Jaman boyband dahulu dan sekarang
31 Januari 2008 at 9:20 am | In musik | Leave a CommentAku baru saja membaca dan mengisi komen untuk sebuah blog dari seorang temanku. Blog itu berisikan review pendek tentang lagu-lagu favoritnya sepanjang masa. Ya sedikit seperti itulah.
Salah satu lagu favoritnya adalah Cry Me A River-nya Justin Timberlake (JT). Jadi ingat masa dimana JT dulu masih dalam sebuah Boyband yang menjadi salah satu boyband terbesar di dunia dan bersaing ketat dengan Backstreet Boys. Mereka adalah N’Sync.
Mengingat N’Sync aku jadi mengingat kembali beberapa tahun silam ketika aku masih SMP. Jadi aku dulu salah satu penggemar N’Sync dan sangat mengidolakan JT karena karakter suaranya pada waktu itu sangat ngepop sekali dan aku suka rambut keritingnya. Jadilah namaku pun ikut diubah menjadi Citra Timberlake..Hahaha..gak lagi deh…parah sekali waktu itu..Dan penulis blog yang aku sebutkan tadi mengubah namanya menjadi Rxxx Destiny Child karena dia sangat menyukai Destiny Child. Virus ganti-ganti nama itu jadi tren di lingkungan sekolah. Contohnya, penggemar personil Westlife mengubah nama jadi Yeni Shane, Maya Feehily, Sisca McFadden dan lain sebagainya..ada teman yang gila bola ganti nama jadi Suseno Beckham. Ingat masa-masa itu jadi malu sendiri nih
Waktu itu beberapa boyband yang sempat menghebohkan Indonesia adalah boyband dari Eropa. Seperti Westlife, A1dan Plus One. Kalo dari Amerika ya cuma Bacstreet Boys dan N’Sync (yang sering dipelesetkan dibaca Anzing).
Kemudian beberapa tahun kemudian bisnis industri musik pun berubah dan gaya boyband mulai perlahan-lahan tersingkir ke tepi. N’Sync kemudian bubar dan dua personilnya bersolo karir. Backstreet Boys vakum selama beberapa tahun dan pada tahun 2006 (kalo ga salah ya) mulai berkarir lagi di industri musik dengan penampilan yang berbeda dan musik yang lebih dewasa. Dan Westlife setelah kehilangan satu personilnya ( Bryan McFadden yang bersolo karir) masih tetap eksis berproduksi. Lalu A1, hmm…ini paling kontroversial dengan istilah boyband yg mereka sandang. Mereka juga akhirnya bubar dan aku pernah melihat salah satu dari mereka dalam video klip solo karirnya tapi tidak begitu terkenal di Asia. Aku gak pernah dengar kabar tentang Plus One.
Zaman boyband memang ternyata belum lenyap. Di Asia malah menjamur tapi aku tidak begitu mengikuti perkembangannya. Soalnya wajah mereka mirip-mirip semua sih. Hehehehe..
Banyak penyanyi-penyanyi solo dan grup band yang mengkritik ide boyband ini tapi sampai sekarang tetap saja boyband-boyband besar di masing-masing benua tersebut yang masih tetap bernyanyi dan beralbum dan masih tetap memiliki penggemar.
Dari beberepa boyband yang menurut aku masih layak untuk didengar adalah Backstreet Boys dan Westlife (aku belum pernah mendengar bagaimana musik Take That, jadi no comment for them deh). Apa yang membuat aku tertarik? Lirik, kekuatan lirik dari lagu-lagu yang mereka bawakan. Mungkin agak sentimentil. Tapi aku memang menyukai lagu dengan lirik yang kuat dan memberi kesan akan apa yang aku rasakan ketika mendengar lagu itu.
Kalau sekarang aku agak sedikit malu mendengar lagu-lagu Westlife karena mayoritas digemari oleh para cewek. Tapi beberapa lagu mereka tetap kusimpan di komputer kantor dan sesekali kuputar juga.
i hate monday…
28 Januari 2008 at 2:46 pm | In silat | Leave a CommentDunia pagi ini masih gelap. Jadi malas bangun dan mandi pagi.
I hate monday!!! Argh….
