah menghabiskan semua uang untuk cicilan kredit sepeda motorku.
Tapi syukurlah ternyata masih ada sisa di tabungan yang cukup untuk menutupi cicilan ku itu.
Lalu apa yang menyiksa ku ? Jerawat! Ya jerawat. Ketika bangun besok paginya, aku histeris melihat wajah yang sudah hancur ini tambah hancur dipenuhi jerawat dan komedo dimana-mana.
Pesan moral : Bayarlah cicilan motor anda sebelum berlibur dan cuci muka anda setiap malam sebelum tidur kapanpun dan dimanapun anda berada.
Untuk Rayen..sorry beuh..Tidak bermaksud jahat kok, hanya supaya lebih dramatis saja. hehehe
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.