Kenapa kita harus kembali kerja di hari Senin? Kenapa gak hari Selasa aja ya?
Beberapa alasan kenapa aku jadi benci Senin (lebih karena malasku sih..heheheh) :
1. Biasanya malamnya chatting di mig33 sampai jam 12, pasti telat bangun pagi.
2. Belum nyetrika baju buat ke kantor.
3. Biasanya tiap Senin pagi jarang ada sarapan.
4. Pasti banyak kerjaan di kantor, apalagi akhir bulan dan awal bulan.
5. Terus karena besok hari Selasa…ketemu ma Laura dan Bruno lagi plus Mathew…Oh no…
Cuma satu hal yang aku suka dari senin adalah sorenya aku bisa latihan Silat lagi dan
ketemu teman-teman dan belajar membanting lagi..susah sekali membanting orang ternyata. Jangan dikira gampang!
nah..tertarik belajar bantingan? silahkan datang saja ke Kantor Dinas PK yang baru di
Jalan Bakti Pemuda..lewat STIMI dikit..itu dulunya gedung Kantor Perhubungan (ada
juga yang bilang itu dulunya kantor LLAJ). Jumpain Bang Mansur atau Kak Ninuk dan Bang Miji setiap hari Senin-Rabu-Jumat jam 4.30-6.00. Atau silahkan kontak aku dulu deh..ini nomor hp-ku = 085260 610069
see ya there…
gak pernah merasa lebih baik
24 Januari 2008 at 5:12 pm | In inmymindthatican'tcontrol | 1 CommentTags: asin, kepiting, kerbau, laut, manis, pantai, pasir, rumput, umang
perasaan yang tak pernah bisa kujelaskan dan bahkan tak bisa kumengerti. apakah aku sudah menjadi gila? apa yang kurasakan? aku tak merasa apa-apa.
aku merasakannya tapi aku tak tahu apa yg kurasakan itu.
aku ingin pergi saja tapi tak tahu harus pergi kemana dan kenapa pula aku harus pergi?
tak ada alasan apapun untuk pergi.
seperti…
seperti benalu…sesuatu seperti itu di dalam dada dan tak hendak lepas dari sana.
dan tak pernah mampu ku meraihnya dan melemparnya ke gulungan gelombang di lautan.
hei..tunggu..apa aku baru saja mengatakan perasaanku? apa itu yang kurasakan?
sesuatu seperti benalu itu?
apa itu benar-benar perasaanku? oh entahlah.
aku jadi ingin sekali berenang di lautan. merasakan kebebasan samudra dan manisnya
asin itu.
dan aku ingin memecah angin dan mengejar kepiting dan menangkap umang. pasir yang menggelitik di sela-sela jari kakiku. matahari yang membakar kulitku dan membuatnya bertambah hitam. teriakan camar dan kepakkan bangau putih yang anggun di pucuk kelapa. betapa menyenangkannya saat-saat seperti itu. ketika tubuh terhenyak di rerumputan dan bisikan pasir tertiup angin laut. harum, manis dan asin.
aku ingin kembali kesana merasakan kembali masa-masa itu dan tak ada seorangpun yang datang mencercaku.
aku ingin kembali berlari melompati pohon-pohon mati di tepi pantai. bersorak kepada kerbau yang sedang memamah kembali
makanannya.
tertawa melihat anak kerbau yang berenang di belakang induknya di sebuah muara sungai.
dan aku akan bermandikan keringat. dan aku akan berjalan saja sambil menyanyikan lagu
yang tak berirama sampai rahangku sakit dan aku pun tertawa sepuasnya.
lalu tak seorangpun kuharapkan peduli dengan apa yang kulakukan.
Best friends on friendster
18 Januari 2008 at 9:17 am | In my friendster | Leave a CommentAku ketawa ngakak ketika membaca pesan di kotak inbox friendsterku siang ini..Ada pesan dari Kemal yang isinya seperti ini :
WUAKakkakkakaka…
yailah bung tomoko gitu aja di tanggepin!!!u kno kan smua mahkluk gda yg bener..pa lagi kita kan mank dr pertama sah saling mencaci..!!!
yaudah..mungkin kita di takdirkan jadi temen untuk saling menghina demi sebuah ke akraban,,!!soo santai aja lagi bro!!
bagi gua smua kata2 dr klean tuh gua anggap angin lalu cuz i kno gda dr klean yg ngomong dr hati gitu juga gua..!!
untill now in friendster lo and dick tuh temen gua yg paling fun and i love you guys (love = feel confort as a friend)
soo it doesn’t matter
soo??let we hina satu sama laen .. krna dengan itulah hub pertemanan kita terjadi..!!make other people iri dengan prsahabatan kita yg aneh ini ikikikikik
kalo saling muji and support kan dah basi tu!! y ga??
soo??just be your self and always be my friend ok?
Jadi, Kemal dan D-ick adalah teman yang paling heboh yang aku temui di dunia perfriendsteran ini. Kalau Kemal sih memang selalu
langganan cacian gitu, saling ngeledek satu sama lain. Padahal kita belum pernah ketemuan
secara langsung. It’s ok lah. Kita masih bisa saling chat via testi dan message di friendster. Ada-ada aja yang mereka omongin dan kadang-kadang udah kelewatan becandaannya. Tapi tetap aja aku selalu menunggu testi-testi mereka di friendsterku dan di inbox. Juga paling rajin mengunjungi page mereka. Pengen ngeliat ada cacian apa lagi yang mereka publikasikan ke hadapan publik tentang aku..hehehe…
Spirit!!
17 Januari 2008 at 6:51 am | In inmymindthatican'tcontrol | Leave a CommentAku sudah menemukannya.
Semangat baru untuk tetap berdiri menantang matahari, semangat untuk tetap berjalan meski hujan mengguyur. Semangat itu muncul ketika harapan nyaris sirna dan mengangkatku ke atas dengan sayap-sayapnya yang tak kelihatan.
Aku sudah menemukannya…
Aku akan tetap hidup dengan itu dan kulupakan saja rasa sakit itu. Aku akan selalu hidup dan bernafas dan menghirup aroma laut itu sampai aku terbaring di lembutnya pasir. Kubiarkan angin menggulingkan ku ke hijaunya rerumputan. Dapat kucium juga aroma itu.
Tak perlu lagi ku mati hanya untuk hidup. Karena aku akan hidup selamanya.
Disini, di tanah ini dan di rerumputan ini. Tak perlu badanku merasakan lagi sakitnya. Karena laut sudah mengobatiku.
Aku sudah menemukan semangat itu.
Aku akan tetap hidup, kawan.
Karena laut takkan pernah kering.
Karena kalian pun takkan pernah pergi dari hatiku.
liburan atau penyiksaan nih?
8 Januari 2008 at 5:26 am | In liburan | Leave a CommentHahahaha…
Maaf, aku ketawa duluan sebelum menceritakan ini yang menurut aku adalah kejadian yang paling seru sepanjang sejarah aku hidup!
Jadi, ceritanya begini. Setiap akhir tahun, kantor tempat aku bekerja mengadakan Inventarisasi ke kantor unit-unit yang tersebar di beberapa Kabupaten dan selama 2 tahun (2006-2007) ini aku ditugaskan bersama beberapa teman-teman yang lain ke Pulau Simeulu atau yang lebih dikenal dengan Pulau Sinabang. Kami berkantor di Sinabang dan menginap di Losmen Simeulu selama 5 hari terhitung sejak tanggal 31 Desember 2007 sampai 04 Januari 2008.
Disinilah aku selama 5 hari dan merayakan Tahun Baru dengan menyaksikan Pesta Api yang lumayan meriah dengan Pak Nasrun dan Bang Surya dan seorang penjaga losmen. Puluhan kali aku mencoba menangkap momen ini dengan kamera digital tapi selalu saja gagal karena kameraku sangat lama sekali menangkap gambar ketika satu kembang api meledak di udara.
Dalam hati aku mengumpat-umpat kamera digital itu. “Dasar kamera digital mahalan pake batere AA jelek!”, “Buset nih kamera baru dibeli tapi lamban kali kayak ingus!”
Oke…lupakan saja masalah kamera itu. Aku sangat menikmati keberadaanku disana, tentu saja karena dibayar perusahaan. Hahaha..Yah, aku hanya mengerjakan beberapa tugas yang hanya setahun sekali aku kerjakan dan bukannya melakukan pekerjaan rutinitas yang biasa aku lakukan di Meulaboh. Aku juga sangat suka makanan-makanan yang disajikan disana. Sarapan nasi gurih yang benar-benar sangat gurih dan lontong yang tiada duanya (ngiler). Makan malam dengan menu spesial, daging, ayam, rendang, jus, ikan laut yang mahal-mahal dan semuanya aku dapatkan dengan gratis!!Hahahaha…
Hal lain selain makanan adalah ketika hari pertama tahun 2008 (itu berarti tanggal 1 jika tidak ada kalender di dekat anda). Kami bersama keluarga manajer ranting piknik ke Pantai Ganting yang letaknya sekitar 5-10 KM dari kota Sinabang. Pantai ini tidak bergelombang seperti di Pantai Batu Putih Meulaboh dan sudah dipadati pengunjung. Kami berhenti di dekat sebuah menara pemantau dan membentangkan tikar di dekat semak Pandan.
Ini adalah pantai paling nyaman untuk berenang yang pernah aku datangi. Arus lautnya tidak berbahaya dan yang terpenting tidak ada gelombang. Aku berenang dengan pakaian lengkap, kaos dan jeans! Terasa berat memang lalu aku melepaskan kaos dan berenang dengan bebas dengan berbagai gaya.
Setelah hari itu tidak ada hal-hal yang sangat spesial. Hari Kamis (3 Januari) Manajer Cabang membatalkan keberangkatannya ke Medan. Ada 5 tiket dan beliau memberikannya dengan cuma-cuma kepada kami. Tapi hanya ada 4 orang yang bersedia mau berangkat ke Medan, yaitu Pak Edward, Ijal, Andi dan tentu saja aku.
Lalu apa yang menghebohkan? Apa? Sumpah, aku sangat malu harus mengakui ini. Baiklah..Ya, ini akan jadi perjalanan pertamaku ke Medan. Yup, Medan bung!
Hari Jumat tanggal 4 Januari 2008
Kami berempat terbang dengan Susi Air ke Medan. Kata Ijal, “kalo naik susi bisa muntah nih, soalnya goyangannya gak nahan!” emang Susi bisa ngebor ya? ngakak dia.
Kurang dari 1 satu jam kemudian sampailah kami di Bandara Polonia. Aku berusaha sekuat mungkin untuk menyembunyikan ekspresi takjub dan terperangah di wajahku, takjub karena akhirnya aku bisa mendarat dengan selamat padahal seperti kata Ijal “goyangannya Susi” itu memang kagak nahaaan…syukur aku tidak muntah. Lalu kenapa aku terperangah? Ya, aku terperangah ketika pertama kali menginjakkan kaki ku di tanah Medan (lebih tepatnya aspal) karena aku masih bisa menahan hasrat untuk kencing yang sudah aku tahan selama setengah perjalanan dari Sinabang. Akhirnya aku menemukan toilet dan melepaskan semua hasrat itu.
Kami berpisah dengan Pak Ed dan menginap di Labuhan Raya Hotel. Ijal, (hehehehe) memisahkan diri dari kelompok untuk (yang katanya..) berbagi kemesraan dengan entah siapa yang jelas bukan dengan You Know Who.
Jadi, tinggalah kami berdua terombang-ambing di kota Medan yang semraut dan berdebu. Untung jarak Hotel ke Medan Fair cuma satu setengah kiloan jadi kami tidak sampai nyangkut di papan baliho yang banyak sekali bertebaran di mana-mana (terima kasih abang becak).
Berada dalam Medan Fair persis seperti yang pernah aku bayangkan, banyak orang! Ya iyalah…mall gitu lho..
Andi langsung ajak aku ke Electronic City melihat TV yang besar-besar sekali dan HP plastik dipajang di etalase. Ngapain juga HP plastik itu dipajang disitu? Keluar dari Electronic City, kami ke mana ya? Planet Surf! ya..kami membawa keluar masing-masing 2 bungkusan. Lalu masuk toko lain juga membawa bungkusan lagi.
Malamnya kami ke Gramedia jalan kaki melewati beberapa PSK di trotoar. Aku sangat bersemangat sekali karena sudah tidak sabar lagi ingin memiliki buku ke 7 Harry Potter. Tapi apa yang terjadi? Sesampai disana aku membaca sebuah poster pemesanan buku Harry Potter yang akan launching pada tanggal 13 Januari nanti! Tiba-tiba badanku jadi sangat lemas. Aku baru ingat kalau launching bukunya pada tanggal itu, tapi menurut informasi dari teman-teman mig33 bukunya sudah dijual di Gramedia! (Crucio…untuk teman-teman mig33)
Bahkan aku tidak mendapatkan novel-novel Dan Brown! Aku pulang dengan membawa bungkusan berisi 2 buku Raditya Dika dan Traveller’s Tale. Kecewa sedikit terobati.
Keesokkan harinya (Sabtu)
Misi selanjutnya adalah kue Bika Ambon yang sangat terkenal itu. Aku berangkat naik becak ke sana dan membeli beberapa kotak dan pesanan Bang Acon. Pelayanannya sangat bagus. Kuenya juga enak sekali. Terus aku balik lagi ke Hotel.
Lalu kami nonton di Medan Plaza. Awalnya Bang Andi mau nonton Alien vs Predator 2 tapi berhubung jam pemutarannya agak sore karena kami berangkat sorenya. Jadi kami sepakat menonton The Golden Compass. Grafiknya sangat memukau, seolah beruang-beruang itu betul-betul beruang asli yang sedang akting. Nicole Kidman berakting sangat sangat sangat hebat!!! Dia memerankan peran antagonis dan aku benar-benar jadi benci sekali sama tokoh yg diperankannya. 4 thumbs up untuk film ini (2 jempol tangan dan 2 jempol kaki).
Dasar Bang Andi (aku juga) setelah nonton jalan-jalan lagi dan beli-beli lagi. Kami mampir ke sebuah toko Accessories wanita dan Bang Andi ingin membeli bros untuk istrinya Pak Jal. Tapi dia bingung milih yang mana. Pas ketemu satu biji yang berwarna ungu tapi kotaknya berbentuk hati gitu. Akhirnya kami keluar dengan tangan kosong hati hampa (tidak bisa memikat salah satu karyawati disitu). Terus kami ke Carrefour untuk belanja snack untuk perjalanan pulang nanti. Aku menitipkan dvd “D Wars” (yg kata Rayen hebat banget!) ku di penitipan barang. 30 menit hanya untuk mencari Chitato!!
Ternyata Andi masih penasaran gitu sama bros yang tadi, akhirnya kami balik lagi ke toko bros itu dan jadi beli walaupun dengan kotak hati itu.
Waktu menunjukkan pukul 6! Jemputan kami datang jam 6, kata Ijal. Kami sudah setengah berlari keluar dari mall dan aku baru ingat kalau dvd D Wars ku yang kata si Rayen itu bagus banget ketinggalan di penitipan barang! Terpaksa deh balik lagi dan langsung ke lantai 2 dan ternyata dvd D Wars ku yang kata si Rayen itu bagus banget ada di lantai 1! Ya Allah.
Thank you so much Rayen…
Kami sampai ke Hotel udah jam 6.30 dan ternyata Ijal dan mobil jemputan masih di jalan yang entah dimana terjebak macet! SiAlan! (untung Alan gak dengar).
Kami baru dijemput sekitar jam 7.30. Kami sempat dinner dulu di kantin dan menyaksikan para PSK menebar pesona di jalanan.
Kami sampai ke Meulaboh pukul 12 siang dengan badan pegal-pegal semua termasuk dompetku juga pegal-pegal juga. Ya..Aku baru sadar kalau aku sudah menghabiskan semua uang untuk cicilan kredit sepeda motorku.
Tapi syukurlah ternyata masih ada sisa di tabungan yang cukup untuk menutupi cicilan ku itu.
Lalu apa yang menyiksa ku ? Jerawat! Ya jerawat. Ketika bangun besok paginya, aku histeris melihat wajah yang sudah hancur ini tambah hancur dipenuhi jerawat dan komedo dimana-mana.
Pesan moral : Bayarlah cicilan motor anda sebelum berlibur dan cuci muka anda setiap malam sebelum tidur kapanpun dan dimanapun anda berada.
Untuk Rayen..sorry beuh..Tidak bermaksud jahat kok, hanya supaya lebih dramatis saja. hehehe
takkan pernah ku mengerti
7 Januari 2008 at 9:39 am | In inmymindthatican'tcontrol | Leave a Comment(Bukan untuk dimengerti, karena takkan kumengerti)
Cukup kesalahan telah kau buat kepadaku
Cukup luka hati telah terjadi karena mu
Selalu saja ku kembali kepada mu
Selalu saja
Aku bertahan di sisimu
Demi cinta
Takkan ku tinggalkan dirimu
Karena cinta
Tak mudah untuk dimengerti
Dan mungkin memang tak perlu di mengerti
(Bukan untuk dimengerti, karena takkan kumengerti)
Kau masih ulangi salah yg sama, kekasihku
Berkali-kali engkau sakiti hati ini
Selalu saja ku kembali
Kepadamu
Selalu saja
Aku bertahan di sisimu
Demi cinta
Takkak kutinggalkan dirimu
Karena cinta
Tak mudah untuk dimengerti
Dan mungkin memang tak perlu dimengerti
Yeah yeah…
Selalu saja..Selalu saja…
Aku bertahan disisimu
Demi cinta
Takkan kutinggalkan dirimu
Karena cinta
Aku bertahan disisimu
Demi cinta
Takkan kutinggalkan dirimu
Karena cinta
Tak mudah untuk dimengerti
Tak mungkin untuk kumengerti
Dan mungkin memang tak perlu dimengerti
(Bukan untuk dimengerti, karena takkan kumengerti)
==>Judika – Bukan untuk dimengerti
( Perasaan ini bahkan tak mampu ku mengerti dan cinta ini juga takkan pernah bisa ku mengerti. )
Menelusuri jejak Naga
7 Januari 2008 at 8:23 am | In liburan | Leave a CommentTags: dragon, jump, waterfall
Akhirnya datang juga….
libur telah tiba..Libur telah
tiba…Hore…Hore…
Setelah janjian yg cukup lama juga yaitu 4bulan sebelum tanggal ini akhirnya kesampaian juga utk berlibur ke Kota Naga atau Tapak Tuan. Pagi jam 9, aku dengan Arfis dan Herman berangkat dari Meulaboh ke Tapak Tuan. Perjalanan yg memakan waktu lebih
kurang 3jam perjalanan ini cukup menyakitkan karena sesampai di sana kami merasa kehilangan pantat dan pegal-pegal karena duduk terlalu lama.
Setelah istirahat sejenak. Kami berjalan kaki ke Tingkat 7 yg terletak 500 meter dari rumah kami menginap. Sabtu sore itu lumayan ramai pengunjung yg datang dan kami menaiki tangga demi tanggal utk sampai ke tingkat pertama. Itu berarti air terjun yg pertama. Kami berhenti sebentar dan foto-foto. Jalan lagi ke tingkat 2, foto-foto lagi dan
akhirnya sampai ke tingkat 6. Kami mandi-mandi disini. Airnya dingin sekali dan dasarnya sangat dalam. Setelah 30 menit berenang, aku dan arfis kecapean lalu memutuskan utk pulang dan istirahat saja. Nah..Keesokan harinya adalah petualangan yg
sesungguhnya..Hanya berdua dengan Arfis, kami bertekad utk bisa mencapai
tingkat ke 7-karena penasaran, kata orang air terjunnya lebih tinggi.
Jadilah kami memulai perjalanan dengan bekal sebotol aqua dan biskuit. Ternyata medan yg harus kami lalui dari tingkat 6 menuju tingkat 7 sangat berbahaya dan jaraknya jauh sekali. Tidak ada jalan setapak atau tangga tapi harus menyusuri batu-batu dan anak
sungai.Bahkan harus memanjat tebing batu yg licin. Tapi semua rintangan itu
jadi tidak berarti dibandingkan dengan suguhan keindahan alam sekitar yg membuat hati merasa tenang dan damai, ditambah lagi dengan kicau burung dan gemericik air di bebatuan sungai. Dinginnya air kembali menyegarkan badan setiap kali membasuh muka.
Sampai akhirnya pemandangan luar biasa indah terpampang di hadapan kami..Sebuah air terjun yg tingginya sekitar 10 meter seperti membelah batu-batu cadas dan menciptakan kolam dalam berwarna biru di bawahnya. Pohon,burung dan semak dan
seluruh unsur yang terdapat di tempat ini memerankan peranan tersendiri untuk
membuat semua beban selama setahun ini lepas dan lenyap. Semua organ tubuh seolah melepaskan semua kepenatannya dan kejenuhan pada rutinitas selama
setahun terakhir ini juga perlahan-lahan terangkat. Kepala, bahu dan rahangku terasa sangat bebas untuk pertama kalinya.
Selama lebih kurang 1 jam kami berdiam saja di pinggir kolam yang biru, merenungi betapa indahnya ciptaan ini dan aku merasa sangat beruntung dapat menyaksikan ini dan bersyukur untuk itu. Thank you Allah..
Waktu menunjukkan pukul 11.45, kami memutuskan untuk turun saja karena
tidak ada tanda-tanda akan datang pengunjung yg lain ke tempat ini. Kami kembali ke tingkat 5, ada beberapa anak SMA yg mandi dan meloncat dari atas air terjun. Aku pun jadi penasaran untuk mencobanya. Aku berenang ke tebing dan memanjat sampai ke atas..dan..
Oh my God…..!!
Ternyata kalo dilihat dari atas jadinya sangat tinggi sekali. Jantung ku langsung berdetak kencang dan ingin turun saja. Tapi semua mata menatapku menantang menanti aku melompat. Ya Allah,dengan segenap keberanian yg tersisa aku mengambil ancang-ancang dan pijakkan yang pas untuk melompat..dalam hati akupun menghitung 1, 2, 3…
Brussshs..
Berhasil, berhasil, berhasil…
Aku muncul kembali ke permukaan dan berenang ketepi, masih takjub akan
keberanianku untuk melompat dari atas tebing. Reza dan Bang Iya menyusul kami beberapa menit kemudian dan juga ikut berlompat ria. Reza dengan narcis minta difoto
berbagai gaya yang sok coverboy dengan boxer Tom and Jerry-nya. Herman hanya berperan sebagai fotografer dadakan dan penonton kami yang setia. Arfis kelihatan sangat kelelahan dan hanya duduk saja di tepi kolam.Aku melompat beberapa kali lagi dan foto-foto sebelum kembali ke rumah dan bertolak ke Meulaboh.
Aku dan Arfis sempat berhenti sejenak
di Air Dingin di Sama Dua, hanya sebentar disini karena pengunjung terus berdatangan dan menjadi sangat ramai sekali.
Ini adalah liburan paling berkesan yang pernah aku lalui dan sangat berterima
kasih sekali kepada Allah dan Herman yang telah berbaik hati mengajak kami dan
bersedia menampung kami selama di Tapak Tuan. Terima kasih untuk Bang Iya juga dengan jokes yang menyegarkan dan untuk nenek juga untuk makan malamnya yg enak.
We’ll miss you all guys…
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.







